NATO akan Tanggapi Sistem Misil Baru Rusia
Wednesday, 13 February 2019 03:04 WIB | GLOBAL |Global

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan, Selasa, aliansi militer itu akan mengambil tindakan untuk menanggapi pengembangan misil Rusia, menyusul ambruknya sebuah kesepakatan senjata penting era Perang Dingin, namun tidak akan mengerahkan lebih banyak misil nuklir di Eropa.

Stoltenberg menyerukan agar Rusia kembali mematuhi Kesepakatan Persenjataan Nuklir Jarak Menengah (INF), yang menurut NATO telah dilanggar oleh Rusia karena mengembangkan sistem misil baru yang disebut Novator 9M729.

AS telah memulai proses penarikan diri dari kesepakatan itu selama enam bulan sejak tanggal 2 Februari, dengan alasan bahwa sistem misil Rusia melanggar ketentuan-ketentuan INF. AS meyakini sistem misil baru Rusia itu memungkinkan Moskow melancarkan serangan nuklir di Eropa dengan peringatan mendadak atau tanpa peringatan sama sekali.

INF melarang produksi dan pengerahan misil-misil jelajah dan balistik yang berbasis di darat yang memiliki daya jangkau 500-5.500 kilometer. Rusiamengatakan, misil jelajah barunya tidak melanggar ketentuan INF karena memiliki daya jangkau kurang dari 500 kilometer.

Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi keputusan AS untuk mundur dari perjanjian itu dengan mengumumkan bahwa Rusia juga akan menarik diri. Menteri pertahanan Rusia juga mengumumkan rencana untuk mengembangkan misil-misil baru sehingga mendorong Presiden AS Donald Trump untuk bersumpah akan meningkatkan anggaran militer yang melebihi anggaran yang dikeluarkan Rusia.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Badan PBB Urusan Pengungsi Palestina Terancam Kekurangan Dana
Thursday, 23 May 2019 17:25 WIB

Badan PBB yang membantu pengungsi Palestina (UNRWA), Rabu (22/5), memperingatkan pihaknya hanya memiliki dana untuk beberapa minggu kecuali para donor bertindak cepat. œSaat ini, UNRWA hanya punya dana operasi hingga pertengahan Juni, demikian kata Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krähenbühl ...

Inggris, Jepang Hentikan Peluncuran Telepon 5G Huawei
Thursday, 23 May 2019 10:39 WIB

Perusahaan telepon seluler Inggris dan Jepang hari Rabu (22/5)mengatakan, mereka menunda rencana untuk menjual perangkat baru Huawei, dalam perselisihan terbaru atas pembatasan teknologi AS yang ditujukan untuk perusahaan China itu. Jaringan seluler EE dan Vodafone dari Inggris serta KDDI dan Y! Mo...

Selain AS, Tiongkok Takut Sebagian Besar Pengaruh Jepang di Laut yang Sengketa
Wednesday, 22 May 2019 23:37 WIB

Jepang membentuk diri sebagai saingan utama China di Laut Cina Selatan yang disengketakan karena memiliki pendekatan berkelanjutan dan multi-cabang dan serangkaian alasan unik untuk menguji pengaruh Beijing yang semakin meningkat, kata para analis. Negara ini telah muncul sejak 2017 sebagai kekuata...

Repsol Keluar dari Venezuela
Wednesday, 22 May 2019 19:06 WIB

Repsol, perusahaan minyak raksasa Spanyol yang punya operasi di Venezuela, meninggalkan negara itu di tengah meningkatnya tekanan sanksi oleh Amerika dan kekacauan yang terus berlangsung di sana. Investasi Repsol di Venezuela berkurang sebanyak 70 persen pada tahun lalu dari total investasi pada 20...

Mencari Dukungan Brexit, Mei Menawarkan Vote pada Referendum Baru
Wednesday, 22 May 2019 00:03 WIB

Dalam sebuah konsesi besar, Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Selasa menawarkan kepada anggota parlemen kesempatan untuk memberikan suara apakah akan mengadakan referendum baru mengenai keanggotaan negara di Uni Eropa - tetapi hanya jika itu mendukung perjanjian Brexit yang ditolaknya se...

ANOTHER NEWS
Minyak Menuju Minggu Terburuk Dalam 6 Bulan Terkait Lonjakan Stok Minyak Mentah
Thursday, 23 May 2019 18:32 WIB Harga minyak turun pada hari Kamis, memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya di tengah melonjaknya persediaan minyak AS dan ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung membebani prospek permintaan. Saham dunia membuatnya empat hari di zona...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.