Pemimpin Hong Kong Minta Maaf kepada Para Demonstran
Wednesday, 19 June 2019 12:58 WIB | GLOBAL |Global

Pemimpin Hong Kong yang pro-Beijing Carrie Lam hari Selasa (18/6) meminta maaf atas krisis politik dan kerusuhan yang dipicu oleh rancangan undang-undang, yang akan memungkinkan ekstradisi ke China daratan. Tetapi ia tidak tunduk pada tuntutan demonstran agar ia mundur terkait penanganannya terhadap legislasi yang kontroversial itu.

Lam mengatakan kepada wartawan, ia tidak akan kembali mempersoalkan legislasi itu hingga pemerintah dapat menyelesaikan perselisihan pendapat. Tetapi ia juga bertekad akan tetap bertahan dan menyelesaikan sisa masa jabatannya.

œSaya telah mendengar kalian dengan sangat jelas dan telah merenungkan dalam-dalam semua yang telah terjadi, kata Lam.

Carrie Lam menambahkan bahwa secara œpribadi ia harus memikul sebagian besar tanggung jawab yang berkaitan dengan legislasi tersebut.

œKeprihatinan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini disebabkan adanya berbagai kekurangan dalam pelaksanaan hak amandemen oleh pemerintahan Kawasan Administratif Khusus Hongkong. Saya pribadi mengambil sebagian besar tanggung jawab atas masalah yang telah berkembang menjadi kontroversi dan kecemasan dalam masyarakat, dan untuk ini saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh warga Hongkong, ujarnya.

Pengumuman Lam itu memulihkan ketenangan hari Selasa, dan hanya beberapa puluh orang aktivis yang masih berkemah dekat kantor-kantor pemerintahan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Korut Kritik Rencana Latihan Militer AS-Korsel
Tuesday, 16 July 2019 23:41 WIB

Korea Utara telah mengkritik rencana Amerika untuk mengadakan latihan militer bersama bulan depan dengan Korea Selatan, dan mengisyaratkan latihan itu dapat berdampak negatif pada pembicaraan nuklir tingkat kerja mendatang dengan Washington. Dalam sebuah pernyataan dari Kantor Berita Pusat Korea, k...

Uni Eropa Menjatuhkan Sanksi pada Turki Atas Pemboran Gas Siprus
Tuesday, 16 July 2019 17:06 WIB

Para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin meningkatkan tekanan terhadap Turki setelah menyetujui sejumlah sanksi awal terhadap negara tersebut atas pengeboran gas di perairan Siprus tempat anggota Uni Eropa memiliki hak ekonomi eksklusif. Para menteri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa se...

Huawei Berencana PHK Besar-besaran di AS
Tuesday, 16 July 2019 11:43 WIB

Raksasa teknologi China, Huawei Technologies, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada operasi bisnisnya di Amerika Serikat di tengah masalah pembatasan penjualan yang dikenakan AS kepada pabrikan alat telekomunikasi itu, Reuters melaporkan, Minggu (14/7), mengutip koran...

Perang Tarif dengan AS, Pertumbuhan Ekonomi China Kian Melambat
Monday, 15 July 2019 23:39 WIB

Pertumbuhan ekonomi China melambat ke level terendah dalam triwulan terakhir dalam 10 tahun ini di tengah perang tarif dengan Amerika, menambah tekanan pada negara itu untuk mengatasi penurunan yang makin tajam. Ekonomi terbesar kedua di dunia itu tumbuh 6,2 persen dibanding tahun sebelumnya dalam ...

Cuitan Trump soal Anggota DPR AS "Non Kulit Putih" Picu Kemarahan
Monday, 15 July 2019 17:22 WIB

Serangkaian tweet Presiden Donald Trump pada hari Minggu (14/7) pagi, yang oleh para pengecamnya langsung dianggap rasis dan xenofobik telah memicu kontroversi baru yang menyasar beberapa anggota baru Kongres. Trump di Twitter, yang menarget perempuan anggota Kongres, Partai Demokratik yang beralir...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong mengakhiri perdagangan dengan gain (Review)
Wednesday, 17 July 2019 03:19 WIB Saham Hong Kong berakhir lebih tinggi pada hari Selasa di perdagangan yang tenang karena investor mengambil langkah mundur setelah kenaikan baru-baru ini, sambil melihat ke depan untuk memulai musim pendapatan perusahaan. Indeks Hang Seng naik...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.