Iran Tahan Seorang Veteran Angkatan Laut AS
Thursday, 10 January 2019 19:09 WIB | GLOBAL |Global

Iran hari Rabu (9/1) mengukuhkan menahan Michael R. White, veteran Angkatan Laut Amerika, di penjara negara itu, menjadikannya orang Amerika pertama yang diketahui ditahan semasa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Penahanan White menambah tekanan baru pada peningkatan ketegangan antara Iran dan Amerika, yang di bawah Trump telah melakukan upaya maksimal menentang Iran, termasuk menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan negara-negara kuat dunia.

Alasan penahanan White belum jelas. Iran pernah menggunakan penahanan orang Barat dan berkewarganegaraan ganda sebagai pengaruh dalam negosiasi.

Kantor berita setengah-resmi Iran, Tasnim, yang diyakini dekat dengan paramiliter negara itu, Pengawal Revolusi, melaporkan pengukuhan itu, mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Bahram Ghasemi.

Harian New York Times mengutip ibu White yang mengatakan ia mengetahui tiga minggu lalu bahwa putranya masih hidup dan ditahan di penjara Iran. Penangkapannya pertama kali dilaporkan media berita online oleh ekspatriat Iran yang mewawancarai mantan tahanan Iran yang mengatakan ia bertemu White di Penjara Vakilabad di Mashhad, Oktober lalu.

Kantor berita Associated Press belum bisa menghubungi anggota keluarga White. Departemen Luar Negeri Amerika mengetahui laporan penangkapan warga Amerika itu, tetapi tidak bisa berkomentar.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Mencari Dukungan Brexit, Mei Menawarkan Vote pada Referendum Baru
Wednesday, 22 May 2019 00:03 WIB

Dalam sebuah konsesi besar, Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Selasa menawarkan kepada anggota parlemen kesempatan untuk memberikan suara apakah akan mengadakan referendum baru mengenai keanggotaan negara di Uni Eropa - tetapi hanya jika itu mendukung perjanjian Brexit yang ditolaknya se...

Perang Dagang Persulit Bisnis Eropa di China
Tuesday, 21 May 2019 18:31 WIB

Perang dagang AS “ China tidak membuat bisnis jadi mudah untuk perusahaan-perusahaan Eropa di China. Lebih dari sepertiga merasakan dampak langsung terhadap bisnis mereka dan khawatir situasinya akan bertambah buruk dalam minggu-minggu mendatang. œMereka merasa lebih cemas dibanding tahun lalu,...

USS Preble Berlayar Dekat Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan
Tuesday, 21 May 2019 10:53 WIB

Militer Amerika Serikat mengatakan salah satu kapal perangnya di Laut Cina Selatan, Senin (20/5), berlayar di dekat Scarborough Shoal yang disengketakan yang diklaim oleh Cina dan Filipina. Scarborough Shoal atau Karang Scarborough adalah sekelompok pulau kecil dan karang dalam bentuk atol. œUSS ...

Saudi: Pasokan Minyak Dunia Mencukupi dan Cadangan Bertambah
Monday, 20 May 2019 23:58 WIB

Pasokan minyak mencukupi dan cadangan bertambah meskipun terjadi penurunan produksi besar-besaran dari Venezuela dan Iran, ujar gembong OPEC, Arab Saudi, dan produsen utama Uni Emirat Arab (UEA), hari Minggu ,sementara negara-negara pengekspor minyak (OPEC) bertemu di Jeddah. Negara-negara produsen...

Diperkirakan Kalah, PM Morrison Raih Kemenangan Mengejutkan dalam Pemilu Australia
Monday, 20 May 2019 18:22 WIB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pergi ke gereja Pentekosta hari Minggu (19/5) setelah mendapat kemenangan yang tidak diduga dalam pemilihan umum hari Sabtu. Berbagai jajak pendapat menunjukkan Morrison dan pemerintah koalisinya yang konservatif akan pasti kalah dalam pemilihan itu. Namun, ...

ANOTHER NEWS
Nikkei Tokyo ditutup datar ditengah ketegangan perdagangan AS-Cina
Wednesday, 22 May 2019 13:36 WIB Indeks utama Nikkei di Tokyo ditutup datar pada hari Rabu dengan ketegangan perdagangan AS-China membebani investor meskipun keputusan Washington untuk menunda larangan raksasa telekomunikasi China Huawei. Indeks acuan Nikkei 225 naik tipis 0,05%,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.