Langgar Privasi Data, Perancis Denda Google 57 Juta Dolar
Tuesday, 22 January 2019 11:23 WIB | GLOBAL |GlobalGoogle

Badan pengawas data di Perancis (CNIL) hari Senin (21/1) menjatuhkan denda hampir 57 juta dolar kepada Google. Mesin pencari internet raksasa itu gagal memberikan informasi yang transparan kepada para penggunanya tentang kebijakan-kebijakan data konsumen dan bagaimana informasi pribadi mereka digunakan untuk menampilkan iklan-iklan yang menarget mereka.

CNIL menegaskan bahwa Google yang berkantor di Amerika telah menjadikan informasi penting dan pengaturan preferensi pribadi bagi pengguna internet itu terlalu rumit untuk dipahami.

œInformasi yang disediakan bagi pengguna untuk memahami landasan hukum iklan yang ditargetkan berdasarkan persetujuan pengguna internet tidak cukup jelas, dan hal itu bukan merupakan kepentingan bisnis Google yang sah, tegas CNIL.

Ini merupakan keputusan pertama yang menggunakan Regulasi Perlindungan Data Umum Uni Eropa, serangkaian aturan yang menetapkan standar global untuk memaksa perusahaan-perusahaan teknologi mengkaji praktik mereka atau menghadapi denda yang sangat besar. Aturan yang diterapkan sejak satu tahun lalu itu dikenal sangat tegas.

Google mengatakan akan mempelajari putusan denda itu untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

œOrang-orang mengharapkan standar transparansi dan kontrol yang tinggi dari kami, ujar Google. œKami sangat berkomitmen untuk memenuhi harapan-harapan itu dan persetujuan terhadap syarat-syarat aturan baru tersebut."

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Suriah, Misil Rusia Jadi Agenda Pembicaraan Trump-Erdogan
Wednesday, 13 November 2019 23:25 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengunjungi Gedung Putih, Rabu (13/11), untuk melangsungkan pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin kemungkinan akan membahas serangan Turki di Suriah Utara dan pembelian sistem pertahanan udara Rusia. Menurut pernyataan yang dirilis Gedu...

Jepang-AS: Hubungan 3 Arah dengan Korea Selatan, Kunci Keamanan
Wednesday, 13 November 2019 17:48 WIB

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika, Jenderal Mark Milley setuju dengan para pejabat Jepang hari Selasa (12/11) bahwa kerja sama tiga pihak dengan Korea Selatan adalah kunci keamanan regional dan bahwa pakta tentang berbagi intelijen antara Tokyo dan Seoul tidak boleh dibatalkan Menteri Luar Negeri ...

Eropa Minta Iran Batalkan Tindakan yang Langgar Kesepakatan Nuklir
Tuesday, 12 November 2019 23:20 WIB

Perancis, Jerman, Inggris dan Uni Eropa mengatakan, mereka sangat prihatin dengan langkah Iran yang kembali melakukan aktivitas pengayaan uranium, dan usaha negara itu untuk tidak memenuhi komitmen yang dibuatnya berdasarkan kesepakatan tahun 2015 terkait program nuklir negara itu. Dalam sebuah per...

Ketegangan Menjelang Pertemuan Erdogan-Trump
Tuesday, 12 November 2019 17:59 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan minggu ini akan berkunjung ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan itu diharapkan akan bisa memperbaiki hubungan yang tegang belakangan ini karena berbagai perbedaan kebijakan politik. Topik pembicaraan antara pemimpin Turki dan Amerik...

Gempa Berkekuatan 5,4 SR Terasa di Perancis Selatan
Monday, 11 November 2019 23:21 WIB

Badan deteksi gempa Perancis mengatakan, gempa sedang berkekuatan 5,4 SR telah terjadi di Perancis selatan, di daerah terpencil Drome, antara Lyon dan Marseille. Badan itu mengatakan gempa terjadi sebelum tengah hari, Senin (11/11) dan pusat gempa terletak di dekat kota Montelimar di wilayah Auverg...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Anjlok Karena Meningkatnya Kerusuhan Yang Terjadi di Kota (Review)
Thursday, 14 November 2019 04:31 WIB Saham-saham Hong Kong anjlok pada Rabu ini, karena para investor bersiap untuk kerusuhan lebih lanjut setelah protes berhari-hari yang hampir membuat sebagian kota berhenti, dengan polisi memperingatkan itu dekat dengan "kehancuran total". Setelah...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.