Peringkat AS Turun dalam Indeks Antikorupsi Global
Wednesday, 30 January 2019 01:18 WIB | GLOBAL |AmerikaGlobal

Sebuah organisasi antikorupsi global menyatakan posisi Amerika Serikat telah turun dalam daftar yang dikeluarkannya mengenai upaya-upaya anti korupsi berbagai negara dan untuk pertama kalinya kini tidak lagi tercatat dalam peringkat 20 teratas.

Penjabat Perwakilan Amerika di Transparency International, Zoe Reiter, menyebut penurunan empat poin dalam Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2018 itu sebagai suatu œbendera merah.

Ia mengatakan kondisi ini terjadi pada waktu Amerika mengalami œancaman-ancaman terhadap sistem pengawasan dan keseimbangannya dan œtergerusnya norma-norma etika pada level-level kekuasaan tertinggi.

œJika kecenderungan itu berlanjut, ini akan mengindikasikan masalah korupsi yang serius di negara yang mengambil posisi pemimpin dalam isu ini secara global, ujar Reiter.

Amerika Serikat mencatatkan skor 71 dalam indeks persepsi tahun lalu setelah mencatat skor 75 pada tahun sebelumnya.

œPendapat pakar yang diperoleh CPI mendukung keprihatinan mendalam atas korupsi dalam pemerintahan yang dilaporkan Amerika dalam survei tahun 2017 kami. Para pakar dan masyarakat sama-sama meyakini situasi ini semakin buruk, lanjut Reiter.

Transparency International menggunakan beberapa kriteria untuk mengukur seberapa baik suatu negara memerangi korupsi, di antaranya pengawasan dan keseimbangan dalam kekuasaan politik, kontrol atas konflik kepentingan dan pengaruh pribadi terhadap pemerintah, serta tindakan-tindakan yang mempersulit pemilih.

Untuk indeks tahun 2018, ada 180 negara yang disurvei. Denmark dan Selandia Baru berada di urutan teratas daftar itu sedangkan Somalia, Suriah dan Sudan Selatan berada di urutan terbawah.

VOA news

RELATED NEWS

Masa Depan Brexit Dipertaruhkan pada Pemilu Inggris
Thursday, 12 December 2019 23:59 WIB

Rakyat Inggris memberikan suara mereka, Kamis (12/12), pada pemilu dini yang kemungkinan akan menghasilkan resolusi yang sudah lama ditunggu-tunggu menyangkut Brexit “ keluarnya Inggris dari Uni Eropa sesuai hasil referendum tahun 2016. PM Inggris Boris Johnson memfokuskan kampanyenya pada slogan...

Turki Ancam Balas AS Kalau Terapkan Sanksi Baru
Thursday, 12 December 2019 10:52 WIB

Pemerintah Turki mengancam akan mengambil tindakan balasan kalau Amerika menjalankan sanksi-sanksi baru atasnya. Peringatan ini dikeluarkan ketika Senat Amerika sedang bersiap-siap mengadakan pemungutan suara menentang Turki karena membeli sistem pertahanan rudal buatan Rusia. œAnggota Kongres A...

Seismolog Selandia Baru Khawatir akan Letusan Baru di Gunung Api
Thursday, 12 December 2019 00:16 WIB

Pihak berwenang Selandia Baru, mengatakan pada Rabu, situasi di Pulau Putih masih tidak memungkinkan mereka untuk mengirimkan tim-tim SAR untuk mengambil jenazah para korban tewas akibat letusan gunung berapi di sana, Senin lalu. Badan pengawas aktivitas gempa Selandia Baru, GeoNet, mengatakan, ada...

Aung San Suu Kyi Hadir di Pengadilan Den Haag Ketika Myanmar Dituduh Melakukan Genosida
Wednesday, 11 December 2019 18:27 WIB

Penasihat negara Myanmar, pemenang hadiah Nobel, Aung San Suu Kyi, hadir di Mahkamah Internasional di Den Haag, Selasa untuk membela pemerintahnya dari tuduhan genosida. Militer Myanmar dituduh melakukan kampanye pembunuhan massal, pemerkosaan dan penyiksaan terhadap komunitas Muslim Rohingya pada ...

Inggris Bersiap Pemilu, Perjuangan Berat Brexit Diperkirakan Berlanjut
Wednesday, 11 December 2019 11:01 WIB

Para pemimpin politik Inggris melakukan persiapan terakhir menjelang pemilihan umum pada Kamis (12/12), yang didominasi oleh masalah keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Sebuah laporan baru dari kelompok analis, The UK in a Changing Europe di Kings College London, menyimpulkan bahwa baik partai Konser...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Berakhir Dengan Kenaikan Tajam (Review)
Friday, 13 December 2019 04:33 WIB Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari satu persen pada Kamis ini setelah Federal Reserve mengindikasikan akan membiarkan suku bunga tidak berubah tahun depan, sementara investor mengawasi pembicaraan perdagangan China-AS. Indeks Hang Seng naik...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.