PM Selandia Baru: Kabinet Telah Setujui Reformasi UU Kepemilikan Senjata
Tuesday, 19 March 2019 03:54 WIB | GLOBAL |Global

Perdana Menteri Selandia Baru, Senin (18/3) mengatakan bahwa kabinetnya telah membuat keputusan tentang reformasi undang-undang kepemilikan senjata, menyusul pembantaian hari Jumat di dua masjid di Christchurch.

œSaya bermaksud untuk memberikan perincian lebih lanjut dari keputusan-keputusan ini kepada media dan publik sebelum kabinet bertemu lagi Senin depan, kata Jacinda Ardern. œIni pada akhirnya berarti bahwa dalam 10 hari dari tindakan terorisme yang mengerikan ini, kami akan mengumumkan reformasi yang, saya percaya, akan membuat komunitas kita lebih aman."

œKami telah membuat keputusan sebagai kabinet. Kami bersatu, kata perdana menteri itu.

Perdana Menteri Ardern mengatakan semua jenazah yang berjumlah 50 orang yang terbunuh di dua masjid di Christchurch akan diserahkan kepada keluarga masing-masing pada hari Rabu ini sehingga bisa dimakamkan sesuai dengan tradisi Muslim.

Ia mengatakan bahwa enam ahli identifikasi korban bencana telah diterbangkan dari Australia untuk membantu dalam proses identifikasi.

Pihak berwenang menahan seorang warga Australia berusia 28 tahun, Brenton Harris Tarrant, dengan dakwaan telah melakukan serangan mengerikan itu. Dia adalah satu-satunya orang yang ditahan terkait pembunuhan massal itu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

AS Tarik Sisa Pasukan dari Suriah Utara
Monday, 14 October 2019 18:32 WIB

Amerika menarik semua pasukan yang tersisa dari Suriah utara, dan pada Minggu (13/10) Presiden AS Donald Trump mengatakan, œIni sangat langkah yang sangat pandai untuk tidak terlibat dalam pertempuran yang dipicu oleh serangan Turki terhadap mitra Amerika, milisi Kurdi. Menhan Mark Esper membe...

35 orang Tewas setelah Topan Hagibis Menghantam Jepang
Monday, 14 October 2019 10:51 WIB

Puluhan ribu tim penyelamat bekerja pada Senin untuk menjangkau orang-orang yang terjebak oleh tanah longsor dan banjir di Jepang yang disebabkan oleh topan kuat yang telah menewaskan 35 orang, kata para pejabat dan media setempat. Topan Hagibis pindah dari daratan pada hari Minggu pagi, tetapi sem...

Iran: Kapal Tanker Minyak Dihantam oleh Roket di lepas pantai Arab Saudi
Friday, 11 October 2019 23:33 WIB

Dua roket menghantam sebuah kapal tanker Iran yang melakukan perjalanan melalui Laut Merah di lepas pantai Arab Saudi pada hari Jumat, kata para pejabat Iran, insiden terbaru di wilayah itu di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan AS. Tidak ada kabar dari Arab Saudi tentang serangan yan...

Pembicaraan Nuklir Buntu, Korut Ancam Tingkatkan Provokasi
Friday, 11 October 2019 18:40 WIB

Korea Utara, Kamis (10/10) memperingatkan bahwa œkesabarannya hampir habis dan mengancam akan meningkatkan provokasi, menyusul kegagalan pembicaraan nuklirnya dengan AS. Peringatan ini merupakan bukti terbaru bahwa Korea Utara kembali ke sikap agresifnya setelah meninggalkan perundingan nuklir ...

Presiden Ukraina: Tak Ada Pemerasan dalam Percakapan dengan Trump
Thursday, 10 October 2019 23:58 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada Kamis tidak ada "pemerasan" dalam panggilan teleponnya Juli lalu dengan Presiden AS Donald Trump yang sekarang menjadi pusat penyelidikan dakwaan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Demokrat. Dalam konferensi pers yang berlangsung beber...

ANOTHER NEWS
Minyak Turun Pasca Gain Terbesar Karena Meningkatnya Optimisme Perdagangan
Monday, 14 October 2019 19:31 WIB Minyak tergelincir setelah melonjak tajam dalam hampir sebulan pada hari Jumat di tengah keraguan bahwa kemajuan baru-baru ini dalam pembicaraan perdagangan AS-China akan mengimbangi prospek permintaan global yang memburuk. Minyak berjangka di New...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.