Bom Bunuh Diri di Kolombia Tewaskan Sedikitnya 21 Orang
Saturday, 19 January 2019 00:39 WIB | GLOBAL |Global

Serangan bom truk bunuh diri di sebuah akademi kepolisian, Kamis (18/1) di Kolombia menewaskan sedikitnya 21 orang dan mencederai sedikitnya 68 orang.

Presiden Kolombia Ivan Duque membatalkan pertemuan yang seharusnya dilaksanakan di bagian barat Kolombia dan bergegas kembali untuk mengunjungi lokasi ledakan di dekat Bogota.

œIni merupakan serangan yang bukan hanya terhadap generasi muda, pasukan keamanan atau polisi. Ini serangan terhadap masyarakat, kata Duque. œTindakan gila teroris ini tidak akan dibiarkan.

Kimberley Breier, asisten Menteri Luar Negeri Amerika untuk urusan Amerika Latin, juga mengecam serangan tersebut, dan mengatakan Amerika menyatakan belasungkawanya kepada para korban dan keluarga mereka.

Truk pikap yang dipenuhi bom itu menabrak gerbang sekolah perwira yang terletak di selatan ibukota, meskipun pintu masuk itu dikelilingi pengawal bersenjata dan anjing-anjing pelacak bom.

Pengemudi truk itu telah diidentifikasi, tetapi belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab.

Tetapi kelompok pemberontak ELN telah meningkatkan serangan-serangan terhadap polisi sejak pembicaraan perdamaian macet, sewaktu pemberontak menolak memenuhi tuntutan pemerintah agar membebaskan seluruh sanderanya.

ELN sekarang adalah kelompok pemberontak bersenjata terbesar di Kolombia sejak FARC dibubarkan dan menjadi partai politik, sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian dengan pemerintah.

Meskipun Kolombia memiliki riwayat panjang kekerasan yang dilakukan oleh gerilyawan, pengeboman oleh teroris di negara itu jarang terjadi.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Korea Utara Uji Coba Misil Taktis Baru
Thursday, 18 April 2019 12:55 WIB

Korea Utara telah menguji coba sebuah misil taktis baru dalam unjuk kemampuan terbaru militer Pyongyang, demikian laporan media pemerintah, Kamis. Kim Jong Un mengawasi dan memandu uji coba pada hari Rabu dan menyebutnya operasi "sangat penting," kata kantor berita resmi KCNA. Laporan KCNA itu tid...

Warga Paris dan Turis Berbondong-bondong untuk Melihat 'Bunda' Prancis yang Lumpuh
Wednesday, 17 April 2019 19:02 WIB

Hanya beberapa hari yang lalu, Severine Vilbert berjalan-jalan di sekitar Notre Dame dengan putri sulungnya pada hari yang dingin namun cerah. Bunga-bunga bermekaran dan katedral berkilau cahaya. "Kami memandang Notre Dame dan mengatakan monumen yang begitu indah, betapa bangganya menjadi orang Par...

Warga Norwegia Dihukum 14 Tahun Penjara di Rusia
Wednesday, 17 April 2019 11:59 WIB

Sebuah pengadilan Rusia telah menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara terhadap seorang warga Norwegia karena melakukan spionase. Pihak berwenang Rusia menyatakan Frode Berg, pensiunan pengawas perbatasan, ditahan di Moskow pada Desember 2017 menyusul operasi yang dilakukan dinas keamanan Rusia, FSB. B...

Trump Berikrar Kalahkan China di Bidang Teknologi 5G
Wednesday, 17 April 2019 02:34 WIB

Dalam upaya untuk mengungguli China di bidang teknologi nirkabel generasi kelima, yang dikenal sebagai 5G, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan lelang frekuensi radio terbesar yang pernah ada dana dana sebesar $20 miliar untuk membangun jaringan utama serat optik di kawasan pedesaan. œKita tida...

Dunia Berkabung, Katedral Notre Dame di Paris Dilalap Api
Tuesday, 16 April 2019 19:27 WIB

Dunia terkejut, air mata dan doa di panjatkan ketika menyaksikan ikon dari kota Paris Katedral Notre Dame terbakar di pada hari Senin. Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara kepada rakyatnya tepat sebelum tengah malam. "Aku memberitahumu malam ini: Kami akan membangun kembali katedral ini," kat...

ANOTHER NEWS
GBP/USD Rebound, Temukan Beberapa Dorongan Di Depan 1,30 Pasca Penjualan Ritel Inggris
Thursday, 18 April 2019 16:29 WIB Pasangan GBP/USD dengan cepat pulih sekitar 20-pips dan membalikkan sebagian besar penurunan sebelumnya ke dekat rekor dua minggu di tengah data makro Inggris yang optimis. Pasangan ini gagal memanfaatkan kenaikan sebelumnya ke 1,3050an dan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.