Kunjungan Xi Jinping ke Paris, Ujian bagi Persatuan Eropa
Tuesday, 26 March 2019 11:04 WIB | GLOBAL |Global

Presiden China, Xi Jinping mendapat jamuan makan malam mewah di dekat Nice dan sambutan resmi oleh mitranya dari Perancis di Arc de Triomphe di Paris serta mendapat terjemahan Konfusius Perancis abad ke-17.

Namun kunjungan tiga hari Xi ke Perancis, yang dimulai hari Minggu (24/3), menjanjikan tantangan yang jauh lebih besar daripada dua tempat persinggahan sebelumnya. Pemimpin China itu melancarkan putaran pertama lawatan Eropa-nya yang ditandai masuknya Italia dalam proyek "Belt and Road" China, dan sambutan ramah di kerajaan kecil Riviera di Monaco, yang menyetujui perusahaan teknologi China, Huawei mengembangkan jaringan telekomunikasinya yang kontroversial, 5G.

Persinggahan ketiganya akan menguji baik Xi maupun Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang telah menjadikan dirinya sebagai salah satu kekuatan penting di Eropa. Bagi Xi, kata para analis, tujuannya bukan hanya untuk memperluas ikatan ekonomi China, tetapi juga pengaruh politik di Eropa dalam menghadapi pesaing global utama lainnya. Bagi Macron dan sekutu-sekutunya, itu berarti membujuk blok yang retak untuk berunding sendiri jika menyangkut berbisnis dengan China.

"Merupakan kepentingan China bahwa Eropa tidak terpecah, bahwa kita tetap menjadi mitra utama," tulis surat kabar Le Journal du Dimanche, menyimpulkan apa yang digambarkan sebagai pandangan Macron mengenai hubungan China dengan Uni Eropa, mitra dagang terbesarnya.

Agenda hari Senin termasuk pendatanganan kesepakatan energi, makanan dan transportasi, diikuti oleh jamuan kenegaraan pada malam hari untuk Xi yang diselenggarakan oleh Macron di istana kepresidenan Elysee. Selain perdagangan, kedua pemimpin juga diharapkan membahas perubahan iklim, dimana Macron dilaporkan menginginkan kerja sama yang lebih besar dari China untuk melawan skeptisisme pemerintahan Trump.

Source : VOA

RELATED NEWS

Sejumlah Saksi dan Informan Asing FBI Hilang di AS
Friday, 14 June 2019 23:52 WIB

Puluhan warga asing, yang direkrut Biro Investigasi Federal (FBI) sebagai saksi dan informan, menghilang antara 2015 dan 2017 di Amerika, menurut hasil audit baru. Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman mengatakan dalam audit yang dirilis pada Rabu (12/6) bahwa dalam banyak kasus, FBI gagal melapo...

AS Tuding Iran atas Serangan 2 Tanker Minyak di Teluk Oman
Friday, 14 June 2019 18:41 WIB

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan hari Kamis terhadap dua kapal minyak di Teluk Oman, di lepas pantai Iran. Salah satu tanker itu terbakar dan asap tebal dan hitam yang membubung tampak oleh satelit di antariksa. Pompeo mengatakan AS menuduh Iran berada dibalik...

Senat AS Gagalkan Upaya Blokir Penjualan Senjata AS ke Bahrain, Qatar
Friday, 14 June 2019 11:10 WIB

Senat AS pada hari Kamis (13/6) menolak resolusi untuk membatalkan penjualan senjata bernilai miliaran dolar ke Bahrain dan Qatar, di tengah berlanjutnya penyelidikan intensif kongres atas penjualan senjata kepada sekutu-sekutu AS di Timur Tengah. Senat memberikan suara 43-56 yang menolak resolusi ...

AS Akan Kirim 1.000 Tentara Tambahan ke Polandia
Thursday, 13 June 2019 23:54 WIB

Amerika dan Polandia menandatangani deklarasi bersama yang menegaskan kerja sama erat pertahanan. Presiden AS Donald Trump mengatakan deklarasi itu tidak hanya memperjelas kemitraan strategis, "tetapi juga nilai-nilai dan tujuan bersama yang dalam, dan persahabatan yang sangat kuat dan menghargai." ...

Demo Hong Kong Rusuh, AS Imbau Semua Pihak Tahan Diri
Thursday, 13 June 2019 17:43 WIB

Amerika mengimbau semua pihak agar menahan diri di tengah unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong pada Rabu (12/6) yang berubah menjadi ketika polisi bentrok dengan para demonstran yang menentang RUU ekstradisi yang kontroversial. Petugas mengenakan helm dan membawa perisai berbaris di jalan-jalan, m...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong akhiri pekan ini dengan kerugian lain (Review)
Saturday, 15 June 2019 04:00 WIB Saham-saham Hong Kong jatuh pada Jumat, mengakhiri pekan yang penuh gejolak yang melihat aksi jual tajam dipicu oleh protes keras di kota, sementara investor juga terkejut dengan ketidakpastian perdagangan China-AS. Indeks Hang Seng melemah 0,65...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.