Jaguar Land Rover akan Memangkas 4.500 Tenaga Kerja, Dimulai di Inggris
Friday, 11 January 2019 18:46 WIB | GLOBAL |Global

Jaguar Land Rover, Kamis, mengatakan akan memangkas 4.500 tenaga kerja karena produsen mobil tersebut mengatasi permintaan yang melambat di China dan meningkatnya ketidakpastian tentang kepergian Inggris dari Uni Eropa.

Pembuat mobil mewah, yang dimiliki oleh konglomerat Tata India, mengatakan pemangkasan akan menjadi tambahan dari 1.500 orang yang meninggalkan bisnis tersebut pada 2018. Program pemangkasan biaya akan dimulai dengan program pengurangan sukarela di Inggris, di mana sekitar 44.000 orang dipekerjakan.

Pemangkasan tenaga kerja terbaru merupakan kelanjutan dari rencana turnaround 2,5 miliar pound (3,2 miliar dolar) tahun lalu yang dirancang untuk menghadapi banyak tantangan yang dihadapi perusahaan - Brexit, meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan AS dan standar emisi baru Eropa yang digabungkan kepada dorongan untuk membuat Jaguar ke posisi merah dalam tiga bulan hingga 30 September, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan juga mengumumkan investasi lebih lanjut dalam elektrifikasi.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Venezuela Tahan Pembantu Utama Pemimpin Oposisi
Friday, 22 March 2019 05:08 WIB

Pemimpin oposisi Venezuela yang menyatakan diri sebagai presiden sementara, Juan Guaido, mengatakan, para petugas intelijen telah menahan kepala stafnya. Pembantu Guaido, Roberto Marrero, dibawa ke tahanan setelah penggerebekan di rumahnya semalam. Kediaman anggota parlemen Sergio Vergara juga dige...

Keuntungan BMW akan Menurun karena Biaya Produksi dan Ketidakpastian Dagang
Thursday, 21 March 2019 17:50 WIB

Produsen kendaraan bermotor Jerman, BMW, mengatakan, Rabu (20/3), keuntungan mereka pada tahun 2019 akan lebih rendah dari tahun sebelumnya. Mereka mengatakan, penyebab penurunan ini terkait rencana mereka untuk memangkas biaya produksi sebesar 13,6 miliar dolar untuk mengompensasi pengeluaran bagi ...

Japan Times Meminta Maaf untuk 'Gejolak' Seputar Referensi Perang Dunia II
Thursday, 21 March 2019 10:06 WIB

The Japan Times, sebuah surat kabar berbahasa Inggris yang mengubah uraiannya tentang œwanita penghibur dan pekerja paksa tahun lalu, meminta maaf kepada stafnya bulan lalu, tetapi mengancam akan melakukan tindakan hukum terhadap siapa pun yang menemukan informasi rahasia bocor. Dalam catatan ...

Uni Eropa Perketat Sikapnya Terkait Brexit
Thursday, 21 March 2019 02:35 WIB

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan, Rabu (20/3), Uni Eropa tidak terbuka pada kemungkinan perundingan lebih lanjut mengenai keluarnya Inggris dari blok tersebut, dan tidak mungkin memutuskan apakah pekan ini akan memberi Inggris perpanjangan waktu setelah tengat waktu 29 Maret. PM...

Militer AS Bantah Tuduhan Tentang Korban Sipil di Somalia
Wednesday, 20 March 2019 18:19 WIB

Kelompok HAM Amnesty International mengatakan 14 warga sipil tewas dalam lima serangan udara militer Amerika di Somalia dalam dua tahun terakhir. Tuduhan itu dibantah keras Amerika. Laporan Amnesty International yang dikeluarkan Selasa (19/3) juga mencakup pernyataan dari 65 saksi mata, sejumlah fo...

ANOTHER NEWS
Venezuela Tahan Pembantu Utama Pemimpin Oposisi
Friday, 22 March 2019 05:08 WIB Pemimpin oposisi Venezuela yang menyatakan diri sebagai presiden sementara, Juan Guaido, mengatakan, para petugas intelijen telah menahan kepala stafnya. Pembantu Guaido, Roberto Marrero, dibawa ke tahanan setelah penggerebekan di rumahnya...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.