Boeing Undang Pilot, Regulator untuk Pengarahan Soal B-737 Max
Tuesday, 26 March 2019 01:40 WIB | GLOBAL |Global

Produsen pesawat Amerika Boeing mengatakan pihaknya berencana mengadakan briefing hari Rabu (27/3) untuk 200 pilot, pemimpin teknis, dan regulator selagi perusahaan itu berupaya agar pesawat B-737 MAX buatannya bisa kembali terbang setelah terjadi dua kecelakaan mematikan.

Perusahaan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya bekerja untuk mengadakan sesi dengan semua operator pesawat B-737 MAX dan regulator penerbangan nasional.

Maskapai dan badan pengawas penerbangan di seluruh dunia melarang terbang pesawat B-737 MAX awal bulan ini setelah terjadi kecelakaan penerbangan Ethiopian Airlines. Pemeriksaan perekam data penerbangan pesawat menunjukkan apa yang disebut oleh menteri transportasi Ethiopia œkemiripan yang jelas dengan kecelakaan pesawat model yang sama di Indonesia pada tanggal 29 Oktober.

Boeing sedang mengerjakan pembaruan peranti lunak untuk sistem anti-macetnya, yang oleh Badan Penerbangan Federal AS (FAA) diharapkan sudah terpasang bulan depan.

Harian Wall Street Journal melaporkan pada hari Sabtu (23/3) bahwa FAA telah memberikan persetujuan sementara tentatif untuk perbaikan itu.

Penjabat kepala FAA, Daniel Elwell, adalah di antara mereka yang dijadwalkan untuk memberikan kesaksian pada hari Rabu ini dalam sidang subkomite Senat Amerika untuk keselamatan penerbangan. Panel itu juga merencanakan sidang dengar pendapat pada kemuidian hari dengan menghadirkan pejabat Boeing dan para pilot.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Duta Besar Rusia di Caracas Menolak Kebangkitan Doktrin Monroe
Friday, 19 April 2019 19:37 WIB

Ketika ketergantungan Venezuela pada Rusia tumbuh di tengah-tengah krisis yang sedang berlangsung di negara itu, orang penting Vladimir Putin di Caracas mendorong kembali pada kebangkitan A.S. sebuah doktrin yang digunakan secara turun-temurun untuk membenarkan intervensi militer di wilayah tersebut...

Pakistan: Peningkatan Konflik Bisa Gagalkan Upaya Perdamaian di Afghanistan
Friday, 19 April 2019 11:03 WIB

Pakistan hari Kamis (18/4) memperingatkan bahwa peningkatan konflik bisa menggagalkan usaha perdamaian pimpinan Amerika di Afghanistan, tapi tidak mengutuk permulaan serangan musim semi yang dilancarkan Taliban di Afghanistan. Taliban mengumumkan musim serangan baru Jumat lalu di tengah harapan aka...

Korut Tak Mau Lagi Menlu AS Terlibat dalam Perundingan Nuklir
Friday, 19 April 2019 03:19 WIB

Korea Utara meminta agar Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo tidak lagi ambil bagian dalam pembicaraan lebih jauh apapun yang melibatkan program senjata nuklir negara itu. Kwon Jong Gun, pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, mengatakan, Pyongyang menghendaki seseorang yang œl...

Gempa Kuat Hantam Taiwan Timur
Thursday, 18 April 2019 20:59 WIB

Gempa berkekuatan 6,1 pada skala Richter menghantam pantai timur Taiwan Kamis sore (18/4), menurut Biro Cuaca Pusat negara itu. Rekaman televisi menunjukkan terjadinya tanah longsor setidaknya di satu wilayah, tetapi sejauh ini belum ada laporan langsung mengenai kerusakan besar atau korban cedera a...

Korea Utara Uji Coba Misil Taktis Baru
Thursday, 18 April 2019 12:55 WIB

Korea Utara telah menguji coba sebuah misil taktis baru dalam unjuk kemampuan terbaru militer Pyongyang, demikian laporan media pemerintah, Kamis. Kim Jong Un mengawasi dan memandu uji coba pada hari Rabu dan menyebutnya operasi "sangat penting," kata kantor berita resmi KCNA. Laporan KCNA itu tid...

ANOTHER NEWS
Dolar stabil di dekat 2-minggu tertinggi di perdagangan Jumat Agung yang tenang
Friday, 19 April 2019 20:40 WIB Dolar AS bertahan dekat 2-minggu tertinggi pada hari Jumat, pada apa yang seharusnya menjadi sesi tenang untuk mata uang dengan sebagian besar AS dan pertukaran global ditutup untuk menaati Jumat Agung. Indeks Dolar ICE, mengukur kekuatan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.