Setidaknya 138 Tewas di Sri Lanka dalam Serangan Paskah
Monday, 22 April 2019 10:51 WIB | GLOBAL |Global

Sri Lanka telah memberlakukan jam malam, efektif segera, setelah serangkaian ledakan pada  Minggu Paskah di gereja dan hotel.

Pemerintah mengatakan pihaknya juga memblokir akses ke media sosial dan aplikasi pengiriman pesan untuk mencegah penyebaran informasi dan rumor yang salah.

Paling tidak 138 orang tewas dan ratusan lainnya dirawat di rumah sakit akibat luka-luka dalam ledakan yang hampir bersamaan yang mengguncang tiga gereja dan tiga hotel mewah di Sri Lanka pada hari Paskah, kata seorang pejabat keamanan kepada The Associated Press, dalam kekerasan terburuk di negara Asia Selatan itu sejak sipil perang berakhir satu dekade lalu.

Dua dari ledakan itu diduga dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri, menurut pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena ia tidak berwenang untuk berbicara dengan wartawan. Para jamaah dan tamu hotel termasuk di antara yang tewas, kata pejabat itu.

Kemudian pada hari itu, seorang juru bicara militer Sri Lanka telah mengkonfirmasi dua ledakan lagi di luar ibukota.

Juru bicara, Brig. Atapattu, mengatakan ledakan ketujuh terjadi di sebuah wisma tamu di Dehiwala, menewaskan sedikitnya dua orang. Atapattu mengatakan ledakan kedelapan terjadi di Dematagoda di pinggiran Kolombo. Dia tidak memiliki rincian tentang ledakan Dematagoda.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

SpaceX Luncurkan Satelit Pertama Untuk Layanan Internetnya
Saturday, 25 May 2019 00:12 WIB

Sebuah roket SpaceX telah meluncurkan 60 satelit ke orbit. Satelit-satelit tersebut nantinya akan digunakan untuk memberikan layanan internet dari antariksa. Roket itu diluncurkan dari Cape Canaveral di Florida, Kamis malam (24/5). Peluncuran itu semula dijadwalkan pekan lalu, tetapi ditunda karen...

Menlu AS Tuduh Huawei Technologies Bohong soal Hubungannya dengan Beijing
Friday, 24 May 2019 18:54 WIB

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menuduh perusahaan raksasa telekomunikasi China Huawei Technologies berbohong tentang hubungan perusahaan dengan pemerintah Beijing. Dalam wawancara dengan jaringan televisi CNBC hari Kamis (23/5), Pompeo mengatakan Huawei ˜tidak saja terikat dengan pemerin...

Pentagon Bantah Laporan Penambahan Pasukan di Timteng
Friday, 24 May 2019 14:12 WIB

Pejabat Menteri Pertahanan Amerika Patrick Shanahan telah membantah laporan bahwa ada rencana mengirimkan antara 5.000 sampai 10 ribu tentara Amerika dikirim ke Timur Tengah guna menghadapi potensi ancaman dari Iran. œTidak ada 10 ribu, tidak ada 5.000, itu tidak akurat, kata Shanahan kepada p...

Pakistan Uji Coba Misil Balistik Yang Mampu Bawa Hulu Ledak Nuklir
Friday, 24 May 2019 01:56 WIB

Pakistan menyatakan telah berhasil melakukan ˜latihan peluncuran™ sebuah misil balistik yang mampu membawa hulu ledak konvensional dan nuklir hingga jarak 1.500 kilometer. Kegiatan tersebut berlangsung di tengah-tengah ketegangan militer yang meningkat antara Pakistan dan negara tetangganya, In...

Badan PBB Urusan Pengungsi Palestina Terancam Kekurangan Dana
Thursday, 23 May 2019 17:25 WIB

Badan PBB yang membantu pengungsi Palestina (UNRWA), Rabu (22/5), memperingatkan pihaknya hanya memiliki dana untuk beberapa minggu kecuali para donor bertindak cepat. œSaat ini, UNRWA hanya punya dana operasi hingga pertengahan Juni, demikian kata Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krähenbühl ...

ANOTHER NEWS
Bursa Saham HK Mengakhiri Pekan Dengan Catatan Positif (Review)
Saturday, 25 May 2019 03:23 WIB Saham ditutup pada hari Jumat dengan sedikit penguatan, mengakhiri pekan yang sulit tetapi investor tetap gelisah karena meningkatnya ketegangan antara China-AS. Indeks Hang Seng naik sebesar 0,32 persen, atau 86,80 poin, ke level...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.