Presiden Rusia Peringatkan AS untuk Tidak Tempatkan Misil di Eropa
Thursday, 21 February 2019 11:29 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (20/2), dengan keras memperingatkan AS untuk tidak menempatkan misil-misil baru di Eropa. Jika AS melakukannya, kata Putin, Rusia akan membalasnya dengan mengerahkan senjata-senjata baru yang hanya dalam waktu singkat dapat mencapai target.

Meski pemimpin Rusia itu tidak mengungkapkan secara spesifik senjata-senjata baru yang kemungkinan akan dikerahkannya, pernyataannya tersebut meningkatkan ketegangan dengan Washington.

Berbicara dalam pidato kenegaraannya, Putin menuduh AS meninggalkan sebuah pakta pengawasan senjata penting agar bisa secara bebas mengembangkan misil-misil baru, dan berusaha mengalihkan perhatian dunia dengan menyalahkan Rusia.

œMitra-mitra Amerika kami seharusnya bersikap jujur, dan bukannya membuat tuduhan tak berdasar terhadap Rusia untuk membenarkan alasan pengunduran diri mereka dari kesepakatan tersebut, kata Putin.

AS menuduh Rusia melanggar Perjanjian Senjata Nuklir Jarak Menengah (INF) tahun 1987 karena mengembangkan misil jelajah yang melanggar batas-batasnuya “ sebuah tuduhan yang dibantah Moskow.

INF melarang produksi, pengujian, pengerahan misil jelajah dan balistik berbasis di darat dengan jangkauan 500 hingga 5.500 kilometer.

Putin menegaskan kembali bahwa Rusi tidak akan menjadi yang pertama yang mengerahkan misil baru jarak menengah, namun meperingatkan akan adanya pembalasan segera jika AS menempatan senjata seperti itu di Eropa.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

USS Preble Berlayar Dekat Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan
Tuesday, 21 May 2019 10:53 WIB

Militer Amerika Serikat mengatakan salah satu kapal perangnya di Laut Cina Selatan, Senin (20/5), berlayar di dekat Scarborough Shoal yang disengketakan yang diklaim oleh Cina dan Filipina. Scarborough Shoal atau Karang Scarborough adalah sekelompok pulau kecil dan karang dalam bentuk atol. œUSS ...

Saudi: Pasokan Minyak Dunia Mencukupi dan Cadangan Bertambah
Monday, 20 May 2019 23:58 WIB

Pasokan minyak mencukupi dan cadangan bertambah meskipun terjadi penurunan produksi besar-besaran dari Venezuela dan Iran, ujar gembong OPEC, Arab Saudi, dan produsen utama Uni Emirat Arab (UEA), hari Minggu ,sementara negara-negara pengekspor minyak (OPEC) bertemu di Jeddah. Negara-negara produsen...

Diperkirakan Kalah, PM Morrison Raih Kemenangan Mengejutkan dalam Pemilu Australia
Monday, 20 May 2019 18:22 WIB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pergi ke gereja Pentekosta hari Minggu (19/5) setelah mendapat kemenangan yang tidak diduga dalam pemilihan umum hari Sabtu. Berbagai jajak pendapat menunjukkan Morrison dan pemerintah koalisinya yang konservatif akan pasti kalah dalam pemilihan itu. Namun, ...

Trump Ancam Habisi Iran Bila Iran Serang AS
Monday, 20 May 2019 10:16 WIB

Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran, mengancam akan menghabisinya apabila negara itu menyerang AS atau kepentingan-kepentingan AS. "Apabila Iran melawan, itu akan menjadi akhir bagi Iran," cuit Trump, Minggu (19/5). "Jangan pernah ancam AS lagi!" Baru tiga hari sebelum...

Ketegangan Perdagangan Terlihat Memperketat Pasar Kerja untuk Lulusan Cina
Saturday, 18 May 2019 00:13 WIB

Sejumlah rekor 8,34 juta lulusan universitas akan memasuki pasar kerja Cina musim panas ini di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing. Pengamat mengatakan bahwa ketika ekonomi yang bergantung pada ekspor Tiongkok bersiap untuk lebih banyak hit dari kenaikan tarif, ...

ANOTHER NEWS
Investor Awasi Berita Perdagangan, Indeks Saham Berjangka AS Mengarah Naik
Tuesday, 21 May 2019 16:17 WIB Indeks saham berjangka AS mengarah lebih tinggi untuk hari Selasa, karena investor yang optimis tampaknya bersiap melepaskan kerugian terkait dengan ketegangan perdagangan yang mengawali minggu ini. Indeks berjangka Dow Jones Industrial Average...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.