Trump Pangkas Bantuan ke Amerika Tengah Atas Maraknya Kedatangan Migran
Tuesday, 18 June 2019 23:43 WIB | GLOBAL |Global

Pemerintahan Trump hari Senin mengumumkan rencana untuk memangkas bantuan ratusan juta dolar kepada El Salvador, Guatemala dan Honduras. Berita itu muncul setelah Presiden Amerika Donald Trump mengkritik ribuan migran Amerika Tengah yang datang ke Amerika untuk mencari suaka di perbatasan Amerika dengan Meksiko.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Morgan Ortagus mengatakan dana untuk program-program di negara-negara itu tidak akan disediakan sampai pemerintah puas bahwa pemerintah-pemerintah itu mengambil tindakan nyata dalam mengurangi jumlah migran yang datang ke Amerika.

Menurut kantor berita Reuters, anggota DPR mengatakan, pemerintah memberitahu mereka bahwa mereka akan merealokasi bantuan 370 juta dolar ke Amerika Tengah yang telah disetujui anggota DPR untuk tahun fiskal 2018, dan menangguhkan tambahan 180 juta dolar yang disetujui Kongres untuk tahun fiskal 2017.

Anggota DPR mendesak pemerintah membatalkan rencana itu, khawatir berakhirnya bantuan Amerika hanya akan memperburuk kemiskinan yang merajalela, ketidakstabilan politik yang mengakar dan ketidakamanan yang meluas di El Salvador, Honduras dan Guatemala, yang secara kolektif dikenal sebagai "Segitiga Utara."

Veronica Escobar, anggota DPR fraksi Demokrat dari Texas, yang mewakili kota perbatasan El Paso, Texas, mengatakan di Twitter bahwa strategi pemerintahan Trump itu menimbulkan ketidakstabilan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Seismolog Selandia Baru Khawatir akan Letusan Baru di Gunung Api
Thursday, 12 December 2019 00:16 WIB

Pihak berwenang Selandia Baru, mengatakan pada Rabu, situasi di Pulau Putih masih tidak memungkinkan mereka untuk mengirimkan tim-tim SAR untuk mengambil jenazah para korban tewas akibat letusan gunung berapi di sana, Senin lalu. Badan pengawas aktivitas gempa Selandia Baru, GeoNet, mengatakan, ada...

Aung San Suu Kyi Hadir di Pengadilan Den Haag Ketika Myanmar Dituduh Melakukan Genosida
Wednesday, 11 December 2019 18:27 WIB

Penasihat negara Myanmar, pemenang hadiah Nobel, Aung San Suu Kyi, hadir di Mahkamah Internasional di Den Haag, Selasa untuk membela pemerintahnya dari tuduhan genosida. Militer Myanmar dituduh melakukan kampanye pembunuhan massal, pemerkosaan dan penyiksaan terhadap komunitas Muslim Rohingya pada ...

Inggris Bersiap Pemilu, Perjuangan Berat Brexit Diperkirakan Berlanjut
Wednesday, 11 December 2019 11:01 WIB

Para pemimpin politik Inggris melakukan persiapan terakhir menjelang pemilihan umum pada Kamis (12/12), yang didominasi oleh masalah keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Sebuah laporan baru dari kelompok analis, The UK in a Changing Europe di Kings College London, menyimpulkan bahwa baik partai Konser...

Polisi Hong Kong Klaim Jinakkan 2 Bom Rakitan di Kampus
Tuesday, 10 December 2019 23:56 WIB

Polisi Hong Kong mengatakan mereka telah menjinakkan dua bom besar rakitan yang penuh paku di sebuah universitas. Polisi mengatakan petugas penjinak bom bergegas ke kampus Wah Yan di distrik Wanchai pada hari Selasa setelah petugas kebersihan melihat alat-alat itu. Penemuan senjata pada Senin mala...

Trump, Demokrat Hampir Sepakat Tentang Revisi Kesepakatan Dagang
Tuesday, 10 December 2019 19:01 WIB

Laporan-laporan berita mengatakan Partai Demokrat dan Gedung Putih hampir sepakat mengenai perubahan pada perjanjian perdagangan yang ditandatangani oleh Amerika, Kanada, dan Meksiko tahun lalu. Perjanjian itu belum diratifikasi. Perjanjian AS-Meksiko-Kanada, yang dikenal sebagai USMCA, akan mengga...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Berakhir Lebih Tinggi Karena Kemungkinan Penundaan Tarif (Review)
Thursday, 12 December 2019 04:22 WIB Saham Hong Kong ditutup lebih tinggi pada hari Rabu di tengah spekulasi bahwa Washington mungkin menahan diri dari tekanan tarif baru pada ekspor China yang dijadwalkan akan dimulai pada akhir pekan ini. Pada penutupan perdagangan, Indeks Hang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.