Investigator Kecelakaan Ethiopian Airlines Temukan Kesamaan dengan Kecelakaan Lion Air
Saturday, 16 March 2019 02:12 WIB | GLOBAL |Global

Para penyelidik penerbangan telah menemukan sepotong stabilisator dalam posisi yang tidak biasa di reruntuhan pesawat Ethiopia yang jatuh hari Minggu (15/3) dan menewaskan seluruh 157 orang di dalamnya.

Sumber-sumber yang mengetahui insiden itu mengatakan, posisi stabilisator itu mirip dengan yang ditemukan pada pesawat Lion Air Indonesia yang jatuh Oktober lalu.

Data penerbangan dan perekam suara pesawat itu telah tiba di Perancis untuk dianalisis.

Boeing-737 Max

Data yang dicatat satelit telah menunjukkan bahwa Ethiopian Airlines nomor penerbangan 302 dan Lion Air nomor penerbangan 610 terbang dengan perubahan ketinggian yang tidak menentu “ bergerak naik dan turun dengan perubahan ratusan kaki. Ini mengindikasikan bahwa pilot bersusah payah untuk mengendalikan pesawat tersebut. Awak kedua pesawat itu sama-sama meminta izin kembali ke bandara tempat pesawat tersebut lepas landas.

Kedua kecelakaan itu melibatkan pesawat baru Boeing 737 Max 8.

Amerika dan lebih dari 30 negara lainnya telah melarang terbang untuk sementara armada Boeing 737 Max setelah kecelakaan pesawat Ethiopia itu. Lion Air Indonesia jatuh ke Laut Jawa pada 29 Oktober lalu, menewaskan seluruh 189 penumpang dan awaknya.

Sekitar 5.000 pesawat Boeing 737 Max 8 sedang dipesan, mengisyaratkan kesulitan finansial yang kemungkinan besar dihadapi produsen pesawat tersebut.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

AS Tarik Sisa Pasukan dari Suriah Utara
Monday, 14 October 2019 18:32 WIB

Amerika menarik semua pasukan yang tersisa dari Suriah utara, dan pada Minggu (13/10) Presiden AS Donald Trump mengatakan, œIni sangat langkah yang sangat pandai untuk tidak terlibat dalam pertempuran yang dipicu oleh serangan Turki terhadap mitra Amerika, milisi Kurdi. Menhan Mark Esper membe...

35 orang Tewas setelah Topan Hagibis Menghantam Jepang
Monday, 14 October 2019 10:51 WIB

Puluhan ribu tim penyelamat bekerja pada Senin untuk menjangkau orang-orang yang terjebak oleh tanah longsor dan banjir di Jepang yang disebabkan oleh topan kuat yang telah menewaskan 35 orang, kata para pejabat dan media setempat. Topan Hagibis pindah dari daratan pada hari Minggu pagi, tetapi sem...

Iran: Kapal Tanker Minyak Dihantam oleh Roket di lepas pantai Arab Saudi
Friday, 11 October 2019 23:33 WIB

Dua roket menghantam sebuah kapal tanker Iran yang melakukan perjalanan melalui Laut Merah di lepas pantai Arab Saudi pada hari Jumat, kata para pejabat Iran, insiden terbaru di wilayah itu di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan AS. Tidak ada kabar dari Arab Saudi tentang serangan yan...

Pembicaraan Nuklir Buntu, Korut Ancam Tingkatkan Provokasi
Friday, 11 October 2019 18:40 WIB

Korea Utara, Kamis (10/10) memperingatkan bahwa œkesabarannya hampir habis dan mengancam akan meningkatkan provokasi, menyusul kegagalan pembicaraan nuklirnya dengan AS. Peringatan ini merupakan bukti terbaru bahwa Korea Utara kembali ke sikap agresifnya setelah meninggalkan perundingan nuklir ...

Presiden Ukraina: Tak Ada Pemerasan dalam Percakapan dengan Trump
Thursday, 10 October 2019 23:58 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada Kamis tidak ada "pemerasan" dalam panggilan teleponnya Juli lalu dengan Presiden AS Donald Trump yang sekarang menjadi pusat penyelidikan dakwaan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Demokrat. Dalam konferensi pers yang berlangsung beber...

ANOTHER NEWS
Saham AS di Jalur untuk Hentikan Gain Beruntun 3-Harinya Pasca Keraguan Kesepakatan AS-China
Monday, 14 October 2019 21:12 WIB Saham AS turun sedikit pada bel pembukaan di hari Senin setelah laporan menunjukkan kesepakatan perdagangan antara AS dan negosiator Cina minggu lalu belum terselesaikan. S&P 500 turun kurang dari 0,1% menjadi 2.969. Dow Jones Industrial...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.