India Naikkan Tarif Impor atas 28 Produk Amerika
Monday, 17 June 2019 17:15 WIB | GLOBAL |Global

India telah menaikkan tarif impor atas 28 jenis barang buatan Amerika, dalam sengketa dagang antara kedua negara yang terus meningkat. Tindakan balasan itu dilancarkan beberapa hari setelah Amerika mencabut India dari daftar negara yang diberi akses khusus untuk mengekspor barangnya ke Amerika.

œIndia telah membuka kartunya di atas meja, kata pakar perdagangan India Biswajit Dhar dari Universitas Jawaharlal Nehru di New Delhi.

œPemerintah Amerika telah menaikkan taruhannya dan mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut. Karena itu India terpaksa membalas, tambahnya.

Sengketa perdagangan itu meningkat menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke India bulan ini. Pompeo telah mendesak India supaya memberikan akses pasar lebih luas kepada perusahaan Amerika dan sekaligus menurunkan hambatan-hambatan perdagangan.

Para pakar khawatir ketegangan yang meningkat ini akan berdampak pada kemitraan strategis Amerika-India yang ditujukan untuk melawan pengaruh China yang terus bertambah kuat di kawasan itu.

Barang-barang Amerika yang dikenai tarif impor lebih tinggi itu mulai hari Minggu termasuk kacang almond, apel, kenari dan buncis, dan juga sejumlah produk yang menggunakan baja tahan karat. India adalah pengimpor terbesar kacang almond dan pembeli terbesar kedua apel Amerika. Tarif yang dikenakan India itu akan berdampak pada barang-barang buatan Amerika bernilai 240 juta dollar.

Kenaikan tarif India itu diumumkan setahun lalu untuk membalas kenaikan tarif oleh Amerika atas baja dan aluminium, tapi ditunda pelaksanaannya beberapa kali sambil kedua pihak berusaha memperkecil perbedaan antara mereka.

Tapi India mengumumkan tarif impornya permulaan bulan ini setelah Amerika mencabut India dari daftar negara berkembang yang diberi akses khusus ke pasar Amerika. Kata Amerika, kelonggaran tarif itu dicabut karena India tidak memberi peluang cukup bagi barang buatannya masuk ke pasar India. Tarif itu akan berdampak pada impor India yang bernilai 5,6 milyar dollar dari Amerika.

Kementrian perdagangan India menyebut keputusan Amerika itu œdisayangkan.

Presiden Donald Trump telah berulang kali menyebut India sebagai salah satu negara yang menjalankan praktek dagang tidak adil terhadap Amerika, dan minta India supaya membereskan ketimpangan perdagangan bilateral berjumlah 142-milyar dollar yang menguntungkan India sekitar 30 milyar dollar.

Pemerintah Amerika juga khawatir akan peraturan baru India yang katanya berdampak pada perusahaan e-commerce Amerika seperti Amazon dan Walmart di India.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

China Minta AS "Koreksi" Sanksi-Sanksi terhadap Iran
Friday, 19 July 2019 23:56 WIB

China mendesak Washington, Jumat (19/7) agar mengoreksi sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap berbagai perusahaan China yang dituduh membantu Iran mendapatkan material untuk program nuklirnya. Tekanan Amerika terhadap Iran dan œyurisdiksi lengan panjangnya hingga ke perusahaan-perusahaan di...

Iran Isyaratkan Bersedia Kurangi Ketegangan dengan AS
Friday, 19 July 2019 17:11 WIB

Iran telah mengisyaratkan kesediaannya mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan terkait program nuklirnya dengan pemerintahan Trump. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan kepada wartawan di New York, Kamis (18/7), bahwa Teheran akan terbuka bagi inspeksi terhadap pro...

Pejabat Keamanan Dalam Negeri AS Bela Tindakan Petugas Perbatasan
Friday, 19 July 2019 11:36 WIB

Pejabat tinggi Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika membela perlakuan petugas terhadap migran yang ditahan dan anak-anak yang tidak disertai orangtuanya di perbatasan AS-Meksiko, dalam sidang pada Kamis (18/7) di gedung Kongres, Capitol Hill. Penjabat Menteri Kevin McAleenan mengajukan pertanyaan da...

Saudara Pria Pengebom Manchester Diekstradisi ke Inggris
Thursday, 18 July 2019 23:36 WIB

Adik laki-laki pelaku bom bunuh diri yang bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap 22 orang pada konser Ariana Grande di Manchester, diekstradisi ke Inggris dari Libya. Hashem Abedi, 22 tahun, ditangkap setelah ia mendarat di bandara London pada Rabu (17/7). Kakaknya, Salman Abedi, yang meledakk...

Angkatan Udara 'Sangat' Mencegah Orang Dari Pangkalan Rahasia Area 51
Thursday, 18 July 2019 17:12 WIB

Angkatan Udara A.S. memberi peringatan untuk lebih dari 1 juta orang yang telah mendaftar ke " Area 51" untuk mencari alien sebagai bagian dari lelucon internet yang menjadi viral. "Setiap upaya untuk mengakses daerah itu secara ilegal sangat tidak dianjurkan," kata Angkatan Udara dalam sebuah pern...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong menutup pekan ini dengan lebih tinggi (Review)
Saturday, 20 July 2019 03:31 WIB Saham Hong Kong mengakhiri minggu ini dengan nada positif pada hari Jumat, melonjak lebih dari satu persen di tengah harapan untuk penurunan suku bunga yang tajam oleh Federal Reserve akhir bulan ini. Indeks Hang Seng bertambah 1,07 persen, atau...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.