Erdogan Tidak Menduga Sanksi AS untuk Turki Atas Kesepakatan dengan Rusia
Thursday, 20 June 2019 23:46 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Kamis bahwa dia tidak mengharapkan AS untuk menjatuhkan sanksi pada Turki atas rencana pembelian sistem pertahanan rudal Rusia, tetapi akan membalas jika itu terjadi.

Berbicara di sebuah konferensi pers yang jarang untuk media asing di Istanbul, Erdogan mengulangi bahwa pembelian sistem S-400 Rusia adalah 'kesepakatan yang dilakukan' dan mengatakan Amerika Serikat harus berpikir dengan hati-hati sebelum menjatuhkan sanksi pada Turki, seorang anggota NATO.

Turki telah berselisih dengan Amerika Serikat selama berbulan-bulan karena rencana pembelian sistem pertahanan rudal Rusia oleh Ankara, yang Washington katakan tidak sesuai dengan jaringan pertahanan NATO dan dapat membahayakan jet tempur F-35 - sebuah pesawat yang Turki bantu bangun dan rencanakan untuk membeli.

Amerika Serikat mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Turki kecuali jika membatalkan rencana untuk membeli S-400 Rusia. Erdogan menolak untuk mundur. Pada hari Kamis ia mengatakan pengiriman kemungkinan akan dimulai dalam paruh pertama bulan Juli.

Ankara telah menaruh harapan pada Trump untuk mengesampingkan sanksi. Erdogan mengatakan ketika dia menikmati hubungan baik dengan Trump, dia tidak bisa mengatakan hal yang sama tentang hubungan antara Ankara dan pejabat AS lainnya.

Sumber: VOA News

RELATED NEWS

Pengunjuk rasa Hong Kong Mendirikan Penghadang dan Bentrok dengan Polisi
Monday, 21 October 2019 17:36 WIB

Para pengunjuk rasa Hong Kong membanjiri jalan-jalan kota pada hari Minggu yang menentang larangan oleh pihak berwenang dalam pawai mereka, mendirikan penghalang jalan dan melemparkan bom api di tengah penembakan gas air mata oleh polisi. Para pemimpin protes membawa spanduk hitam di depan prosesi ...

Trump Batalkan Rencana KTT G7 di Resor Golf Miliknya
Monday, 21 October 2019 10:30 WIB

Dalam rangkaian cuitan di Twitter Sabtu (20/10) malam, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia membatalkan rencana penyelenggaraan KTT G-7 tahun depan di resor golf miliknya di Miami, Florida. Trump pekan lalu mengukuhkan rencana mengadakan KTT tahunan itu di Trump National Doral, tetapi rencananya ...

Pertempuran di Suriah Berlanjut
Friday, 18 October 2019 23:31 WIB

Pertempuran di Suriah Timur Laut, Jumat (18/10) terus berlanjut, terlepas adanya perjanjian gencatan senjata yang diperantarai AS. Dentuman keras dan suara tembakan dapat terdengar. Asap tampak membubung di atas kota Ceylanpinar, sehari setelah Turki dan AS sepakat mengenai gencatan senjata lima ha...

Pihak-pihak Oposisi Inggris Telah Menolak Kesepakatan Brexit Terbaru
Friday, 18 October 2019 17:04 WIB

Para pemimpin Uni Eropa berharap Parlemen Inggris akan memilih untuk mendukung kesepakatan Brexit terbaru yang akan terjadi sebelum pertemuan anggota parlemen Sabtu, tetapi partai-partai oposisi sudah mengatakan mereka tidak akan melakukannya. Perdana Menteri Boris Johnson dan Uni Eropa mencapai ke...

Mantan Penjaga Kamp Nazi Berusia 93 Tahun Diadili di Jerman
Friday, 18 October 2019 10:45 WIB

Seorang mantan penjaga kamp konsentrasi Nazi berusia 93 tahun, pada Kamis (17/10), menjalani sidang pengadilan di Jerman karena bersekongkol membunuh lebih dari lima ribu orang. Bruno Dey berusia 17 tahun ketika ia mulai bekerja sebagai penjaga di kamp konsentrasi Stutthof, di dekat kota yang dulu ...

ANOTHER NEWS
Saham AS dibuka naik seiring optimisme perdagangan baru
Monday, 21 October 2019 21:02 WIB Saham AS menguat pada awal perdagangan Senin pasca perunding perdagangan utama China, Wakil Perdana Menteri Liu He mengatakan pada akhir pekan bahwa AS dan China telah membuat "kemajuan substansial" menuju apa yang disebut kesepakatan perdagangan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.