Korea Utara Uji Coba Misil Taktis Baru
Thursday, 18 April 2019 12:55 WIB | GLOBAL |Global

Korea Utara telah menguji coba sebuah misil taktis baru dalam unjuk kemampuan terbaru militer Pyongyang, demikian laporan media pemerintah, Kamis.

Kim Jong Un mengawasi dan memandu uji coba pada hari Rabu dan menyebutnya operasi "sangat penting," kata kantor berita resmi KCNA.

Laporan KCNA itu tidak menguraikan jenis senjata yang diuji, tetapi istilah "taktis" menunjukkan bukan rudal balistik.

Meski demikian uji coba itu bisa dianggap sebagai peringatan bagi Amerika di tengah kebuntuan pembicaraan mengenai program nuklir Korea Utara.

"Kim sedang berupaya membuat pernyataan kepada pemerintahan Trump bahwa potensi militernya dari hari ke hari semakin meningkat, dan rezimnya frustrasi dengan kurangnya fleksibilitas Washington dalam perundingan baru-baru ini," kata Harry Kazianis, direktur Studi Korea pada Lembaga Pusat Kepentingan Nasional.

Seorang pejabat militer AS Rabu malam mengatakan Pentagon mengetahui uji coba tersebut namun tidak mengomentari lebih jauh.

Korea Utara belum melakukan uji coba nuklir atau misil jarak jauh selama lebih dari setahun, sejak Kim memulai pembicaraan dengan Amerika dan Korea Selatan.

Sebaliknya, Korea Utara melakukan provokasi berskala lebih kecil. Pada bulan November, Kim memantau uji coba yang juga dikatakan KCNA "senjata taktis berteknologi tinggi" yang baru dikembangkan. Pejabat A.S. tidak membesar-besarkan uji coba itu.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS

SpaceX Luncurkan Satelit Pertama Untuk Layanan Internetnya
Saturday, 25 May 2019 00:12 WIB

Sebuah roket SpaceX telah meluncurkan 60 satelit ke orbit. Satelit-satelit tersebut nantinya akan digunakan untuk memberikan layanan internet dari antariksa. Roket itu diluncurkan dari Cape Canaveral di Florida, Kamis malam (24/5). Peluncuran itu semula dijadwalkan pekan lalu, tetapi ditunda karen...

Menlu AS Tuduh Huawei Technologies Bohong soal Hubungannya dengan Beijing
Friday, 24 May 2019 18:54 WIB

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menuduh perusahaan raksasa telekomunikasi China Huawei Technologies berbohong tentang hubungan perusahaan dengan pemerintah Beijing. Dalam wawancara dengan jaringan televisi CNBC hari Kamis (23/5), Pompeo mengatakan Huawei ˜tidak saja terikat dengan pemerin...

Pentagon Bantah Laporan Penambahan Pasukan di Timteng
Friday, 24 May 2019 14:12 WIB

Pejabat Menteri Pertahanan Amerika Patrick Shanahan telah membantah laporan bahwa ada rencana mengirimkan antara 5.000 sampai 10 ribu tentara Amerika dikirim ke Timur Tengah guna menghadapi potensi ancaman dari Iran. œTidak ada 10 ribu, tidak ada 5.000, itu tidak akurat, kata Shanahan kepada p...

Pakistan Uji Coba Misil Balistik Yang Mampu Bawa Hulu Ledak Nuklir
Friday, 24 May 2019 01:56 WIB

Pakistan menyatakan telah berhasil melakukan ˜latihan peluncuran™ sebuah misil balistik yang mampu membawa hulu ledak konvensional dan nuklir hingga jarak 1.500 kilometer. Kegiatan tersebut berlangsung di tengah-tengah ketegangan militer yang meningkat antara Pakistan dan negara tetangganya, In...

Badan PBB Urusan Pengungsi Palestina Terancam Kekurangan Dana
Thursday, 23 May 2019 17:25 WIB

Badan PBB yang membantu pengungsi Palestina (UNRWA), Rabu (22/5), memperingatkan pihaknya hanya memiliki dana untuk beberapa minggu kecuali para donor bertindak cepat. œSaat ini, UNRWA hanya punya dana operasi hingga pertengahan Juni, demikian kata Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krähenbühl ...

ANOTHER NEWS
Bursa Saham HK Mengakhiri Pekan Dengan Catatan Positif (Review)
Saturday, 25 May 2019 03:23 WIB Saham ditutup pada hari Jumat dengan sedikit penguatan, mengakhiri pekan yang sulit tetapi investor tetap gelisah karena meningkatnya ketegangan antara China-AS. Indeks Hang Seng naik sebesar 0,32 persen, atau 86,80 poin, ke level...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.