Uni Eropa Perketat Sikapnya Terkait Brexit
Thursday, 21 March 2019 02:35 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan, Rabu (20/3), Uni Eropa tidak terbuka pada kemungkinan perundingan lebih lanjut mengenai keluarnya Inggris dari blok tersebut, dan tidak mungkin memutuskan apakah pekan ini akan memberi Inggris perpanjangan waktu setelah tengat waktu 29 Maret.

PM Inggris Theresa May diperkirakan akan mengirim surat ke para pemimpin Uni Eropa untuk meminta penundaan Brexit, istilah keluarnya Inggris dari Uni Eropa, untuk memberi pemerintahnya dan parlemen Inggris lebih banyak waktu untuk mencari kesepakatan mengenai bagaimana proses œperceraian itu dilangsungkan.

Sejauh ini majelis rendah Inggris telah menolak ketentuan-ketentuan yang dicapai para perunding Inggris dan Uni Eropa setelah dua tahun perundingan, dan juga telah mengisyaratkan keberatan bila Inggris harus keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.

BBC melaporkan, Rabu (20/3), menurut para pejabat di kantor perdana menteri, permohonan yang diajukan May berupa penundaan untuk jangka waktu pendek, bukan untuk jangka waktu panjang.

Juncker mengatakan kepada radio Jerman Deutschlandfunk, May perlu menunjukkan rencana yang lebih transparan mengenai Brexit untuk memperoleh izin penundaan keluar, yang harus harus disetujui semua anggota Uni Eropa lain.

May sedang mengusahkan diadakannya pemungutan suara baru di parlemen mengenai proposal ketentuan-ketentuan Brexit, namun Ketua Majelis Rendah John Bercow memutuskan pekan ini, PM tersebut tidak bisa meminta parlemen melakukan pemungutan suara kembali atas proposal yang sudah mereka tolak.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

AS Tarik Sisa Pasukan dari Suriah Utara
Monday, 14 October 2019 18:32 WIB

Amerika menarik semua pasukan yang tersisa dari Suriah utara, dan pada Minggu (13/10) Presiden AS Donald Trump mengatakan, œIni sangat langkah yang sangat pandai untuk tidak terlibat dalam pertempuran yang dipicu oleh serangan Turki terhadap mitra Amerika, milisi Kurdi. Menhan Mark Esper membe...

35 orang Tewas setelah Topan Hagibis Menghantam Jepang
Monday, 14 October 2019 10:51 WIB

Puluhan ribu tim penyelamat bekerja pada Senin untuk menjangkau orang-orang yang terjebak oleh tanah longsor dan banjir di Jepang yang disebabkan oleh topan kuat yang telah menewaskan 35 orang, kata para pejabat dan media setempat. Topan Hagibis pindah dari daratan pada hari Minggu pagi, tetapi sem...

Iran: Kapal Tanker Minyak Dihantam oleh Roket di lepas pantai Arab Saudi
Friday, 11 October 2019 23:33 WIB

Dua roket menghantam sebuah kapal tanker Iran yang melakukan perjalanan melalui Laut Merah di lepas pantai Arab Saudi pada hari Jumat, kata para pejabat Iran, insiden terbaru di wilayah itu di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan AS. Tidak ada kabar dari Arab Saudi tentang serangan yan...

Pembicaraan Nuklir Buntu, Korut Ancam Tingkatkan Provokasi
Friday, 11 October 2019 18:40 WIB

Korea Utara, Kamis (10/10) memperingatkan bahwa œkesabarannya hampir habis dan mengancam akan meningkatkan provokasi, menyusul kegagalan pembicaraan nuklirnya dengan AS. Peringatan ini merupakan bukti terbaru bahwa Korea Utara kembali ke sikap agresifnya setelah meninggalkan perundingan nuklir ...

Presiden Ukraina: Tak Ada Pemerasan dalam Percakapan dengan Trump
Thursday, 10 October 2019 23:58 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada Kamis tidak ada "pemerasan" dalam panggilan teleponnya Juli lalu dengan Presiden AS Donald Trump yang sekarang menjadi pusat penyelidikan dakwaan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Demokrat. Dalam konferensi pers yang berlangsung beber...

ANOTHER NEWS
Minyak Turun Pasca Gain Terbesar Karena Meningkatnya Optimisme Perdagangan
Monday, 14 October 2019 19:31 WIB Minyak tergelincir setelah melonjak tajam dalam hampir sebulan pada hari Jumat di tengah keraguan bahwa kemajuan baru-baru ini dalam pembicaraan perdagangan AS-China akan mengimbangi prospek permintaan global yang memburuk. Minyak berjangka di New...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.