Ratusan Ribu Demonstran Anti Brexit Padati London
Monday, 25 March 2019 10:34 WIB | GLOBAL |Global

Ratusan ribu demonstran anti-Brexit, Sabtu (23/3), memadati pusat Kota London menuntut pemerintah yang dipimpin pihak Konservatif Inggris mengadakan referendum baru mengenai apakah Inggris harus meninggalkan Uni Eropa.

"People Vote March" berunjuk rasa dari Park Lane dan lokasi-lokasi lainnya menuju Parlemen Inggris, di mana nasib Brexit akan diputuskan dalam beberapa minggu mendatang.

Para pengunjuk rasa membawa bendera dan poster Uni Eropa memuji hubungan lama antara Inggris dan Eropa. Demonstrasi itu menarik warga dari seluruh Inggris yang bertekad untuk memaksa pemerintah Perdana Menteri Theresa May mengubah langkahnya terkait Brexit.

May juga mendapat tekanan dari Partai Konservatifnya sendiri untuk mundur atau menetapkan tanggal pengunduran dirinya karena dukungan politik terhadapnya terus melemah. Minggu mendatang dipandang sama pentingnya dengan upaya saingan politik untuk menggantikannya.

Anggota parlemen dari Partai Konservatif George Freeman mencuit diperlukan pemimpin baru.

"Saya khawatir semuanya sudah berakhir bagi Perdana Menteri. Ia sudah melakukan yang terbaik. Tetapi di seluruh negeri kemarahan bisa disaksikan. Semua orang merasa dikhianati. Kebuntuan pemerintah. Kepercayaan pada demokrasi runtuh. Ini tidak bisa berlanjut. Kita membutuhkan PM baru yang bisa menjangkau & membangun semacam koalisi untuk Rencana B, " demikian bunyi cuitan Freeman.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Duta Besar Rusia di Caracas Menolak Kebangkitan Doktrin Monroe
Friday, 19 April 2019 19:37 WIB

Ketika ketergantungan Venezuela pada Rusia tumbuh di tengah-tengah krisis yang sedang berlangsung di negara itu, orang penting Vladimir Putin di Caracas mendorong kembali pada kebangkitan A.S. sebuah doktrin yang digunakan secara turun-temurun untuk membenarkan intervensi militer di wilayah tersebut...

Pakistan: Peningkatan Konflik Bisa Gagalkan Upaya Perdamaian di Afghanistan
Friday, 19 April 2019 11:03 WIB

Pakistan hari Kamis (18/4) memperingatkan bahwa peningkatan konflik bisa menggagalkan usaha perdamaian pimpinan Amerika di Afghanistan, tapi tidak mengutuk permulaan serangan musim semi yang dilancarkan Taliban di Afghanistan. Taliban mengumumkan musim serangan baru Jumat lalu di tengah harapan aka...

Korut Tak Mau Lagi Menlu AS Terlibat dalam Perundingan Nuklir
Friday, 19 April 2019 03:19 WIB

Korea Utara meminta agar Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo tidak lagi ambil bagian dalam pembicaraan lebih jauh apapun yang melibatkan program senjata nuklir negara itu. Kwon Jong Gun, pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, mengatakan, Pyongyang menghendaki seseorang yang œl...

Gempa Kuat Hantam Taiwan Timur
Thursday, 18 April 2019 20:59 WIB

Gempa berkekuatan 6,1 pada skala Richter menghantam pantai timur Taiwan Kamis sore (18/4), menurut Biro Cuaca Pusat negara itu. Rekaman televisi menunjukkan terjadinya tanah longsor setidaknya di satu wilayah, tetapi sejauh ini belum ada laporan langsung mengenai kerusakan besar atau korban cedera a...

Korea Utara Uji Coba Misil Taktis Baru
Thursday, 18 April 2019 12:55 WIB

Korea Utara telah menguji coba sebuah misil taktis baru dalam unjuk kemampuan terbaru militer Pyongyang, demikian laporan media pemerintah, Kamis. Kim Jong Un mengawasi dan memandu uji coba pada hari Rabu dan menyebutnya operasi "sangat penting," kata kantor berita resmi KCNA. Laporan KCNA itu tid...

ANOTHER NEWS
Dolar stabil di dekat 2-minggu tertinggi di perdagangan Jumat Agung yang tenang
Friday, 19 April 2019 20:40 WIB Dolar AS bertahan dekat 2-minggu tertinggi pada hari Jumat, pada apa yang seharusnya menjadi sesi tenang untuk mata uang dengan sebagian besar AS dan pertukaran global ditutup untuk menaati Jumat Agung. Indeks Dolar ICE, mengukur kekuatan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.