Venezuela Tahan Pembantu Utama Pemimpin Oposisi
Friday, 22 March 2019 05:08 WIB | GLOBAL |

Pemimpin oposisi Venezuela yang menyatakan diri sebagai presiden sementara, Juan Guaido, mengatakan, para petugas intelijen telah menahan kepala stafnya.

Pembantu Guaido, Roberto Marrero, dibawa ke tahanan setelah penggerebekan di rumahnya semalam. Kediaman anggota parlemen Sergio Vergara juga digeledah tetapi ia tidak ditahan.

œKami tidak tahu keberadaannya, tulis Guaido mengenai Marrero dalam cuitan pagi hari. œIa harus dibebaskan segera.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Guaido sama-sama mengaku sebagai presiden yang sah di negara di Amerika Selatan itu.

Amerika Serikat telah sering memperingatkan pemerintah Sosialis Maduro agar tidak menangkap Guaido atau para pembantunya. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo segera mengecam tindakan itu dan menuntut agar Marrero dibebaskan.

œKami menyerukan pembebasannya segera, kata Pompeo melalui Twitter. œKami akan menuntut pertanggungjawaban mereka yang terlibat.

Presiden Amerika Donald Trump Selasa menegaskan bahwa œsemua opsi dipertimbangkan untuk menyingkirkan Maduro dari posisinya, memberi kesan tindakan militer jika diperlukan.

Guaido menyatakan diri sebagai presiden sementara pada 23 Januari. Ia mendapat dukungan dari Amerika dan sekitar 50 negara lainnya, terutama di Amerika Latin.

Maduro didukung Rusia dan Kuba, mempertahankan kesetiaan pimpinan militer dan mempertahankan kontrol atas aparatur negara.

Kementerian Informasi Venezuela belum segera mengomentari operasi yang berlangsung semalam.

Ekonomi negara kaya minyak itu mengalami kontraksi tajam dalam beberapa tahun ini dan inflasi telah melampaui 2 juta persen. Kondisi ekonomi yang mengerikan ini telah memicu malnutrisi dan penyakit serta mendorong eksodus lebih dari 3 juta warganya sejak 2015.

Kondisi ekonomi itu diperkirakan memburuk sewaktu Amerika, pembeli terbesar minyak mentah Venezuela, memberlakukan larangan terhadap semua penjualan minyak ke Amerika pada 28 April mendatang.

Maduro menyatakan pemerintahnya telah menjadi korban œperang ekonomi yang dipimpin lawan-lawan politiknya dan menyebut sanksi-sanksi finansial dan minyak Amerika sebelumnya sebagai penyebab krisis ekonomi negara itu

Sumber : VOA

RELATED NEWS

AS Tarik Sisa Pasukan dari Suriah Utara
Monday, 14 October 2019 18:32 WIB

Amerika menarik semua pasukan yang tersisa dari Suriah utara, dan pada Minggu (13/10) Presiden AS Donald Trump mengatakan, œIni sangat langkah yang sangat pandai untuk tidak terlibat dalam pertempuran yang dipicu oleh serangan Turki terhadap mitra Amerika, milisi Kurdi. Menhan Mark Esper membe...

35 orang Tewas setelah Topan Hagibis Menghantam Jepang
Monday, 14 October 2019 10:51 WIB

Puluhan ribu tim penyelamat bekerja pada Senin untuk menjangkau orang-orang yang terjebak oleh tanah longsor dan banjir di Jepang yang disebabkan oleh topan kuat yang telah menewaskan 35 orang, kata para pejabat dan media setempat. Topan Hagibis pindah dari daratan pada hari Minggu pagi, tetapi sem...

Iran: Kapal Tanker Minyak Dihantam oleh Roket di lepas pantai Arab Saudi
Friday, 11 October 2019 23:33 WIB

Dua roket menghantam sebuah kapal tanker Iran yang melakukan perjalanan melalui Laut Merah di lepas pantai Arab Saudi pada hari Jumat, kata para pejabat Iran, insiden terbaru di wilayah itu di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan AS. Tidak ada kabar dari Arab Saudi tentang serangan yan...

Pembicaraan Nuklir Buntu, Korut Ancam Tingkatkan Provokasi
Friday, 11 October 2019 18:40 WIB

Korea Utara, Kamis (10/10) memperingatkan bahwa œkesabarannya hampir habis dan mengancam akan meningkatkan provokasi, menyusul kegagalan pembicaraan nuklirnya dengan AS. Peringatan ini merupakan bukti terbaru bahwa Korea Utara kembali ke sikap agresifnya setelah meninggalkan perundingan nuklir ...

Presiden Ukraina: Tak Ada Pemerasan dalam Percakapan dengan Trump
Thursday, 10 October 2019 23:58 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada Kamis tidak ada "pemerasan" dalam panggilan teleponnya Juli lalu dengan Presiden AS Donald Trump yang sekarang menjadi pusat penyelidikan dakwaan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Demokrat. Dalam konferensi pers yang berlangsung beber...

ANOTHER NEWS
Minyak Turun Pasca Gain Terbesar Karena Meningkatnya Optimisme Perdagangan
Monday, 14 October 2019 19:31 WIB Minyak tergelincir setelah melonjak tajam dalam hampir sebulan pada hari Jumat di tengah keraguan bahwa kemajuan baru-baru ini dalam pembicaraan perdagangan AS-China akan mengimbangi prospek permintaan global yang memburuk. Minyak berjangka di New...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.