Demo Hong Kong Rusuh, AS Imbau Semua Pihak Tahan Diri
Thursday, 13 June 2019 17:43 WIB | GLOBAL |Global

Amerika mengimbau semua pihak agar menahan diri di tengah unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong pada Rabu (12/6) yang berubah menjadi ketika polisi bentrok dengan para demonstran yang menentang RUU ekstradisi yang kontroversial.

Petugas mengenakan helm dan membawa perisai berbaris di jalan-jalan, menembakkan gas air mata dan peluru karet serta menggunakan semprotan merica untuk mendorong demonstran, yang sebagian menjungkir-balik barikade dan melempar benda-benda ke arah polisi. Otoritas rumah sakit mengatakan setidaknya 72 orang terluka.

Demonstrasi itu memaksa anggota parlement menunda sesi pembahasan rancangan undang-undang kontroversial, yang dijadwalkan berlangsung Rabu (12/6).

Prospek ekstradisi ke daratan China, khususnya dengan sistem hukum yang sangat berbeda, mengkhawatirkan banyak pihak di Hong Kong. Mulai dari kelompok bisnis internasional sampai komunitas hukum dan pihak-pihak yang pro-demokrasi.

Di Washington, Presiden Amerika Donald Trump mengatakan ia yakin China dan Hong Kong akan bisa "menyelesaikan masalah" setelah protes massa berubah menjadi aksi kekerasan.

Di Departemen Luar Negeri Amerika, juru bicara Morgan Ortagus mendorong semua pihak menghindari kekerasan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Suriah, Misil Rusia Jadi Agenda Pembicaraan Trump-Erdogan
Wednesday, 13 November 2019 23:25 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengunjungi Gedung Putih, Rabu (13/11), untuk melangsungkan pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin kemungkinan akan membahas serangan Turki di Suriah Utara dan pembelian sistem pertahanan udara Rusia. Menurut pernyataan yang dirilis Gedu...

Jepang-AS: Hubungan 3 Arah dengan Korea Selatan, Kunci Keamanan
Wednesday, 13 November 2019 17:48 WIB

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika, Jenderal Mark Milley setuju dengan para pejabat Jepang hari Selasa (12/11) bahwa kerja sama tiga pihak dengan Korea Selatan adalah kunci keamanan regional dan bahwa pakta tentang berbagi intelijen antara Tokyo dan Seoul tidak boleh dibatalkan Menteri Luar Negeri ...

Eropa Minta Iran Batalkan Tindakan yang Langgar Kesepakatan Nuklir
Tuesday, 12 November 2019 23:20 WIB

Perancis, Jerman, Inggris dan Uni Eropa mengatakan, mereka sangat prihatin dengan langkah Iran yang kembali melakukan aktivitas pengayaan uranium, dan usaha negara itu untuk tidak memenuhi komitmen yang dibuatnya berdasarkan kesepakatan tahun 2015 terkait program nuklir negara itu. Dalam sebuah per...

Ketegangan Menjelang Pertemuan Erdogan-Trump
Tuesday, 12 November 2019 17:59 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan minggu ini akan berkunjung ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan itu diharapkan akan bisa memperbaiki hubungan yang tegang belakangan ini karena berbagai perbedaan kebijakan politik. Topik pembicaraan antara pemimpin Turki dan Amerik...

Gempa Berkekuatan 5,4 SR Terasa di Perancis Selatan
Monday, 11 November 2019 23:21 WIB

Badan deteksi gempa Perancis mengatakan, gempa sedang berkekuatan 5,4 SR telah terjadi di Perancis selatan, di daerah terpencil Drome, antara Lyon dan Marseille. Badan itu mengatakan gempa terjadi sebelum tengah hari, Senin (11/11) dan pusat gempa terletak di dekat kota Montelimar di wilayah Auverg...

ANOTHER NEWS
Emas Pertahankan Gain Seiring Optimisme Kesepakatan Perdagangan AS-China
Thursday, 14 November 2019 09:28 WIB Emas menahan gainnya karena para investor mengkaji kekhawatiran atas kemungkinan kesepakatan perdagangan AS-China diikuti komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengenai kebijakan moneter. Sementara Presiden Donald Trump mengatakan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.