Badan Pengawas Media Rusia Peringatkan Facebook dan Twitter
Tuesday, 22 January 2019 05:18 WIB | GLOBAL |GlobalRusia

Badan pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, Senin (21/1) membuka œproses administrasi terhadap Facebook dan Twitter karena tuduhan ketidakpatuhan terhadap undang-undang data negara. Demikian seperti dilaporkan oleh kantor berita Interfax.

Kepala Roskomnadzor, Alexander Zharov, mengatakan bahwa kedua raksasa media sosial Amerika itu memiliki waktu satu bulan untuk mematuhi undang-undang tersebut atau menghadapi proses hukum.

Menurut Roskomnadzor, Facebook dan Twitter belum menjelaskan bagaimana dan kapan akan mematuhi undang-undang yang mengharuskan semua server yang digunakan untuk menyimpan data pribadi warga Rusia berada di wilayah Rusia.

Rusia telah mengeluarkan undang-undang lebih keras terkait penggunaan Internet dalam lima tahun terakhir, di antaranya yang mengharuskan mesin pencari untuk berbagi kunci enkripsi dengan dinas keamanan Rusia.

Pada bulan April tahun lalu, ribuan orang berunjuk rasa di Moskow untuk mendukung kebebasan menggunakan Internet setelah pihak berwenang Rusia berusaha memblokir akses ke aplikasi Telegram, yang populer untuk mengirim dan menerima pesan.

Telegram telah menolak memberi dinas intelijen negara akses ke percakapan pribadi yang biasanya dienkripsi.

VOA news

RELATED NEWS

Iran: Kapal Tanker Minyak Dihantam oleh Roket di lepas pantai Arab Saudi
Friday, 11 October 2019 23:33 WIB

Dua roket menghantam sebuah kapal tanker Iran yang melakukan perjalanan melalui Laut Merah di lepas pantai Arab Saudi pada hari Jumat, kata para pejabat Iran, insiden terbaru di wilayah itu di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan AS. Tidak ada kabar dari Arab Saudi tentang serangan yan...

Pembicaraan Nuklir Buntu, Korut Ancam Tingkatkan Provokasi
Friday, 11 October 2019 18:40 WIB

Korea Utara, Kamis (10/10) memperingatkan bahwa œkesabarannya hampir habis dan mengancam akan meningkatkan provokasi, menyusul kegagalan pembicaraan nuklirnya dengan AS. Peringatan ini merupakan bukti terbaru bahwa Korea Utara kembali ke sikap agresifnya setelah meninggalkan perundingan nuklir ...

Presiden Ukraina: Tak Ada Pemerasan dalam Percakapan dengan Trump
Thursday, 10 October 2019 23:58 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada Kamis tidak ada "pemerasan" dalam panggilan teleponnya Juli lalu dengan Presiden AS Donald Trump yang sekarang menjadi pusat penyelidikan dakwaan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Demokrat. Dalam konferensi pers yang berlangsung beber...

Presiden Trump Izinkan Beberapa Penjualan Ke Huawei China - The New York Times
Thursday, 10 October 2019 10:44 WIB

Pemerintahan Trump berencana untuk mengeluarkan lisensi segera yang akan memungkinkan beberapa perusahaan Amerika untuk memasok barang tidak sensitif ke Huawei, menurut laporan oleh The New York Times. Langkah ini dapat membantu meredakan ketegangan antara AS dan China, mungkin membuka jalan bagi s...

Dua Orang Tewas Ditembak di Kota Halle, Jerman
Wednesday, 9 October 2019 23:28 WIB

Jaksa federal di Jerman telah mengambil alih penyelidikan atas penembakan yang menewaskan dua orang di kota Halle. Tim penuntut federal negara itu menangani kasus-kasus yang kemungkinan melibatkan aksi terorisme dan keamanan nasional. Penembakan itu terjadi, pada  Rabu (9/10) di dekat sebuah ...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Reli Lebih dari 2% Terkait Harapan Perdagangan (Review)
Saturday, 12 October 2019 03:17 WIB Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari dua persen pada Jumat di tengah optimisme atas pembicaraan perdagangan China-AS, sementara perusahaan-perusahaan energi didorong oleh lonjakan harga minyak setelah sebuah kapal tanker Iran dilanda ledakan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.