Jepang Mulai Singkirkan Bahan Bakar di PLTN Fukushima
Tuesday, 16 April 2019 02:30 WIB | GLOBAL |Global

Operator pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima di Jepang mulai menyingkirkan batang-batang bahan bakar dari salah satu dari tiga reaktor yang mengalami kerusakan pada tahun 2011, hari Senin (15/4).

Tokyo Electric Power Company (TEPCO) mengatakan para pekerja mulai mengeluarkan unit-unit pertama bahan bakar yang belum dan telah terpakai dari kolam pendingin di reaktor 3.

Pelaksanaan operasi itu terlambat lebih dari empat tahun dari jadwal, dan mengalami penundaan sejenak Senin sore setelah terjadi masalah dengan peralatan, tetapi kemudian dilanjutkan setelah masalah itu diatasi.

TEPCO memperkirakan akan memakan waktu hingga dua tahun untuk menyingkirkan 566 batang bahan bakar nuklir dari reaktor itu.

Pekerjaan tersebut kini dilakukan dari jarak jauh, dari ruang kontrol sekitar 500 meter dari reaktor, karena tingkat radiasi didapati masih tinggi di dalam gedung Unit 3.

Unit-unit pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi mengalami kerusakan berat setelah gempa bumi besar, yang diikuti oleh tsunami yang menerjang Jepang pada tahun 2011, dan menewaskan sekitar 18 ribu orang serta memaksa evakuasi dari daerah-daerah dekat PLTN itu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pertempuran di Suriah Berlanjut
Friday, 18 October 2019 23:31 WIB

Pertempuran di Suriah Timur Laut, Jumat (18/10) terus berlanjut, terlepas adanya perjanjian gencatan senjata yang diperantarai AS. Dentuman keras dan suara tembakan dapat terdengar. Asap tampak membubung di atas kota Ceylanpinar, sehari setelah Turki dan AS sepakat mengenai gencatan senjata lima ha...

Pihak-pihak Oposisi Inggris Telah Menolak Kesepakatan Brexit Terbaru
Friday, 18 October 2019 17:04 WIB

Para pemimpin Uni Eropa berharap Parlemen Inggris akan memilih untuk mendukung kesepakatan Brexit terbaru yang akan terjadi sebelum pertemuan anggota parlemen Sabtu, tetapi partai-partai oposisi sudah mengatakan mereka tidak akan melakukannya. Perdana Menteri Boris Johnson dan Uni Eropa mencapai ke...

Mantan Penjaga Kamp Nazi Berusia 93 Tahun Diadili di Jerman
Friday, 18 October 2019 10:45 WIB

Seorang mantan penjaga kamp konsentrasi Nazi berusia 93 tahun, pada Kamis (17/10), menjalani sidang pengadilan di Jerman karena bersekongkol membunuh lebih dari lima ribu orang. Bruno Dey berusia 17 tahun ketika ia mulai bekerja sebagai penjaga di kamp konsentrasi Stutthof, di dekat kota yang dulu ...

Wapres AS Desak Erdogan Hentikan Serangan terhadap Laskar Kurdi
Friday, 18 October 2019 04:56 WIB

Wakil Presiden AS Mike Pence, Kamis (17/10), mendesak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan gencatan senjata untuk mengakhiri serangan militernya terhadap laskar Kurdi di Suriah Utara. Hal tersebut adalah ofensif yang dimulai Erdogan setelah Presiden Donald Trump menarik hampir seluruh tenta...

Inggris Hadapi Kesempatan Terakhir untuk Menghindari Brexit Tanpa Kesepakatan atau Penundaan
Thursday, 17 October 2019 17:25 WIB

Uni Eropa memperingatkan bahwa KTT hari Kamis mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk menghindari pilihan antara penundaan lain untuk Brexit dan kerusakan ekonomi Inggris bila meninggalkan UE tanpa kesepakatan. Prospek kesepakatan pada pertemuan para pemimpin penting UE di Brussels mengalami kemu...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai berakhir dengan penurunan (Review)
Saturday, 19 October 2019 03:59 WIB Saham Hong Kong dan Shanghai merosot pada Jumat ini setelah data menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh pada laju paling lambat selama hampir 30 tahun. Indeks Hang Seng turun 0,48 persen, atau 128,91 poin, menjadi 26.719,58. Indeks Shanghai...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.