Jaguar Land Rover akan Memangkas 4.500 Tenaga Kerja, Dimulai di Inggris
Friday, 11 January 2019 18:46 WIB | GLOBAL |Global

Jaguar Land Rover, Kamis, mengatakan akan memangkas 4.500 tenaga kerja karena produsen mobil tersebut mengatasi permintaan yang melambat di China dan meningkatnya ketidakpastian tentang kepergian Inggris dari Uni Eropa.

Pembuat mobil mewah, yang dimiliki oleh konglomerat Tata India, mengatakan pemangkasan akan menjadi tambahan dari 1.500 orang yang meninggalkan bisnis tersebut pada 2018. Program pemangkasan biaya akan dimulai dengan program pengurangan sukarela di Inggris, di mana sekitar 44.000 orang dipekerjakan.

Pemangkasan tenaga kerja terbaru merupakan kelanjutan dari rencana turnaround 2,5 miliar pound (3,2 miliar dolar) tahun lalu yang dirancang untuk menghadapi banyak tantangan yang dihadapi perusahaan - Brexit, meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan AS dan standar emisi baru Eropa yang digabungkan kepada dorongan untuk membuat Jaguar ke posisi merah dalam tiga bulan hingga 30 September, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan juga mengumumkan investasi lebih lanjut dalam elektrifikasi.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Sejumlah Saksi dan Informan Asing FBI Hilang di AS
Friday, 14 June 2019 23:52 WIB

Puluhan warga asing, yang direkrut Biro Investigasi Federal (FBI) sebagai saksi dan informan, menghilang antara 2015 dan 2017 di Amerika, menurut hasil audit baru. Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman mengatakan dalam audit yang dirilis pada Rabu (12/6) bahwa dalam banyak kasus, FBI gagal melapo...

AS Tuding Iran atas Serangan 2 Tanker Minyak di Teluk Oman
Friday, 14 June 2019 18:41 WIB

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan hari Kamis terhadap dua kapal minyak di Teluk Oman, di lepas pantai Iran. Salah satu tanker itu terbakar dan asap tebal dan hitam yang membubung tampak oleh satelit di antariksa. Pompeo mengatakan AS menuduh Iran berada dibalik...

Senat AS Gagalkan Upaya Blokir Penjualan Senjata AS ke Bahrain, Qatar
Friday, 14 June 2019 11:10 WIB

Senat AS pada hari Kamis (13/6) menolak resolusi untuk membatalkan penjualan senjata bernilai miliaran dolar ke Bahrain dan Qatar, di tengah berlanjutnya penyelidikan intensif kongres atas penjualan senjata kepada sekutu-sekutu AS di Timur Tengah. Senat memberikan suara 43-56 yang menolak resolusi ...

AS Akan Kirim 1.000 Tentara Tambahan ke Polandia
Thursday, 13 June 2019 23:54 WIB

Amerika dan Polandia menandatangani deklarasi bersama yang menegaskan kerja sama erat pertahanan. Presiden AS Donald Trump mengatakan deklarasi itu tidak hanya memperjelas kemitraan strategis, "tetapi juga nilai-nilai dan tujuan bersama yang dalam, dan persahabatan yang sangat kuat dan menghargai." ...

Demo Hong Kong Rusuh, AS Imbau Semua Pihak Tahan Diri
Thursday, 13 June 2019 17:43 WIB

Amerika mengimbau semua pihak agar menahan diri di tengah unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong pada Rabu (12/6) yang berubah menjadi ketika polisi bentrok dengan para demonstran yang menentang RUU ekstradisi yang kontroversial. Petugas mengenakan helm dan membawa perisai berbaris di jalan-jalan, m...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong akhiri pekan ini dengan kerugian lain (Review)
Saturday, 15 June 2019 04:00 WIB Saham-saham Hong Kong jatuh pada Jumat, mengakhiri pekan yang penuh gejolak yang melihat aksi jual tajam dipicu oleh protes keras di kota, sementara investor juga terkejut dengan ketidakpastian perdagangan China-AS. Indeks Hang Seng melemah 0,65...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.