Pakistan: Peningkatan Konflik Bisa Gagalkan Upaya Perdamaian di Afghanistan
Friday, 19 April 2019 11:03 WIB | GLOBAL |Global

Pakistan hari Kamis (18/4) memperingatkan bahwa peningkatan konflik bisa menggagalkan usaha perdamaian pimpinan Amerika di Afghanistan, tapi tidak mengutuk permulaan serangan musim semi yang dilancarkan Taliban di Afghanistan.

Taliban mengumumkan musim serangan baru Jumat lalu di tengah harapan akan tercapainya perundingan langsung dengan Amerika. Perundingan dengan Amerika itu tadinya diharapkan akan mencegah serangan Taliban yang biasa dimulai pada musim semi, dalam perang yang telah memasuki tahun ke-18.

Perunding utama Amerika Zalmay Khalilzad dengan cepat mengutuk serangan itu, karena katanya tidak akan mendorong perundingan damai. Ia juga menyerukan kepada Pakistan, Qatar, Rusia, China dan Iran supaya melakukan hal yang sama.

Juru bicara Kementerian LN Pakistan, Mohammed Faisal mengatakan prospek perdamaian di Afghanistan tampak semakin cerah setelah diadakannya perundingan langsung antara Amerika dan Taliban.

Pakistan sejak lama mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer untuk melawan Taliban, atau usaha memperlakukan kelompok itu sebagai œbukan entitas Afghanistan tidak akan membantu penyelesaian damai.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Anggota Kongres AS Janji Dukung Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong
Thursday, 19 September 2019 10:30 WIB

Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) minggu depan akan mengambil tindakan untuk mulai meloloskan RUU untuk memberantas pelanggaran HAM di Hong Kong, sebuah tindakan guna memberi dukungan jangka panjang kepada para aktivis demokrasi di sana. Jika disahkan, RUU itu akan memungkinkan Presiden Donald T...

Korsel Cabut Jepang dari Daftar Negara Penerima Layanan Cepat Perdagangan
Wednesday, 18 September 2019 23:25 WIB

Korea Selatan merealisasikan janjinya untuk mencabut Jepang dari daftar negara pilihan yang mendapatkan layanan perdagangan jalur cepat “ sebuah langkah yang mempertegas pertikaian diplomatik yang meningkat terkait pendudukan Jepang pada abad ke-20 di Semenanjung Korea. Pencabutan Tokyo dari daft...

AS Gugat Pelapor Snowden Terkait Buku Baru
Wednesday, 18 September 2019 17:36 WIB

Amerika Serikat menggugat mantan karyawan CIA dan NSA, Edward Snowden, karena diduga melanggar perjanjian kerahasiaan yang ia tandatangani sebelum menerbitkan buku barunya. Departemen Kehakiman menuduh Snowden tidak memenuhi kesepakatan untuk menyerahkan draft buku "Permanent Record" kepada kedua l...

Trump Klaim AS Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Jepang
Wednesday, 18 September 2019 10:44 WIB

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (16/9) bahwa Washington telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tokyo. Hal tersebut dapat dilakukan tanpa persetujuan kongres. Dalam suratnya kepada Kongres AS yang dirilis oleh Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa ia bermaksud untuk membuat...

Utusan China ke AS, Persiapkan Pembicaraan Perdagangan
Tuesday, 17 September 2019 23:26 WIB

China menyatakan seorang pejabat pemerintah akan bertolak ke Amerika Serikat pekan ini untuk meletakkan landasan bagi dimulainya pembicaraan perdagangan tingkat tinggi bulan depan. Kantor berita pemerintah Xinhua menyebutkan Deputi Menteri Keuangan Liao Min akan tiba di Washington hari Rabu (18/9) ...

ANOTHER NEWS
Penjualan ritel UK tergelincir 0,2% pada Agustus
Thursday, 19 September 2019 15:47 WIB Penjualan ritel UK turun 0,2% pada bulan Agustus, karena gain bulan sebelumnya dari Amazon Prime Day berbalik dengan penurunan ritel non-toko. Ekonom yang disurvei oleh FactSet memperkirakan penurunan 0,2%. Tingkat pertumbuhan tahun-ke-tahun...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.