Diduga Terlibat Penipuan Pernikahan, 50 Orang Ditangkap di AS
Tuesday, 14 May 2019 23:41 WIB | GLOBAL |Global

Pihak berwenang Amerika menyatakan telah menangkap 50 orang terkait dengan apa yang disebut jaksa œskema penipuan pernikahan berskala besar yang bertujuan untuk mengelak dari undang-undang imigrasi.

Menurut dakwaan grand jury pekan lalu, skema itu dijalankan di negara bagian Texas, dan melibatkan orang-orang yang berdomisili di sana dan di Vietnam.

Dokumen pengadilan membeberkan pengaturan di mana mereka yang ingin memperoleh status penduduk tetap di Amerika Serikat membayar antara 50 ribu dan 70 ribu dolar ke organisasi yang dipimpin Ashley Yen Nguyen.

Orang-orang itu kemudian dipasangkan dengan seorang warga negara Amerika yang direkrut organisasi tersebut, yang akan diberi sebagian pembayaran dan dalam beberapa kasus akan merekrut warga negara lainnya untuk ambil bagian juga dalam skema tersebut.

Agar aplikasi imigrasi mereka terlihat sah, pihak berwenang menyatakan organisasi itu membantu mereka yang terlibat dalam membuat album foto pernikahan dan menyediakan dokumen palsu terkait pajak, tagihan listrik dan air serta catatan kepegawaian.

Surat dakwaan terhadap orang-orang tersebut mencakup tuntutan terhadap 96 orang, termasuk penipuan pernikahan, penipuan surat pos, penipuan imigrasi, berbohong di bawah sumpah dan mengganggu saksi mata.

œPenipuan pernikahan adalah kejahatan serius, kata direktur distrik Houston Layanan Warganegara dan Imigrasi AS (USCIS). USCIS tetap teguh pada komitmen untuk memastikan keamanan nasional, keamanan publik dan integritas sistem imigrasi.

Para jaksa menyatakan pernikahan palsu itu mencakup pasangan yang tidak pernah tinggal bersama dan tidak bermaksud tinggal bersama, yang bertemu sebentar sebelum mengajukan aplikasi untuk mendapat akta nikah apabila mereka memang benar-benar bertemu langsung, dan mereka yang menikah berdasarkan pengaturan dengan imbalan uang yang diatur organisasi Nguyen.

Proses menjadi seorang warga negara Amerika untuk meminta status penduduk tetap bagi pasangannya sangat luas. USCIS meminta berbagai dokumen seperti akta nikah, sewa atau kepemilikan properti secara bersama, penggabungan finansial mereka serta pernyataan tertulis dari orang-orang yang menegaskan bahwa pernikahan itu bonafide.

Juga ada banyak formulir yang harus diserahkan warga negara Amerika dan pasangannya, serta wawancara pasangan bersangkutan, dengan disertai peringatan bahwa memberikan informasi palsu dapat dikenai tuntutan pidana.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS

AS Memulihkan Tubuh Personil Militer yang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Afghanistan
Wednesday, 29 January 2020 11:11 WIB

Pasukan AS yang bekerja di sebagian besar wilayah yang dikuasai Taliban di Afghanistan telah menemukan sisa-sisa dua personil militer yang tewas ketika pesawat mereka jatuh di provinsi Ghazni di negara itu. Para pejabat mengatakan pasukan juga menemukan apa yang mereka yakini sebagai perekam data p...

Inggris Beri Akses Terbatas untuk Jaringan 5G Huawei
Tuesday, 28 January 2020 23:50 WIB

Inggris, Selasa (28/1) memutuskan memberi akses terbatas bagi Huawei untuk membangun beberapa bagian jaringan seluler berkecepatan tinggi terbarunya. Ini merupakan suatu kemunduran bagi AS, yang mendorong sekutu-sekutunya untuk melarang perusahaan China tersebut. Pemerintah Inggris menyatakan tidak...

Sebagian Negara Ingin Evakuasi Mahasiswa dari Wuhan
Tuesday, 28 January 2020 18:06 WIB

Sebagian negara mengevakuasi mahasiswa dan warga mereka dari China, yang sedang dilanda wabah virus corona. Namun, sebagian lagi memilih membiarkan warga mereka tetap berada di Wuhan, kota kampus di mana virus itu dilaporkan bermula. Sekitar 500 mahasiswa Bangladesh termasuk yang terperangkap di Wu...

Trump Tawarkan Bantu China Perangi Wabah Virus Corona
Tuesday, 28 January 2020 11:05 WIB

Presiden Amerika Donald Trump menawarkan China bantuan yang dibutuhkan untuk melawan wabah virus corona yang mematikan, yang sejauh ini telah menewaskan 81 orang. Di Twitter hari pada Senin (27/1), Trump menulis, "Kita berkomunikasi sangat erat dengan China mengenai virus ini." Ditambahkan, "Kami m...

PM China Kunjungi Wuhan Sementara Angka Kematian Capai 80
Monday, 27 January 2020 23:26 WIB

Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi kota Wuhan pada hari Senin untuk bertemu dengan para pejabat kesehatan dan memeriksa tanggapan terhadap wabah virus corona yang telah menewaskan 80 orang. Wuhan adalah pusat wabah dan warga di kota itu dan beberapa kota lainnya menghadapi pembatasan keta...

ANOTHER NEWS
Dolar dalam permintaan jelang pengumuman Federal Reserve
Wednesday, 29 January 2020 15:52 WIB Mayoritas dolar AS menjadi mata uang pilihan dalam perdagangan awal di Eropa Rabu, didorong oleh tanda-tanda penguatan ekonomi menjelang pertemuan terbaru Federal Reserve. Pada 03:15 pagi waktu timur AS (0815 GMT), Indeks berjangka Dolar AS, yang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.