Selain AS, Tiongkok Takut Sebagian Besar Pengaruh Jepang di Laut yang Sengketa
Wednesday, 22 May 2019 23:37 WIB | GLOBAL |Global

Jepang membentuk diri sebagai saingan utama China di Laut Cina Selatan yang disengketakan karena memiliki pendekatan berkelanjutan dan multi-cabang dan serangkaian alasan unik untuk menguji pengaruh Beijing yang semakin meningkat, kata para analis.

Negara ini telah muncul sejak 2017 sebagai kekuatan di laut. Ini bekerja dengan Amerika Serikat pada latihan bersama angkatan laut termasuk satu dari 2-8 Mei yang juga melibatkan kapal perang dari India dan Filipina. Jepang secara terpisah telah mengirim kapal induk helikopter kelas Izumo ke laut setidaknya empat kali sejak 2017. Tahun itu, Jepang mengadakan tur tiga bulan.

Jepang, tidak seperti Amerika Serikat, membantu penuntut Asia Tenggara ke Laut Cina Selatan mengembangkan infrastruktur dan kekuatan maritim. Pejabat Jepang tidak mengklaim laut, tetapi sengketa wilayah terpisah dengan China memotivasi mereka untuk mengawasi pengaruh Cina. Warga Jepang cenderung mendukung kebijakan luar negeri yang menargetkan China, kata para analis.

"Di bawah (Perdana Menteri Jepang Shinzo) Abe, Tokyo telah meningkatkan keterlibatan pertahanan dan keamanan di Asia Tenggara, tidak terkecuali dengan Laut Cina Selatan dalam pikiran," kata Collin Koh, rekan peneliti keamanan laut di Nanyang Technological University di Singapura. "Saya percaya Beijing akan ... khawatir tentang Jepang menggunakan Laut Cina Selatan."

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Trump: AS "Tak Ingin Perang" dengan Iran
Monday, 24 June 2019 19:44 WIB

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan œtidak ingin berperang dengan Iran dan bersedia berunding tanpa prasyarat dengan para pemimpin negara itu, tetapi dengan alasan apapun Republik Islam Iran tidak boleh membuat senjata nuklir dalam jumlah besar. Dalam program œMeet the Press di stasi...

Kim Jong Un Memuji Isi Surat Pribadi dari Trump
Monday, 24 June 2019 13:46 WIB

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menerima surat pribadi dari Presiden AS Donald Trump dan dia sedang mempertimbangkan isinya, media pemerintah Korea Utara melaporkan hari Minggu (23/6). Kantor Berita Pusat Korea resmi memuat foto Kim yang sedang memegang surat dan menekuni tulisannya, tampaknya den...

Pertemuan Pyongyang dipandang sebagai pendukung Xi jelang pembicaraan dengan Trump
Friday, 21 June 2019 23:37 WIB

Kunjungan kenegaraan dua hari Presiden Cina Xi Jinping ke Korea Utara tidak mungkin terjadi pada waktu yang lebih baik bagi kedua negara, kata para analis. Untuk Pyongyang, ini bisa membantu membuka jalan kembali ke negosiasi dengan Amerika Serikat. Untuk Beijing, kata mereka, ini memberi Xi Jinping...

AS-Iran Semakin Dekat ke Perang
Friday, 21 June 2019 18:25 WIB

Ketegangan antara Amerika dan Iran bergerak semakin dekat ke arah konflik bersenjata, Kamis (20/6), setelah pesawat pengintai nirawak Amerika (drone) Global Hawk jatuh di atas Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menyebut perkembangan itu sebagai "kesalahan yang sangat buruk." Ketika bertemu Perd...

Iran Tembak Jatuh Pesawat Nirawak AS
Friday, 21 June 2019 09:35 WIB

Iran menembak jatuh pesawat tak nirawak AS dalam sebuah insiden yang menurut pejabat Iran terjadi di wilayah negara itu tetapi pejabat AS mengatakan terjadi di wilayah udara internasional. Juru bicara Komando Pusat AS Kapten Bill Urban, Kamis mengatakan, sebuah rudal darat-ke-udara Iran menembak ja...

ANOTHER NEWS
Saham AS Dibuka Sedikit Lebih Tinggi Seiring Investor Melihat Pertemuan Trump-Xi Akhir Pekan Ini
Monday, 24 June 2019 20:48 WIB Saham AS dibuka dengan keuntungan kecil pada hari Senin seiring para investor melihat ke depan untuk pertemuan akhir pekan ini antara Presiden Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping. Analis menghubungkan nada positif dengan harapan pertemuan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.