Shutdown pemerintah AS berjarak satu hari lagi dari rekor terpanjang
Friday, 11 January 2019 11:44 WIB | GLOBAL |Global

Dengan lama 20 hari pada hari Kamis, penutupan sebagian pemerintah saat ini telah menjadi satu rekor.

Ini tercatat sebagai penutupan terpanjang kedua dalam catatan yang kembali lebih dari 40 tahun, hanya satu hari diatas penutupan 21 hari selama pemerintahan Clinton yang dimulai pada Desember 1995. Jika terus berlanjut, ini akan menyamai lama penutupan pemerintah era Clinton pada hari Jumat, dan itu akan menjadi yang terpanjang pada hari Sabtu.

Penutupan saat ini telah melampau penutupan selama era presiden Carter yang berlangsung 17 hari dan dimulai pada musim gugur 1978, dan telah melebihi satu penutupan selama pemerintahan Obama yang berlangsung 16 hari dan dimulai pada musim gugur 2013.

Analis telah mencatat dampak dari penutupan saat ini agak terbatas, karena hanya mempengaruhi agen yang mewakili sekitar 25% dari total pengeluaran pemerintah.

Penutupan yang sedang berlangsung dipicu oleh perselisihan tentang uang untuk tembok yang diusulkan Presiden Donald Trump di perbatasan selatan. Presiden pada hari Rabu meninggalkan sesi negosiasi setelah berbenturan dengan Demokrat, dan Trump menyatakan pada hari Kamis bahwa ia dapat mengumumkan keadaan darurat nasional untuk membangun temboknya, dengan mengatakan œmungkin saya akan melakukannya. Saya hampir akan mengatakan dengan pasti. " (Sdm)

Sumber: Marketwatch

RELATED NEWS

Sejumlah Saksi dan Informan Asing FBI Hilang di AS
Friday, 14 June 2019 23:52 WIB

Puluhan warga asing, yang direkrut Biro Investigasi Federal (FBI) sebagai saksi dan informan, menghilang antara 2015 dan 2017 di Amerika, menurut hasil audit baru. Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman mengatakan dalam audit yang dirilis pada Rabu (12/6) bahwa dalam banyak kasus, FBI gagal melapo...

AS Tuding Iran atas Serangan 2 Tanker Minyak di Teluk Oman
Friday, 14 June 2019 18:41 WIB

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan hari Kamis terhadap dua kapal minyak di Teluk Oman, di lepas pantai Iran. Salah satu tanker itu terbakar dan asap tebal dan hitam yang membubung tampak oleh satelit di antariksa. Pompeo mengatakan AS menuduh Iran berada dibalik...

Senat AS Gagalkan Upaya Blokir Penjualan Senjata AS ke Bahrain, Qatar
Friday, 14 June 2019 11:10 WIB

Senat AS pada hari Kamis (13/6) menolak resolusi untuk membatalkan penjualan senjata bernilai miliaran dolar ke Bahrain dan Qatar, di tengah berlanjutnya penyelidikan intensif kongres atas penjualan senjata kepada sekutu-sekutu AS di Timur Tengah. Senat memberikan suara 43-56 yang menolak resolusi ...

AS Akan Kirim 1.000 Tentara Tambahan ke Polandia
Thursday, 13 June 2019 23:54 WIB

Amerika dan Polandia menandatangani deklarasi bersama yang menegaskan kerja sama erat pertahanan. Presiden AS Donald Trump mengatakan deklarasi itu tidak hanya memperjelas kemitraan strategis, "tetapi juga nilai-nilai dan tujuan bersama yang dalam, dan persahabatan yang sangat kuat dan menghargai." ...

Demo Hong Kong Rusuh, AS Imbau Semua Pihak Tahan Diri
Thursday, 13 June 2019 17:43 WIB

Amerika mengimbau semua pihak agar menahan diri di tengah unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong pada Rabu (12/6) yang berubah menjadi ketika polisi bentrok dengan para demonstran yang menentang RUU ekstradisi yang kontroversial. Petugas mengenakan helm dan membawa perisai berbaris di jalan-jalan, m...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong akhiri pekan ini dengan kerugian lain (Review)
Saturday, 15 June 2019 04:00 WIB Saham-saham Hong Kong jatuh pada Jumat, mengakhiri pekan yang penuh gejolak yang melihat aksi jual tajam dipicu oleh protes keras di kota, sementara investor juga terkejut dengan ketidakpastian perdagangan China-AS. Indeks Hang Seng melemah 0,65...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.