Senat AS Gagalkan Upaya Blokir Penjualan Senjata AS ke Bahrain, Qatar
Friday, 14 June 2019 11:10 WIB | GLOBAL |AmerikaGlobal

Senat AS pada hari Kamis (13/6) menolak resolusi untuk membatalkan penjualan senjata bernilai miliaran dolar ke Bahrain dan Qatar, di tengah berlanjutnya penyelidikan intensif kongres atas penjualan senjata kepada sekutu-sekutu AS di Timur Tengah.

Senat memberikan suara 43-56 yang menolak resolusi Bahrain dari Komite Hubungan Luar Negeri dan membawanya pada pertimbangan majelis penuh. Senat juga memberikan suara 42-57 yang menolak resolusi yang berkaitan dengan Qatar.

RUU yang disponsori oleh Senator Partai Republik Rand Paul dari Kentucky berupaya menghentikan keputusan pemerintahan Trump, yang diumumkan pada bulan Mei, untuk menjual sistem rudal AS ke Bahrain dan helikopter ke Qatar, masing-masing bernilai dalam kisaran $3 miliar.

"Timur Tengah adalah kawasan yang panas dan terus menjadi ancaman," kata Paul menjelang pemungutan suara Senat. "Saya kira keliru menyalurkan senjata ke konflik-konflik yang telah berlangsung seabad ini," katanya.

Paul mengatakan senjata yang dikirim ke Timur Tengah bisa berakhir di tangan musuh Amerika.

"Sampai sekarang, Iran masih memiliki beberapa senjata AS, sisa senjata bagi Syah, mantan pemimpin Iran dukungan AS yang digulingkan pada 1979. Di Irak, sebagian senjata untuk memerangi Iran, masih ada ketika kita mememerangi Saddam Hussein. Di Afghanistan, ketika kita kembali untuk memerangi Taliban [setelah serangan 9-11 oleh 2001 sebagian senjata yang kita berikan kepada Mujahidin untuk melawan Rusia (pada 1980-an) juga masih ada," tambah Paul.

Tahun lalu, Senat juga menggagalkan upaya Senator Rand Paul untuk memblokir penjualan sistem roket ke Bahrain.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

China Minta AS "Koreksi" Sanksi-Sanksi terhadap Iran
Friday, 19 July 2019 23:56 WIB

China mendesak Washington, Jumat (19/7) agar mengoreksi sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap berbagai perusahaan China yang dituduh membantu Iran mendapatkan material untuk program nuklirnya. Tekanan Amerika terhadap Iran dan œyurisdiksi lengan panjangnya hingga ke perusahaan-perusahaan di...

Iran Isyaratkan Bersedia Kurangi Ketegangan dengan AS
Friday, 19 July 2019 17:11 WIB

Iran telah mengisyaratkan kesediaannya mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan terkait program nuklirnya dengan pemerintahan Trump. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan kepada wartawan di New York, Kamis (18/7), bahwa Teheran akan terbuka bagi inspeksi terhadap pro...

Pejabat Keamanan Dalam Negeri AS Bela Tindakan Petugas Perbatasan
Friday, 19 July 2019 11:36 WIB

Pejabat tinggi Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika membela perlakuan petugas terhadap migran yang ditahan dan anak-anak yang tidak disertai orangtuanya di perbatasan AS-Meksiko, dalam sidang pada Kamis (18/7) di gedung Kongres, Capitol Hill. Penjabat Menteri Kevin McAleenan mengajukan pertanyaan da...

Saudara Pria Pengebom Manchester Diekstradisi ke Inggris
Thursday, 18 July 2019 23:36 WIB

Adik laki-laki pelaku bom bunuh diri yang bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap 22 orang pada konser Ariana Grande di Manchester, diekstradisi ke Inggris dari Libya. Hashem Abedi, 22 tahun, ditangkap setelah ia mendarat di bandara London pada Rabu (17/7). Kakaknya, Salman Abedi, yang meledakk...

Angkatan Udara 'Sangat' Mencegah Orang Dari Pangkalan Rahasia Area 51
Thursday, 18 July 2019 17:12 WIB

Angkatan Udara A.S. memberi peringatan untuk lebih dari 1 juta orang yang telah mendaftar ke " Area 51" untuk mencari alien sebagai bagian dari lelucon internet yang menjadi viral. "Setiap upaya untuk mengakses daerah itu secara ilegal sangat tidak dianjurkan," kata Angkatan Udara dalam sebuah pern...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong menutup pekan ini dengan lebih tinggi (Review)
Saturday, 20 July 2019 03:31 WIB Saham Hong Kong mengakhiri minggu ini dengan nada positif pada hari Jumat, melonjak lebih dari satu persen di tengah harapan untuk penurunan suku bunga yang tajam oleh Federal Reserve akhir bulan ini. Indeks Hang Seng bertambah 1,07 persen, atau...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.