Perancis-Jerman Kenang Pembantaian Nazi di Desa di Perancis
Tuesday, 11 June 2019 18:03 WIB | GLOBAL |Global

Desa Oradour-sur-Glane di Perancis tampak sama hari ini seperti 75 tahun lalu - ketika pasukan Nazi memasuki desa, memaksa 642 penduduk masuk ke dalam bangunan-bangunan dan membakar habis mereka. Siapa pun yang mencoba melarikan diri ditembak mati.

Pemimpin Perancis semasa perang yang menjadi Presiden Charles de Gaulle memerintahkan agar desa itu dibiarkan seperti dulu supaya dunia bisa menyaksikan contoh lain kebrutalan Nazi.

Pejabat-pejabat Perancis dan Jerman berdiri di antara gedung-gedung yang hancur dan berkarat, dan mobil-mobil yang terbakar, mengenang pembantaian Oradour-sur-Glane, yang terjadi 75 tahun lalu tepat pada Senin, 10 Juni.

Pembantaian terjadi hanya empat hari setelah pasukan sekutu mendarat di pantai Perancis utara yang diduduki Nazi untuk membebaskan Eropa dari kebiadaban semacam itu.

Alasan pembantaian di Oradour-sur-Glane tidak pernah diketahui tetapi diyakini sebagai balasan atas penculikan seorang tentara Jerman oleh pasukan perlawanan Perancis.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Ungkap Rencana Perdamaian Timur Tengah, Trump dan Netanyahu Sebut ˜Perjanjian Abad Ini™
Wednesday, 29 January 2020 19:56 WIB

Dengan harapan mewujudkan œfajar baru di Timur Tengah, Presiden Amerika Donald Trump “ didampingi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “ hari Selasa (28/1) mengungkap rencana perdamaiannya untuk kawasan itu. œVisi saya adalah menghadirkan ˜win-win opportunity™ [kesempatan yang s...

AS Memulihkan Tubuh Personil Militer yang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Afghanistan
Wednesday, 29 January 2020 11:11 WIB

Pasukan AS yang bekerja di sebagian besar wilayah yang dikuasai Taliban di Afghanistan telah menemukan sisa-sisa dua personil militer yang tewas ketika pesawat mereka jatuh di provinsi Ghazni di negara itu. Para pejabat mengatakan pasukan juga menemukan apa yang mereka yakini sebagai perekam data p...

Inggris Beri Akses Terbatas untuk Jaringan 5G Huawei
Tuesday, 28 January 2020 23:50 WIB

Inggris, Selasa (28/1) memutuskan memberi akses terbatas bagi Huawei untuk membangun beberapa bagian jaringan seluler berkecepatan tinggi terbarunya. Ini merupakan suatu kemunduran bagi AS, yang mendorong sekutu-sekutunya untuk melarang perusahaan China tersebut. Pemerintah Inggris menyatakan tidak...

Sebagian Negara Ingin Evakuasi Mahasiswa dari Wuhan
Tuesday, 28 January 2020 18:06 WIB

Sebagian negara mengevakuasi mahasiswa dan warga mereka dari China, yang sedang dilanda wabah virus corona. Namun, sebagian lagi memilih membiarkan warga mereka tetap berada di Wuhan, kota kampus di mana virus itu dilaporkan bermula. Sekitar 500 mahasiswa Bangladesh termasuk yang terperangkap di Wu...

Trump Tawarkan Bantu China Perangi Wabah Virus Corona
Tuesday, 28 January 2020 11:05 WIB

Presiden Amerika Donald Trump menawarkan China bantuan yang dibutuhkan untuk melawan wabah virus corona yang mematikan, yang sejauh ini telah menewaskan 81 orang. Di Twitter hari pada Senin (27/1), Trump menulis, "Kita berkomunikasi sangat erat dengan China mengenai virus ini." Ditambahkan, "Kami m...

ANOTHER NEWS
Dow melonjak untuk hari kedua, Apple memimpin laporan laba yang kuat
Wednesday, 29 January 2020 21:38 WIB Saham naik pada hari Rabu karena pasar terus rebound dari aksi jual awal pekan ini sementara Apple memimpin banyak perusahaan yang melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan. Saham Dow Jones Industrial Average naik 187 poin, atau 0,7%. S&P...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.