Gempa di Filipina Akibatkan Korban Tewas
Tuesday, 23 April 2019 04:00 WIB | GLOBAL |Global

Gempa kuat di Filipina utara, Senin (22/4), mengakibatkan beberapa orang tewas, dan menjebak lainnya dalam gedung-gedung serta merusak bandara sekunder di ibu kota, Manila.

Gempa itu menghantam pulau Luzon dengan kekuatan 6,3 pada skala Richter, dan berpusat sekitar 60 kilometer dari ibu kota Manila, menurut survei Geologi Amerika.

Bandara Internasional Clark, bekas pangkalan militer Amerika yang sekarang berfungsi sebagai bandara sekunder Manila, ditutup Senin (22/4) setelah gempa merusak konter check-in dan langit-langit.

Para saksi mata melaporkan mereka melihat gedung-gedung pencakar langit di ibu kota Manila bergoyang ketika berlangsunggempa. Beberapa orang di kota Porac diyakini terperangkap di dalam gedung berlantai empat. Di tempat itu tiga mayat ditemukan, menurut kantor berita Prancis, AFP.

Filipina, bagian dari œCincin Api Pasifik, gugusan gunung berapi dan garis patahan yang meliputi Jepang yang rawan gempa dan membentang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

2 Senator AS Peringatkan Trump Terkait Kesepakatan Nuklir dengan Saudi
Thursday, 19 September 2019 16:41 WIB

Dua senator AS memperingatkan pemerintahan Trump mengenai kesepakatan kerja sama nuklir dengan Arab Saudi, khawatir akan memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah yang bergejolak. "Berbagi teknologi nuklir dengan Arab Saudi, terutama tanpa pengamanan yang memadai, akan memberi Riyadh alat ya...

Anggota Kongres AS Janji Dukung Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong
Thursday, 19 September 2019 10:30 WIB

Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) minggu depan akan mengambil tindakan untuk mulai meloloskan RUU untuk memberantas pelanggaran HAM di Hong Kong, sebuah tindakan guna memberi dukungan jangka panjang kepada para aktivis demokrasi di sana. Jika disahkan, RUU itu akan memungkinkan Presiden Donald T...

Korsel Cabut Jepang dari Daftar Negara Penerima Layanan Cepat Perdagangan
Wednesday, 18 September 2019 23:25 WIB

Korea Selatan merealisasikan janjinya untuk mencabut Jepang dari daftar negara pilihan yang mendapatkan layanan perdagangan jalur cepat “ sebuah langkah yang mempertegas pertikaian diplomatik yang meningkat terkait pendudukan Jepang pada abad ke-20 di Semenanjung Korea. Pencabutan Tokyo dari daft...

AS Gugat Pelapor Snowden Terkait Buku Baru
Wednesday, 18 September 2019 17:36 WIB

Amerika Serikat menggugat mantan karyawan CIA dan NSA, Edward Snowden, karena diduga melanggar perjanjian kerahasiaan yang ia tandatangani sebelum menerbitkan buku barunya. Departemen Kehakiman menuduh Snowden tidak memenuhi kesepakatan untuk menyerahkan draft buku "Permanent Record" kepada kedua l...

Trump Klaim AS Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Jepang
Wednesday, 18 September 2019 10:44 WIB

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (16/9) bahwa Washington telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tokyo. Hal tersebut dapat dilakukan tanpa persetujuan kongres. Dalam suratnya kepada Kongres AS yang dirilis oleh Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa ia bermaksud untuk membuat...

ANOTHER NEWS
Saham AS dibuka sedikit naik, didukung oleh reli saham teknologi
Thursday, 19 September 2019 20:48 WIB Saham AS dibuka sedikit lebih tinggi pada Kamis, dengan saham teknologi memimpin kenaikan. Saham Dow Jones Industrial Average menguat 73 poin, atau 0,2%, ke level 27.220, sementara Indeks S&P 500 naik 8 poin, atau 0,3%, ke level 3.015. Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.