Perang Dagang Persulit Bisnis Eropa di China
Tuesday, 21 May 2019 18:31 WIB | GLOBAL |Global

Perang dagang AS “ China tidak membuat bisnis jadi mudah untuk perusahaan-perusahaan Eropa di China. Lebih dari sepertiga merasakan dampak langsung terhadap bisnis mereka dan khawatir situasinya akan bertambah buruk dalam minggu-minggu mendatang.

œMereka merasa lebih cemas dibanding tahun lalu, ketegangan yang meningkat yang kini kita hadapi dan tampaknya ini tidak akan terselesaikan dengan cepat, demikian kata Wakil Ketua Kamar Dagang Eropa Charlotte Roule kepada VOA.

Konflik perdagangan itu muncul setelah ada masalah-masalah lain yang dihadapi bisnis Eropa di China.

œTantangan makro ekonomi seperti, perlambatan ekonomi China dan global, merisaukan mereka, kata Roule.

Dalam survei yang diselenggarakan Januari lalu dan diterbitkan pada Senin (20/5), Kamar Dagang Eropa di China melaporkan perang dagang telah berdampak pada 25 persen anggota karena terlibat dalam ekspor ke Amerika lewat operasi mereka di China

Sejak Januari, Amerika telah memperluas langkah pemberlakuan tarif terhadap produk buatan China, sementara Beijing juga mengumumkan seperangkat langkah balasannya. Langkah-langkah ini akan berdampak pada sejumlah besar bisnis Eropa, termasuk yang mengimpor produk dari Amerika.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pihak-pihak Oposisi Inggris Telah Menolak Kesepakatan Brexit Terbaru
Friday, 18 October 2019 17:04 WIB

Para pemimpin Uni Eropa berharap Parlemen Inggris akan memilih untuk mendukung kesepakatan Brexit terbaru yang akan terjadi sebelum pertemuan anggota parlemen Sabtu, tetapi partai-partai oposisi sudah mengatakan mereka tidak akan melakukannya. Perdana Menteri Boris Johnson dan Uni Eropa mencapai ke...

Mantan Penjaga Kamp Nazi Berusia 93 Tahun Diadili di Jerman
Friday, 18 October 2019 10:45 WIB

Seorang mantan penjaga kamp konsentrasi Nazi berusia 93 tahun, pada Kamis (17/10), menjalani sidang pengadilan di Jerman karena bersekongkol membunuh lebih dari lima ribu orang. Bruno Dey berusia 17 tahun ketika ia mulai bekerja sebagai penjaga di kamp konsentrasi Stutthof, di dekat kota yang dulu ...

Wapres AS Desak Erdogan Hentikan Serangan terhadap Laskar Kurdi
Friday, 18 October 2019 04:56 WIB

Wakil Presiden AS Mike Pence, Kamis (17/10), mendesak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan gencatan senjata untuk mengakhiri serangan militernya terhadap laskar Kurdi di Suriah Utara. Hal tersebut adalah ofensif yang dimulai Erdogan setelah Presiden Donald Trump menarik hampir seluruh tenta...

Inggris Hadapi Kesempatan Terakhir untuk Menghindari Brexit Tanpa Kesepakatan atau Penundaan
Thursday, 17 October 2019 17:25 WIB

Uni Eropa memperingatkan bahwa KTT hari Kamis mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk menghindari pilihan antara penundaan lain untuk Brexit dan kerusakan ekonomi Inggris bila meninggalkan UE tanpa kesepakatan. Prospek kesepakatan pada pertemuan para pemimpin penting UE di Brussels mengalami kemu...

Menlu AS Kembali Serukan 'Solusi Manusiawi' atas Situasi di Hong Kong
Thursday, 17 October 2019 10:47 WIB

Pejabat Amerika memperbaharui seruan mereka bagi solusi œmanusiawi atas situasi di Hong Kong, di mana protes terus berlangsung dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir. Dalam wawancara dengan Fox Business Network hari Rabu (16/10) Menlu AS Mike Pompeo mengatakan pemrotes Hong Kong minta pemerin...

ANOTHER NEWS
Stocks open lower, but still head for a winning week on better-than-expected earnings | Saham AS dibuka lebih rendah, tetapi menuju kenaikan mingguan
Friday, 18 October 2019 20:53 WIB Saham dibuka lebih rendah pada Jumat ini seiring menuju kenaikan mingguan pertama pada musim pendapatan. Saham Dow Jones Industrial Average diperdagangkan 46 poin lebih rendah, atau 0,2%. S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.