Pemilihan Presiden Ukraina, Pelawak Zelenskiy Menang
Monday, 22 April 2019 20:27 WIB | GLOBAL |Global

Volodymyr Zelenskiy, aktor televisi berusia 41 tahun, menang telak dalam pemilihan presiden Ukraina pada Minggu (22 April), dengan hasil exit poll menunjukkan ia meraih sekitar 73 persen suara pada putaran final - hampir tiga kali lebih banyak dari pesaingnya, presiden petahana Petro Poroshenko.

Mengaku kalah pada Minggu malam, Poroshenko mengucapkan selamat kepada Zelenskiy, dan menambahkan, "Saya akan meninggalkan jabatan, tetapi saya ingin mengumumkan dengan tegas: Saya tidak akan meninggalkan politik."

Zelenskiy menggabungkan kampanye media sosial yang apik dengan citranya sebagai orang luar, memanfaatkan gelombang kemarahan publik terhadap politik lama Ukraina: kronisme dan korupsi.

Kritikus menyorot hubungan Zelenskiy dengan penguasa oligarki di pengasingan Ihor Kolomoisky, yang dituduh melakukan penipuan bank dan pemilik stasiun televisi +1 +1 yang menyiarkan acaranya.

Zelenskiy berjanji melanjutkan Ukraina yang pro-Barat, lima tahun setelah Rusia mencaplok Krimea dan menginvasi Ukraina timur.

Poroshenko diperkirakan menyerahkan kekuasaan bulan depan, memungkinkan pelawak yang berperan sebagai presiden dalam acara televisi itu menjabat presiden dalam dunia nyata. Ini adalah langkah besar menuju politik yang tidak diketahui dan merupakan indikasi betapa putus asa orang Ukraina terhadap perubahan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Trump Batalkan Rencana KTT G7 di Resor Golf Miliknya
Monday, 21 October 2019 10:30 WIB

Dalam rangkaian cuitan di Twitter Sabtu (20/10) malam, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia membatalkan rencana penyelenggaraan KTT G-7 tahun depan di resor golf miliknya di Miami, Florida. Trump pekan lalu mengukuhkan rencana mengadakan KTT tahunan itu di Trump National Doral, tetapi rencananya ...

Pertempuran di Suriah Berlanjut
Friday, 18 October 2019 23:31 WIB

Pertempuran di Suriah Timur Laut, Jumat (18/10) terus berlanjut, terlepas adanya perjanjian gencatan senjata yang diperantarai AS. Dentuman keras dan suara tembakan dapat terdengar. Asap tampak membubung di atas kota Ceylanpinar, sehari setelah Turki dan AS sepakat mengenai gencatan senjata lima ha...

Pihak-pihak Oposisi Inggris Telah Menolak Kesepakatan Brexit Terbaru
Friday, 18 October 2019 17:04 WIB

Para pemimpin Uni Eropa berharap Parlemen Inggris akan memilih untuk mendukung kesepakatan Brexit terbaru yang akan terjadi sebelum pertemuan anggota parlemen Sabtu, tetapi partai-partai oposisi sudah mengatakan mereka tidak akan melakukannya. Perdana Menteri Boris Johnson dan Uni Eropa mencapai ke...

Mantan Penjaga Kamp Nazi Berusia 93 Tahun Diadili di Jerman
Friday, 18 October 2019 10:45 WIB

Seorang mantan penjaga kamp konsentrasi Nazi berusia 93 tahun, pada Kamis (17/10), menjalani sidang pengadilan di Jerman karena bersekongkol membunuh lebih dari lima ribu orang. Bruno Dey berusia 17 tahun ketika ia mulai bekerja sebagai penjaga di kamp konsentrasi Stutthof, di dekat kota yang dulu ...

Wapres AS Desak Erdogan Hentikan Serangan terhadap Laskar Kurdi
Friday, 18 October 2019 04:56 WIB

Wakil Presiden AS Mike Pence, Kamis (17/10), mendesak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan gencatan senjata untuk mengakhiri serangan militernya terhadap laskar Kurdi di Suriah Utara. Hal tersebut adalah ofensif yang dimulai Erdogan setelah Presiden Donald Trump menarik hampir seluruh tenta...

ANOTHER NEWS
Minyak Jatuh seiring Kekhawatiran terhadap PDB China; Output Rusia Melonjak
Monday, 21 October 2019 12:39 WIB Harga minyak turun pada hari Senin di Asia di tengah berlanjutnya kekhawatiran tentang lemahnya pertumbuhan PDB China dan laporan bahwa Rusia kehilangan target untuk memangkas produksi minyak pada bulan September. Minyak Mentah AS WTI berjangka...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.