AS Kecam Putusan Myanmar Penjarakan 2 Wartawan Reuters
Thursday, 25 April 2019 19:15 WIB | GLOBAL |Global

Amerika hari Rabu (24/4) mengecam Keputusan Mahkamah Agung Myanmar yang membenarkan putusan bersalah terhadap dua wartawan Reuters, karena melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi negara itu dengan mengungkap pembantaian Muslim Rohingya oleh militer Myanmar.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, keputusan hari Selasa terhadap wartawan pemenang Hadiah Pulitzer, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, "meskipun ada penyimpangan serius dalam kasus terhadap mereka, memberi sinyal negatif yang mendalam tentang kebebasan berekspresi dan perlindungan wartawan di Burma," nama kolonial bagi negara di Asia tenggara itu.

Pernyataan itu mengatakan, AS "sangat prihatin dengan penangkapan baru-baru ini terhadap wartawan, aktivis politik, dan anggota masyarakat sipil di Burma. Kami mendesak Burma untuk melindungi kebebasan yang diperoleh dengan susah payah, mencegah kemunduran lebih jauh atas demokrasi baru-baru ini, dan menyatukan kembali para wartawan itu dengan keluarga mereka.

Wa Lone dan Kyaw Soe Oo sedang meliput kampanye militer brutal di negara bagian Rakhine, yang memaksa hampir 700.000 Muslim Rohingya melintasi perbatasan Bangladesh pada Agustus 2017.

Mereka ditangkap Desember 2017 setelah bertemu dengan dua petugas polisi di sebuah restoran di Yangon dan diberi setumpuk dokumen. Kedua wartawan itu sedang menyelidiki pembantaian terhadap 10 warga Rohingya oleh polisi dan tentara di desa Inn Din. Mereka dinyatakan bersalah September lalu dan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

2 Senator AS Peringatkan Trump Terkait Kesepakatan Nuklir dengan Saudi
Thursday, 19 September 2019 16:41 WIB

Dua senator AS memperingatkan pemerintahan Trump mengenai kesepakatan kerja sama nuklir dengan Arab Saudi, khawatir akan memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah yang bergejolak. "Berbagi teknologi nuklir dengan Arab Saudi, terutama tanpa pengamanan yang memadai, akan memberi Riyadh alat ya...

Anggota Kongres AS Janji Dukung Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong
Thursday, 19 September 2019 10:30 WIB

Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) minggu depan akan mengambil tindakan untuk mulai meloloskan RUU untuk memberantas pelanggaran HAM di Hong Kong, sebuah tindakan guna memberi dukungan jangka panjang kepada para aktivis demokrasi di sana. Jika disahkan, RUU itu akan memungkinkan Presiden Donald T...

Korsel Cabut Jepang dari Daftar Negara Penerima Layanan Cepat Perdagangan
Wednesday, 18 September 2019 23:25 WIB

Korea Selatan merealisasikan janjinya untuk mencabut Jepang dari daftar negara pilihan yang mendapatkan layanan perdagangan jalur cepat “ sebuah langkah yang mempertegas pertikaian diplomatik yang meningkat terkait pendudukan Jepang pada abad ke-20 di Semenanjung Korea. Pencabutan Tokyo dari daft...

AS Gugat Pelapor Snowden Terkait Buku Baru
Wednesday, 18 September 2019 17:36 WIB

Amerika Serikat menggugat mantan karyawan CIA dan NSA, Edward Snowden, karena diduga melanggar perjanjian kerahasiaan yang ia tandatangani sebelum menerbitkan buku barunya. Departemen Kehakiman menuduh Snowden tidak memenuhi kesepakatan untuk menyerahkan draft buku "Permanent Record" kepada kedua l...

Trump Klaim AS Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Jepang
Wednesday, 18 September 2019 10:44 WIB

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (16/9) bahwa Washington telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tokyo. Hal tersebut dapat dilakukan tanpa persetujuan kongres. Dalam suratnya kepada Kongres AS yang dirilis oleh Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa ia bermaksud untuk membuat...

ANOTHER NEWS
Saham AS dibuka sedikit naik, didukung oleh reli saham teknologi
Thursday, 19 September 2019 20:48 WIB Saham AS dibuka sedikit lebih tinggi pada Kamis, dengan saham teknologi memimpin kenaikan. Saham Dow Jones Industrial Average menguat 73 poin, atau 0,2%, ke level 27.220, sementara Indeks S&P 500 naik 8 poin, atau 0,3%, ke level 3.015. Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.