Presiden Afghanistan Pecat Pejabat Publik, Picu Ketegangan Politik
Friday, 25 January 2019 11:17 WIB | GLOBAL |GlobalAfghanistan

Presiden Ashraf Ghani hari Kamis (24/1) secara resmi memecat seorang wakil Pemimpin Eksekutif Afghanistan, Abdullah Abdullah dari jabatannya, tindakan yang tampaknya meningkatkan ketegangan politik pada saat yang kritis bagi negara tersebut.

Kantor Ghani mengatakan Haji Mohammad Mohaqiq diberhentikan berdasarkan pasal dari konstitusi yang memberi presiden wewenang untuk mempekerjakan atau memecat pejabat pemerintah.

Namun, Abdullah menyebut pemecatan itu "bertentangan dengan perjanjian politik" yang mengarah pada pembentukan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) pada tahun 2014.

"Dalam fase bersejarah yang sensitif ini, keputusan sepihak apa pun yang bertentangan dengan aspirasi Pemerintah Persatuan Nasional akan melemahkan semangat NUG, kerja sama dan akan memicu ketidakstabilan," bunyi pernyataan Abdullah itu.

Afghanistan sedang mempersiapkan pemilihan presiden akhir tahun ini dan perundingan tim A.S dengan Taliban, Afghanistan untuk mencari peta jalan guna mengakhiri perang selama 18 tahun yang tampaknya semakin serius.

Taliban sejauh ini menolak untuk berunding langsung dengan rezim Kabul. AS dan negara-negara regional lainnya menekan kelompok tersebut untuk terlibat dengan pemerintahan Afghanistan saat ini. Ketegangan dalam Pemerintah Persatuan itu bisa makin memperumit situasi.

NUG dibentuk, setelah pemilihan presiden terakhir pada tahun 2014 mengakibatkan krisis politik yang serius. Baik Ghani dan Abdullah sama-sama mengklaim menang dan menuduhkan penipuan besar-besaran dalam penghitungan suara. Mantan Menlu AS John Kerry sebelumnya membantu merundingkan kesepakatan antara kedua belah pihak.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Uni Eropa Setujui Perjanjian Perdagangan dengan Vietnam
Wednesday, 19 February 2020 00:09 WIB

Uni Eropa telah menyetujui perjanjian perdagangan dengan Vietnam, membuktikan kelirunya mereka yang skeptis karena mengira keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan masalah HAM Vietnam akan menangguhkan pemungutan suara mengenai perjanjian tersebut. Anggota Parlemen Uni Eropa minggu lalu member...

Kematian Karena Virus Korona Lampaui 1.800 orang
Tuesday, 18 February 2020 18:27 WIB

Pejabat kesehatan China, Selasa (18/2), melaporkan jumlah penderita virus korona yang sudah dikukuhkan mencapai lebih dari 71 ribu orang, dan korban yang meninggal lebih dari 1.800 orang. Kira-kira 11 ribu dari orang yang terkena virus itu dilaporkan telah sembuh. Mengutip Reuters, Provinsi Hubei,...

Hadapi Protes, Yunani Tunda Rencana Bangun Kamp Tahanan Migran
Tuesday, 18 February 2020 10:34 WIB

Pemerintah Yunani mengatakan, menunda rencana darurat untuk membangun kamp-kamp penahanan migran di pulau-pulau Yunani yang terletak dekat pantai Turki untuk memungkinkan perundingan dengan otorita-otorita setempat yang menentang rencana tersebut, Notis Mitarakis, menteri imigrasi dan suaka Yunani,...

Taliban: Kesepakatan Perdamaian dengan AS akan Ditandatangani Akhir Februari
Monday, 17 February 2020 23:39 WIB

Taliban, pada hari Senin (17/2) tampaknya yakin akan menandatangani kesepakatan perdamaian dengan AS menjelang akhir bulan ini di hadapan para penjamin internasional untuk mengakhiri perang di Afghanistan yang telah berlangsung 18 tahun. Seorang pemimpin kelompok pemberontak itu mengatakan kepada s...

Nevada Mulai Tentukan Nominasi Kandidat Presiden Demokrat
Monday, 17 February 2020 17:26 WIB

Pemungutan suara awal telah dimulai di Nevada dalam kontes nominasi presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat. Nevada adalah negara bagian ketiga yang memilih seorang kandidat untuk bersaing dengan Presiden Donald Trump dari Partai Republik dalam pilpres November mendatang. Sebagian besar ...

ANOTHER NEWS
Saham Tokyo Mengawali Hari Dengan Penguatan
Wednesday, 19 February 2020 07:32 WIB Saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Rabu karena investor menyesuaikan posisi mereka di tengah kekhawatiran yang tersisa tentang dampak dari virus Corona baru pada perekonomian. Indeks acuan Nikkei 225 naik 0,65 persen atau 151,73 poin di...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.