Biden Umumkan Maju dalam Pemilihan Presiden 2020
Friday, 26 April 2019 02:33 WIB | GLOBAL |Global

Mantan wakil presiden Amerika Joe Biden telah mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan diri untuk dinominasikan sebagai calon presiden partai Demokrat tahun 2020. Ini segera melejitkannya ke posisi puncak di tengah-tengah banyaknya pesaing di partai Demokrat yang ingin menantang Presiden Donald Trump dalam pemilihan mendatang.

Senator kawakan dari Delaware yang menjadi wakil presiden dalam dua masa jabatan pada pemerintahan Obama itu telah menyaingi Senator Vermont Bernie Sanders dan para kandidat calon presiden lainnya dari partai Demokrat dalam berbagai jajak pendapat belakangan ini, meskipun belum jelas apakah ia mampu menandingi kemampuan mereka dalam menggalang dana. Pengalamannya dalam bidang hubungan luar negeri, hukum dan kebijakan dalam negeri tidak tertandingi para kandidat calon presiden lainnya.

Dalam pesan yang dirilis Kamis pagi, Biden menyatakan nilai-nilai inti Amerika Serikat dan posisinya di dunia sedang dipertaruhkan.

Biden terjun dalam politik nasional hampir sepanjang kariernya. Setelah menang pertama kali dalam perebutan kursi Senat tahun 1972, ia bekerja selama 36 tahun sebagai Senator. Ia kemudian menjabat wakil presiden Barack Obama selama delapan tahun.

Ia telah dua kali mencalonkan diri sebagai presiden, mencalonkan diri pada tahun 1998 dan 2008, tetapi gagal mendapat cukup banyak dukungan ketika itu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pihak-pihak Oposisi Inggris Telah Menolak Kesepakatan Brexit Terbaru
Friday, 18 October 2019 17:04 WIB

Para pemimpin Uni Eropa berharap Parlemen Inggris akan memilih untuk mendukung kesepakatan Brexit terbaru yang akan terjadi sebelum pertemuan anggota parlemen Sabtu, tetapi partai-partai oposisi sudah mengatakan mereka tidak akan melakukannya. Perdana Menteri Boris Johnson dan Uni Eropa mencapai ke...

Mantan Penjaga Kamp Nazi Berusia 93 Tahun Diadili di Jerman
Friday, 18 October 2019 10:45 WIB

Seorang mantan penjaga kamp konsentrasi Nazi berusia 93 tahun, pada Kamis (17/10), menjalani sidang pengadilan di Jerman karena bersekongkol membunuh lebih dari lima ribu orang. Bruno Dey berusia 17 tahun ketika ia mulai bekerja sebagai penjaga di kamp konsentrasi Stutthof, di dekat kota yang dulu ...

Wapres AS Desak Erdogan Hentikan Serangan terhadap Laskar Kurdi
Friday, 18 October 2019 04:56 WIB

Wakil Presiden AS Mike Pence, Kamis (17/10), mendesak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan gencatan senjata untuk mengakhiri serangan militernya terhadap laskar Kurdi di Suriah Utara. Hal tersebut adalah ofensif yang dimulai Erdogan setelah Presiden Donald Trump menarik hampir seluruh tenta...

Inggris Hadapi Kesempatan Terakhir untuk Menghindari Brexit Tanpa Kesepakatan atau Penundaan
Thursday, 17 October 2019 17:25 WIB

Uni Eropa memperingatkan bahwa KTT hari Kamis mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk menghindari pilihan antara penundaan lain untuk Brexit dan kerusakan ekonomi Inggris bila meninggalkan UE tanpa kesepakatan. Prospek kesepakatan pada pertemuan para pemimpin penting UE di Brussels mengalami kemu...

Menlu AS Kembali Serukan 'Solusi Manusiawi' atas Situasi di Hong Kong
Thursday, 17 October 2019 10:47 WIB

Pejabat Amerika memperbaharui seruan mereka bagi solusi œmanusiawi atas situasi di Hong Kong, di mana protes terus berlangsung dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir. Dalam wawancara dengan Fox Business Network hari Rabu (16/10) Menlu AS Mike Pompeo mengatakan pemrotes Hong Kong minta pemerin...

ANOTHER NEWS
Stocks open lower, but still head for a winning week on better-than-expected earnings | Saham AS dibuka lebih rendah, tetapi menuju kenaikan mingguan
Friday, 18 October 2019 20:53 WIB Saham dibuka lebih rendah pada Jumat ini seiring menuju kenaikan mingguan pertama pada musim pendapatan. Saham Dow Jones Industrial Average diperdagangkan 46 poin lebih rendah, atau 0,2%. S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.