Pemerintah AS Luncurkan Kampanye Luas untuk Blokir Huawei
Tuesday, 19 March 2019 17:47 WIB | GLOBAL |Global

Selama beberapa minggu terakhir, pemerintah AS telah meluncurkan kampanye yang tampaknya belum pernah terjadi sebelumnya untuk memblokir raksasa telekomunikasi China, Huawei Technologies bersaing dalam peluncuran global teknologi jaringan seluler generasi berikutnya, 5G dengan mengklaim perusahaan ini secara efektif merupakan kepanjangan tangan badan intelijen China.

Dalam upaya yang melibatkan pejabat tingkat atas dari departemen Kehakiman, Pertahanan, Keamanan Dalam Negeri dan Perdagangan, serta presiden sendiri, pemerintahan Trump telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi kemampuan Huawei beroperasi di AS. Amerika melancarkan upaya luar biasa untuk meyakinkan sekutu AS agar melarang perusahaan itu beroperasi di negara mereka.

Huawei sejak lama dicurigai dan tidak dipercayai di banyak sudut ekonomi global. Perusahaan ini memiliki sejarah spionase industri yang terdokumentasi dan daya saingnya di panggung global didongkrak oleh subsidi besar-besaran dari pemerintah di Beijing. Namun, ruang lingkup serangan pemerintah AS saat ini terhadap Huawai sangat luar biasa.

"Huawei sudah lama sekali dituduh mengenai banyak hal . Ini bukan hal baru. Yang unik adalah lingkup tekanan kampanye ini," kata Michael Murphree, asisten profesor Bisnis Internasional di Darla Moore School of Bisnis, Universitas South Carolina. "Dalam skema besar persaingan teknologi internasional, ini tentu saja merupakan upaya yang sangat kuat terhadap suatu perusahaan."

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Duta Besar Rusia di Caracas Menolak Kebangkitan Doktrin Monroe
Friday, 19 April 2019 19:37 WIB

Ketika ketergantungan Venezuela pada Rusia tumbuh di tengah-tengah krisis yang sedang berlangsung di negara itu, orang penting Vladimir Putin di Caracas mendorong kembali pada kebangkitan A.S. sebuah doktrin yang digunakan secara turun-temurun untuk membenarkan intervensi militer di wilayah tersebut...

Pakistan: Peningkatan Konflik Bisa Gagalkan Upaya Perdamaian di Afghanistan
Friday, 19 April 2019 11:03 WIB

Pakistan hari Kamis (18/4) memperingatkan bahwa peningkatan konflik bisa menggagalkan usaha perdamaian pimpinan Amerika di Afghanistan, tapi tidak mengutuk permulaan serangan musim semi yang dilancarkan Taliban di Afghanistan. Taliban mengumumkan musim serangan baru Jumat lalu di tengah harapan aka...

Korut Tak Mau Lagi Menlu AS Terlibat dalam Perundingan Nuklir
Friday, 19 April 2019 03:19 WIB

Korea Utara meminta agar Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo tidak lagi ambil bagian dalam pembicaraan lebih jauh apapun yang melibatkan program senjata nuklir negara itu. Kwon Jong Gun, pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, mengatakan, Pyongyang menghendaki seseorang yang œl...

Gempa Kuat Hantam Taiwan Timur
Thursday, 18 April 2019 20:59 WIB

Gempa berkekuatan 6,1 pada skala Richter menghantam pantai timur Taiwan Kamis sore (18/4), menurut Biro Cuaca Pusat negara itu. Rekaman televisi menunjukkan terjadinya tanah longsor setidaknya di satu wilayah, tetapi sejauh ini belum ada laporan langsung mengenai kerusakan besar atau korban cedera a...

Korea Utara Uji Coba Misil Taktis Baru
Thursday, 18 April 2019 12:55 WIB

Korea Utara telah menguji coba sebuah misil taktis baru dalam unjuk kemampuan terbaru militer Pyongyang, demikian laporan media pemerintah, Kamis. Kim Jong Un mengawasi dan memandu uji coba pada hari Rabu dan menyebutnya operasi "sangat penting," kata kantor berita resmi KCNA. Laporan KCNA itu tid...

ANOTHER NEWS
Dolar stabil di dekat 2-minggu tertinggi di perdagangan Jumat Agung yang tenang
Friday, 19 April 2019 20:40 WIB Dolar AS bertahan dekat 2-minggu tertinggi pada hari Jumat, pada apa yang seharusnya menjadi sesi tenang untuk mata uang dengan sebagian besar AS dan pertukaran global ditutup untuk menaati Jumat Agung. Indeks Dolar ICE, mengukur kekuatan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.