Cegah Penerapan Tarif, AS-Meksiko Sepakat soal Migrasi
Monday, 10 June 2019 23:40 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan Amerika dan Meksiko bersepakat tentang migrasi untuk mencegah tarif.

"Dengan senang hati saya beritahukan bahwa Amerika telah menandatangani kesepakatan dengan Meksiko. Tarif yang dijadwalkan diterapkan Amerika pada hari Senin (10/6), terhadap Meksiko, dengan ini ditangguhkan tanpa batas waktu," ujar Presiden Trump di Twitter.

Pejabat-pejabat Amerika dan Meksiko hari Jumat (7/6) kembali ke meja perundingan untuk pembicaraan hari ketiga guna menemukan cara membendung arus migran Amerika Tengah melintasi perbatasan selatan Amerika yang telah mengancam perdagangan antara kedua negara bertetangga itu.

Perang dagang Trump dengan Meksiko dan negara-negara lain tampaknya mengkhawatirkan perusahaan-perusahaan Amerika sehingga mereka berhenti merekrut pekerja baru, dan hanya menambah 75 ribu pekerja pada bulan Mei, jauh lebih sedikit dari 180 ribu yang diperkirakan para ekonom, demikian dilaporkan Departemen Tenaga Kerja hari Jumat.

Meskipun tingkat pengangguran stabil pada 3,6 %, level terendah dalam 50 tahun, angka hari Jumat merupakan sinyal terbaru bahwa walaupun sehat, ekonomi Amerika melemah. Manufaktur, yang sangatpeka terhadap perselisihan dagang, hanya menambah 3.000 pekerjaan, memperpanjang keterbatasan perekrutan tenaga kerja dalam sektor tersebut.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di Seoul persis tengah malam, beberapa jam setelah ia dilaporkan hilang pada Kamis. Sehari sebelumnya, ...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kantor berita milik pemerintah Korea Utara, KCNA, Jumat (10/7), melaporkan K...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevaluasi tanggapan badan tersebut terhadap pandemi COVID-19. Berbicara kepada negara-negara anggota dari ...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

ANOTHER NEWS
Saham Dow Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Kembali Catat Rekor Penutupan
Saturday, 11 July 2020 03:29 WIB Saham AS berakhir lebih tinggi dalam perdagangan tipis Jumat ini, mendapat dorongan dari berita positif tentang pengobatan virus corona. Saham Dow Jones Industrial Average naik sekitar 369 poin, atau 1,4%, berakhir di dekat level 26.075, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.