Perancis-Jerman Kenang Pembantaian Nazi di Desa di Perancis
Tuesday, 11 June 2019 18:03 WIB | GLOBAL |Global

Desa Oradour-sur-Glane di Perancis tampak sama hari ini seperti 75 tahun lalu - ketika pasukan Nazi memasuki desa, memaksa 642 penduduk masuk ke dalam bangunan-bangunan dan membakar habis mereka. Siapa pun yang mencoba melarikan diri ditembak mati.

Pemimpin Perancis semasa perang yang menjadi Presiden Charles de Gaulle memerintahkan agar desa itu dibiarkan seperti dulu supaya dunia bisa menyaksikan contoh lain kebrutalan Nazi.

Pejabat-pejabat Perancis dan Jerman berdiri di antara gedung-gedung yang hancur dan berkarat, dan mobil-mobil yang terbakar, mengenang pembantaian Oradour-sur-Glane, yang terjadi 75 tahun lalu tepat pada Senin, 10 Juni.

Pembantaian terjadi hanya empat hari setelah pasukan sekutu mendarat di pantai Perancis utara yang diduduki Nazi untuk membebaskan Eropa dari kebiadaban semacam itu.

Alasan pembantaian di Oradour-sur-Glane tidak pernah diketahui tetapi diyakini sebagai balasan atas penculikan seorang tentara Jerman oleh pasukan perlawanan Perancis.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

AS Minta NATO Tingkatkan Kontribusi untuk Lindungi Saudi dari Iran
Wednesday, 23 October 2019 11:07 WIB

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan pekan ini ia akan mendesak negara-negara sekutu untuk memberikan kontribusi lebih besar untuk melindungi Arab Saudi dan kawasan Teluk dari ancaman Iran. Rencana itu merupakan bagian dari upaya AS yang lebih luasuntuk mengajak sekutu NATO mengambil tanggun...

Kaisar Jepang Naruhito Resmi Menyatakan Diri Naik Takhta
Tuesday, 22 October 2019 23:43 WIB

Kaisar baru Jepang Naruhito secara resmi naik takhta hari Selasa (22/10), dalam suatu upacara di Tokyo. Naruhito membacakan pernyataan di Istana Kekaisaran, berjanji untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai lambang negara dan persatuan rakyat. Acara singkat itu diakhiri dengan Perdana Menteri Shinz...

Erdogan Kecam Sekutu Barat soal Konflik Suriah Jelang Pertemuan dengan Putin
Tuesday, 22 October 2019 17:02 WIB

Presiden Turki meningkatkan tekanannya terhadap sekutu-sekutu Baratnya, ketika akhir dari gencatan senjata yang diminta Amerika semakin mendekat. Retorika Erdogan yang semakin lantang itu datang menjelang pertemuan penting hari Selasa (22/10) dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sementara tekanan...

Ketua Parlemen Inggris Blokir Pemungutan Suara atas Persetujuan Brexit
Tuesday, 22 October 2019 10:34 WIB

Ketua Parlemen Inggris John Bercow Senin (21/10) memblokir Parlemen melakukan pemungutan suara atas persetujuan Brexit yang baru dicapai PM Boris Johnson dengan Uni Eropa. Ini merupakan kemunduran terbaru yang diderita PM Boris Johnson dalam perjuangannya untuk memimpin INggris keluar dari Uni Eropa...

Pakistan-India Saling Tembak di Perbatasan, 9 Tewas
Monday, 21 October 2019 23:36 WIB

Sedikitnya enam warga sipil dan tiga tentara dikabarkan tewas dalam pertempuran di perbatasan antara pasukan Pakistan dan India pada Sabtu malam (19/10). Hal itu menjadikan 19 Oktober sebagai salah satu hari paling mematikan sejak India mencabut status otonomi khusus di wilayah Kashmir yang dikuasai...

ANOTHER NEWS
Minyak Melemah pasca Data API Menunjukkan Stok Minyak Mentah Naik Minggu Lalu
Wednesday, 23 October 2019 12:42 WIB Harga minyak diperdagangkan lebih rendah pada hari Rabu di Asia setelah data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS naik minggu lalu. Minyak Mentah AS WTI berjangka kehilangan 0,8% menjadi $ 54,07 pada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.