Saudi: Pasokan Minyak Dunia Mencukupi dan Cadangan Bertambah
Monday, 20 May 2019 23:58 WIB | GLOBAL |Global

Pasokan minyak mencukupi dan cadangan bertambah meskipun terjadi penurunan produksi besar-besaran dari Venezuela dan Iran, ujar gembong OPEC, Arab Saudi, dan produsen utama Uni Emirat Arab (UEA), hari Minggu ,sementara negara-negara pengekspor minyak (OPEC) bertemu di Jeddah.

Negara-negara produsen minyak bertemu untuk membahas cara menstabilkan pasar yang bergejolak di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika dan Iran di Teluk, yang mengancam akan mengganggu pasokan global. Tetapi, "Kami melihat, persediaan minyak meningkat dan pasokan banyak," ujar Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih kepada wartawan pada awal pertemuan itu.

Menteri Energi UEA Suheil al-Mazrouei mengatakan tidak perlu melonggarkan kesepakatan kelompok OPEC+ untuk mengurangi produksi sampai 1,2 juta barel per hari guna menopang harga.

Pertemuan itu dilakukan beberapa hari setelah serangan sabotase terhadap tanker-tanker di perairan Teluk yang sangat sensitif dan serangan bom terhadap pipa minyak Arab Saudi - yang diklaim pemberontak Yaman yang bersekutu dengan Iran. Tetapi Falih hari Minggu menegaskan, instalasi minyak kerajaan itu dilindungi dengan baik.

Pertemuan itu juga terjadi sementara dampak penuh sanksi Amerika yang diterapkan kembali terhadap Iran, mulai berlaku, mengurangi ekspor minyak mentah republik Islam itu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pompeo Batalkan Lawatan ke Sri Lanka
Thursday, 20 June 2019 10:29 WIB

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo membatalkan lawatannya ke Sri Lanka, dalam kunjungan ke kawasan Indo-Pasifik yang sebagian di antaranya bertujuan untuk mendampingi Presiden Donald Trump ke KTT G20 di Jepang. Kedutaan Besar Amerika di Sri Lanka mengutip œtumpang tindihnya jadwal yang tidak dapat d...

Agen Federal Sita 16 Juta Ton Kokaina di Pelabuhan Philadelphia
Wednesday, 19 June 2019 23:28 WIB

Otoritas federal mengumumkan salah satu penggerebekan narkoba terbesar dalam sejarah Amerika. Petugas penegak hukum, Selasa (17/6), menyita lebih dari 16 juta ton kokaina dari kapal yang merapat di Terminal Packer Marine di Philadelphia. Bila dijual, nilai kokaina itu diperkirakan $1 miliar atau Rp...

AS Tidak Upayakan Kesepakatan Tarik Pasukan dengan Taliban
Wednesday, 19 June 2019 18:39 WIB

Amerika, Selasa (18/6), secara eksplisit menyatakan pihaknya sedang mengupayakan perjanjian perdamaian yang komprehensif dengan Taliban. Perjanjian itu akan mencakup jaminan kontraterorisme, penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan, pembicaraan intra-Afghanistan untuk mendapatkan penyelesaian poli...

Pemimpin Hong Kong Minta Maaf kepada Para Demonstran
Wednesday, 19 June 2019 12:58 WIB

Pemimpin Hong Kong yang pro-Beijing Carrie Lam hari Selasa (18/6) meminta maaf atas krisis politik dan kerusuhan yang dipicu oleh rancangan undang-undang, yang akan memungkinkan ekstradisi ke China daratan. Tetapi ia tidak tunduk pada tuntutan demonstran agar ia mundur terkait penanganannya terhadap...

Trump Pangkas Bantuan ke Amerika Tengah Atas Maraknya Kedatangan Migran
Tuesday, 18 June 2019 23:43 WIB

Pemerintahan Trump hari Senin mengumumkan rencana untuk memangkas bantuan ratusan juta dolar kepada El Salvador, Guatemala dan Honduras. Berita itu muncul setelah Presiden Amerika Donald Trump mengkritik ribuan migran Amerika Tengah yang datang ke Amerika untuk mencari suaka di perbatasan Amerika de...

ANOTHER NEWS
Pompeo Batalkan Lawatan ke Sri Lanka
Thursday, 20 June 2019 10:29 WIB Menteri Luar Negeri Mike Pompeo membatalkan lawatannya ke Sri Lanka, dalam kunjungan ke kawasan Indo-Pasifik yang sebagian di antaranya bertujuan untuk mendampingi Presiden Donald Trump ke KTT G20 di Jepang. Kedutaan Besar Amerika di Sri Lanka...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.