Taliban: PBB Tangguhkan Sanksi Terhadap Pemimpin Senior
Friday, 12 April 2019 23:52 WIB | GLOBAL |Global

Taliban mengungkapkan kamis, bahwa PBB untuk sementara waktu telah menghapus sanksi terhadap para pemimpin seniornya yang sedang merundingkan kesepakatan dengan Amerika untuk mengakhiri perang 18 tahun di Afghanistan.

Pengungkapan oleh kelompok pemberontak itu terjadi ketika utusan rekonsiliasi Amerika, Zalmay Khalilzad, dan timnya diperkirakan akan memasuki putaran baru pertemuan dengan Taliban di Qatar pada akhir bulan ini. Kedua belah pihak mengatakan proses dialog, yang dimulai akhir musim panas lalu, telah membuat kemajuan yang stabil.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada VOA bahwa ke-14 nama anggota dalam tim negosiasi mereka dan Mullah Abdul Ghani Baradar, yang mengepalai "kantor politik" informal kelompok itu di ibu kota Qatar, Doha, telah dicoret dari daftar hitam AS. Orang-orang yang ada dalam daftar tersebut dikenakan sanksi keuangan, larangan perjalanan dan embargo senjata oleh semua negara anggota. Belum ada reaksi dari PBB atau AS atas pengumuman Taliban itu maupun dari pemerintah Afghanistan.

Kelompok itu telah lama memandang sanksi PBB terhadap para pemimpinnya sebagai hambatan utama bagi upaya perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan. Para pejabat Taliban mengatakan Khalilzad telah berjanji dalam putaran terakhir pembicaraan pada Maret bahwa ia akan meninjau permintaan Taliban untuk memperoleh penghapusan sementara sanksi. (Tgh)

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Lansia Hong Kong Gelar Protes Dukung Demonstran Muda
Wednesday, 17 July 2019 23:35 WIB

Sekitar 2.000 warga lanjut usia Hong Kong, termasuk seorang aktris populer, menggelar pawai, Rabu (17/7), untuk menunjukkan dukungan mereka bagi generasi muda yang berada di garis terdepan dalam protes menentang RUU ekstradisi yang kontroversial di wilayah semi-otonom China itu. Mengenakan atasan p...

AS dan Perancis Beda Pendapat soal Pajak Teknologi
Wednesday, 17 July 2019 18:04 WIB

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Kelompok-7 (G7) mengadakan pembicaraan Rabu (17/7) di luar Paris yang kemungkinan akan didominasi oleh perselisihan perdagangan global dan perbedaan atas pajak bagi perusahaan teknologi. Juga dalam agenda adalah usul Perancis untuk pungutan yang lebih ...

AS Peringati 50 Tahun Misi Bersejarah Apollo 11 ke Bulan
Wednesday, 17 July 2019 11:27 WIB

Acara-acara di Florida dan Washington, DC Selasa (16/7) menandai peringatan 50 tahun misi bersejarah Apollo 11 ke bulan. Antariksawan Apollo - Neil Armstrong, Buzz Aldrin dan Mike Collins - meluncur dari Kennedy Space Center di Florida 50 tahun lalu menumpang roket Saturn Five yang menjulang untuk ...

Korut Kritik Rencana Latihan Militer AS-Korsel
Tuesday, 16 July 2019 23:41 WIB

Korea Utara telah mengkritik rencana Amerika untuk mengadakan latihan militer bersama bulan depan dengan Korea Selatan, dan mengisyaratkan latihan itu dapat berdampak negatif pada pembicaraan nuklir tingkat kerja mendatang dengan Washington. Dalam sebuah pernyataan dari Kantor Berita Pusat Korea, k...

Uni Eropa Menjatuhkan Sanksi pada Turki Atas Pemboran Gas Siprus
Tuesday, 16 July 2019 17:06 WIB

Para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin meningkatkan tekanan terhadap Turki setelah menyetujui sejumlah sanksi awal terhadap negara tersebut atas pengeboran gas di perairan Siprus tempat anggota Uni Eropa memiliki hak ekonomi eksklusif. Para menteri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa se...

ANOTHER NEWS
Harga Emas Berakhir di Level Tertingginya Lebih dari 6 Tahun
Thursday, 18 July 2019 01:05 WIB Emas berjangka naik pada hari Rabu untuk berakhir di level tertinggi sejak Mei 2013, menemukan dukungan dari pelemahan dalam dolar dan harapan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga utama akhir bulan ini. "Dolar kembali sedikit melemah...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.