Facebook Berinvestasi $300 Juta untuk Media Lokal
Thursday, 17 January 2019 11:13 WIB | GLOBAL |

Facebook menyatakan pihaknya berinvestasi $300 juta dalam kurun waktu tiga tahun ke depan untuk program-program media lokal, kemitraan, dan berbagai inisiatif lainnya.

Dana investasi ini akan disalurkan dalam bentuk hibah pembuatan liputan untuk media-media lokal. Langkah itu akan memperluas program Facebook untuk membantu media-media lokal dengan model bisnis sistem berlangganan dan berinvestasi di berbagai lembaga nirlaba yang bertujuan untuk mendukung berita-berita lokal.

Keputusan ini diambil di tengah masa-masa sulit untuk industri berita, dimana mereka menghadapi kemerosotan tingkat laba dan jumlah pembaca media cetak. Facebook, seperti Google, dituding sebagai penyebab terus merosotnya pangsa surat kabar untuk meraup penghasilan dari iklan karena para pemasang iklan telah beralih untuk mengiklankan produk/layanannya di layanan online.

Campbell Brown, kepala kemitraan berita global di Facebook, mengakui perusahaan itu œtidak dapat membalikkan jarum jam. Tapi mengatakan pihaknya ingin bekerja sama dengan para penerbit untuk membantu mereka meraih keberhasilan baik dalam jaringan sosial ataupun di luar jaringan sosial.

œIndustri surat kabar tengah mengalami proses transisi besar-besaran yang telah dimulai sejak lama, ujarnya. œTak seorangpun dari kita mampu membayangkan bagaimana masa depan jurnalisme namun kami ingin menjadi salah satu pihak yang berkontribusi yang dapat menemukan jalan keluar.

Facebook telah meningkatkan fokusnya pada berita-berita lokal pada tahun lalu setelah memulai 2018 dengan pengumuman bahwa pihaknya tidak akan memberi prioritas pada berita-berita dan video di lini masa penggunanya di jaringan sosial dan lebih memprioritaskan unggahan dari teman-teman mereka.

Di saat yang sama, perusahaan itu secara berhati-hati menguji cara-cara untuk memprioritaskan kabar-kabar berita lokal yang dapat menarik minat penggunanya dan inisiatif untuk mendorong industri media lokal secara lebih luas. Facebook telah meluncurkan fitur yang disebut œHari ini di yang menunjukkan berita lokal dan informasi termasuk pengumuman orang hilang, penutupan jalan, berita kriminalitas dan pengumuman sekolah, dengan memperluas jangkauannya ke ratusan kota di AS dan beberapa di Australia.

Dorongan untuk mendukung berita lokal muncul saat Facebook, yang berpusat di Menlo Park, California, mencoba untuk menghilangkan reputasi sebagai sumber utama kabar-kabar bohong dan upaya untuk mempengaruhi pemilu. Perusahaan itu mengatakan para penggunanya telah meminta untuk melihat lebih banyak lagi kabar lokal yang relevan dengan mereka, termasuk berita juga informasi kemasyarakatan seperti penutupan jalan di tengah badai salju.

Investasi senilai $300 juta ini termasuk hibah bernilai $5 juta untuk lembaga nirlaba Pulitzer Center untuk meluncurkan inisiatif yang disebut œBringing Stories Home, sebuah dana yang akan menyediakan hibah bagi kantor berita lokal di AS untuk pendukung peliputan berita-berita lokal. Selain itu juga ada investasi senilai $2 juta bagi Report for America sebagai bagian dari kemitraan yang bertujuan untuk menempatkan 1.000 pewarta di kantor-kantor berita lokal di seluruh penjuru negeri dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Gagasan di balik investasi ini, ujar Brown, adalah untuk mencari œbagaimana penerbit tertentu dapat mendefinisikan model bisnis secara holistik. Facebook tidak dapat menjadi satu-satunya jawaban, satu-satunya solusi “ kita tidak ingin melihat ketergantungan penerbit kepada Facebook.

Fran Wills, CEO Local Media Consortium, yang menerima dana senilai $1 juta bersama-sama dengan Local Media Association untuk membantu kantor-kantor berita yang menjadi anggotanya untuk mengembangkan arus pendapatan yang baru, mengatakan ia optimis investasi ini akan dapat membantu.

œSaya rasa mereka mengakui bahwa berita yang terpercaya dan kredibel akan bermanfaat tidak hanya untuk para penerbit lokal namun juga bagi mereka, ujarnya.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

WHO Desak Semua Negara Bersiap Tanggapi Virus Korona
Wednesday, 26 February 2020 23:13 WIB

Sementara China melaporkan terjadinya perlambatan laju pertambahan kasus baru virus korona, para pejabat kesehatan dunia memuji respon negara itu dan mengingatkan pemerintah-pemerintah lainnya untuk bersiap secara agresif menanggapi kasus-kasus virus itu di negara masing-masing. Sejumlah pejabat ke...

Mantan Penguasa Mesir Hosni Mubarak Tutup Usia
Wednesday, 26 February 2020 16:11 WIB

Pemimpin yang lama berkuasa di Mesir, Hosni Mubarak, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kematiannya diberitakan hari Selasa (25/2) oleh televisi pemerintah. Mubarak berkuasa di Mesir selama hampir 30 tahun, sebelum disingkirkan dari jabatannya pada 2011, setelah protes rakyat selama 18 hari. Dia ...

Trump: AS 'Hampir Sampai' pada Kesepakatan Damai di Afghanistan
Wednesday, 26 February 2020 11:54 WIB

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan pemerintahannya bergerak lebih dekat ke kesepakatan damai dengan Taliban di Afghanistan, dan mengatakan gencatan senjata untuk pengurangan kekerasan selama seminggu di seluruh negeri dengan kelompok pemberontak itu dipatuhi œsejauh ini, begitu baik. ...

Tidak Perlu Checkout: Amazon Membuka Toko Kelontong Tanpa Kasir
Tuesday, 25 February 2020 23:49 WIB

Raksasa ritel daring ini membuka supermarket tanpa kasir pertamanya, pertanda terbaru bahwa Amazon serius mengguncang industri bahan makanan senilai $ 800 miliar. Di toko baru, yang dibuka Selasa di Seattle, pembeli dapat mengambil susu atau telur dan berjalan keluar tanpa memeriksa atau membuka do...

Kasus Virus Korona di Italia Dikonfirmasi Melebihi 200
Tuesday, 25 February 2020 19:30 WIB

Korban tewas di Italia akibat wabah virus Korona mencapai tujuh orang dengan lebih dari 200 kasus dikonfirmasi. Setidaknya 10 kota di utara berada dalam status isolasi dan tentara memastikan tidak ada yang masuk ataupun meninggalkan kota selama periode karantina. Pihak berwenang Italia bekerja sepa...

ANOTHER NEWS
Saham Eropa ditutup beragam seiring penyebaran coronavirus
Thursday, 27 February 2020 00:13 WIB Pasar Eropa ditutup bervariasi pada hari Rabu, pasca jumlah kasus virus corona di luar China melebihi yang ada di dalam negeri untuk pertama kalinya. Samah Pan-European Stoxx 600 ditutup sedikit di bawah garis datar, pada 404.62  mengurangi...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.