Ketegangan Perdagangan Terlihat Memperketat Pasar Kerja untuk Lulusan Cina
Saturday, 18 May 2019 00:13 WIB | GLOBAL |Global

Sejumlah rekor 8,34 juta lulusan universitas akan memasuki pasar kerja Cina musim panas ini di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing.

Pengamat mengatakan bahwa ketika ekonomi yang bergantung pada ekspor Tiongkok bersiap untuk lebih banyak hit dari kenaikan tarif, yang baru-baru ini diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump, pasar kerja negara itu akan lebih ketat untuk semua orang termasuk lulusan baru.

Dan dampak dari ketidaksesuaian pekerjaan di antara lulusan perguruan tinggi telah lama menimbang tingkat pekerjaan mereka yang sebenarnya hanya 52% tahun ini, menurut survei terbaru.

Itu berarti lebih dari 4 juta lulusan akan segera bergabung dengan jajaran mereka yang menganggur, meskipun banyak dari mereka mungkin memilih untuk melanjutkan pendidikan tinggi, survei menemukan.

Lulusan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan pekerjaan atau puas dengan pekerjaan yang memiliki gaji lebih rendah atau prospek karier yang buruk, kata Crothall.

Yang memperburuk keadaan, jumlah peluang kerja di China semakin berkurang ketika Cina mencoba untuk beralih dari industri padat karya, kata Wang Zhangcheng, kepala Institut Ekonomi Tenaga Kerja di Universitas Ekonomi dan Hukum Zhongnan.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Militer AS Klaim Kerjasama Semakin Erat dengan Turki di Suriah
Friday, 20 September 2019 16:57 WIB

Pejabat militer senior Amerika mengatakan, kemajuan mengesankan terjadi dalam kerjasama dengan sekutu NATO-nya, Turki di Suriah timur laut. Tetapi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Turki akan mengambil tindakan unilateral terhadap sekutu Washington yang penting di Suriah kalau tuntu...

Menlu AS: Ada Informasi Penting untuk Trump Setelah Pembicaraan di Timteng
Friday, 20 September 2019 10:16 WIB

Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo, Kamis (19/9) mengatakan ia memiliki œinformasi penting untuk Presiden Donald Trump mengenai acara menanggapi serangan baru-baru ini terhadap fasilitas-fasilitas minyak Arab Saudi, setelah ia bertemu dengan para pemimpin di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab...

Pemerintahan Trump akan Tindak San Francisco Terkait Tunawisma
Thursday, 19 September 2019 23:38 WIB

Presiden AS Donald Trump mengatakan, pemerintahnya akan menyatakan kota San Francisco melanggar peraturan lingkungan terkait populasi tunawismanya. Berbicara ke wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, Rabu malam (19/9), Trump mengatakan, sampah-sampah pada sistem pembuangan kota itu mengaki...

2 Senator AS Peringatkan Trump Terkait Kesepakatan Nuklir dengan Saudi
Thursday, 19 September 2019 16:41 WIB

Dua senator AS memperingatkan pemerintahan Trump mengenai kesepakatan kerja sama nuklir dengan Arab Saudi, khawatir akan memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah yang bergejolak. "Berbagi teknologi nuklir dengan Arab Saudi, terutama tanpa pengamanan yang memadai, akan memberi Riyadh alat ya...

Anggota Kongres AS Janji Dukung Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong
Thursday, 19 September 2019 10:30 WIB

Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) minggu depan akan mengambil tindakan untuk mulai meloloskan RUU untuk memberantas pelanggaran HAM di Hong Kong, sebuah tindakan guna memberi dukungan jangka panjang kepada para aktivis demokrasi di sana. Jika disahkan, RUU itu akan memungkinkan Presiden Donald T...

ANOTHER NEWS
Saham HK Ditutup Turun pada Jumat ini (Review)
Saturday, 21 September 2019 03:33 WIB Saham-saham Hong Kong mengakhiri pekan dengan penurunan di Jumat ini karena para pelaku pasar resah atas dampak dari protes terhadap ekonomi di kota tersebut. Indeks Hang Seng tergelincir 0,13 persen, atau 33,28 poin, menjadi 26,435,67. Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.