Perancis-Jerman Kenang Pembantaian Nazi di Desa di Perancis
Tuesday, 11 June 2019 18:03 WIB | GLOBAL |Global

Desa Oradour-sur-Glane di Perancis tampak sama hari ini seperti 75 tahun lalu - ketika pasukan Nazi memasuki desa, memaksa 642 penduduk masuk ke dalam bangunan-bangunan dan membakar habis mereka. Siapa pun yang mencoba melarikan diri ditembak mati.

Pemimpin Perancis semasa perang yang menjadi Presiden Charles de Gaulle memerintahkan agar desa itu dibiarkan seperti dulu supaya dunia bisa menyaksikan contoh lain kebrutalan Nazi.

Pejabat-pejabat Perancis dan Jerman berdiri di antara gedung-gedung yang hancur dan berkarat, dan mobil-mobil yang terbakar, mengenang pembantaian Oradour-sur-Glane, yang terjadi 75 tahun lalu tepat pada Senin, 10 Juni.

Pembantaian terjadi hanya empat hari setelah pasukan sekutu mendarat di pantai Perancis utara yang diduduki Nazi untuk membebaskan Eropa dari kebiadaban semacam itu.

Alasan pembantaian di Oradour-sur-Glane tidak pernah diketahui tetapi diyakini sebagai balasan atas penculikan seorang tentara Jerman oleh pasukan perlawanan Perancis.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Prancis hadapi gelombang panas melebihi 40 derajat Celcius
Tuesday, 25 June 2019 11:23 WIB

Suhu diperkirakan akan mencapai 35 derajat atau lebih pada hari Senin, dan naik lebih jauh hingga puncaknya pada hari Kamis dan Jumat nanti. Bagian utara negara itu - termasuk kota Paris - akan terkena dampak terburuk. Ahli meteorologi mengatakan bahwa kelembaban yang tinggi akan membuat 40C teras...

Facebook akan Dukung Regulasi untuk Atasi Permasalahan Internet
Monday, 24 June 2019 23:36 WIB

Seorang Eksekutif Senior Facebook mengemukakan situs media sosial itu mendukung peraturan untuk mengatasi beberapa masalah internet. Nick Clegg, mantan pemimpin Partai Demokrat Liberal Inggris yang saat ini memimpin urusan global untuk Facebook, menyatakan bahwa bukan perusahaan swasta™ yang haru...

Trump: AS "Tak Ingin Perang" dengan Iran
Monday, 24 June 2019 19:44 WIB

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan œtidak ingin berperang dengan Iran dan bersedia berunding tanpa prasyarat dengan para pemimpin negara itu, tetapi dengan alasan apapun Republik Islam Iran tidak boleh membuat senjata nuklir dalam jumlah besar. Dalam program œMeet the Press di stasi...

Kim Jong Un Memuji Isi Surat Pribadi dari Trump
Monday, 24 June 2019 13:46 WIB

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menerima surat pribadi dari Presiden AS Donald Trump dan dia sedang mempertimbangkan isinya, media pemerintah Korea Utara melaporkan hari Minggu (23/6). Kantor Berita Pusat Korea resmi memuat foto Kim yang sedang memegang surat dan menekuni tulisannya, tampaknya den...

Pertemuan Pyongyang dipandang sebagai pendukung Xi jelang pembicaraan dengan Trump
Friday, 21 June 2019 23:37 WIB

Kunjungan kenegaraan dua hari Presiden Cina Xi Jinping ke Korea Utara tidak mungkin terjadi pada waktu yang lebih baik bagi kedua negara, kata para analis. Untuk Pyongyang, ini bisa membantu membuka jalan kembali ke negosiasi dengan Amerika Serikat. Untuk Beijing, kata mereka, ini memberi Xi Jinping...

ANOTHER NEWS
Prancis hadapi gelombang panas melebihi 40 derajat Celcius
Tuesday, 25 June 2019 11:23 WIB Suhu diperkirakan akan mencapai 35 derajat atau lebih pada hari Senin, dan naik lebih jauh hingga puncaknya pada hari Kamis dan Jumat nanti. Bagian utara negara itu - termasuk kota Paris - akan terkena dampak terburuk. Ahli meteorologi mengatakan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.