Kim Jong-un Tinggalkan Beijing Setelah Kunjungan Singkat
Thursday, 10 January 2019 04:01 WIB | GLOBAL |Global

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali ke negaranya setelah kunjungan selama dua hari ke China dan berbicara dengan Presiden Xi Jinping.

Kereta khusus yang ditumpangi Kim berangkat dari Beijing, Rabu sore (9/1), dan bergerak ke perbatasan timur laut, di mana ia akan tiba di Korea Utara pada Kamis pagi.

Ini merupakan kunjungan Kim Jong-un keempat ke sekutu diplomatik dan ekonomi utama Korea Utara itu sejak tahun lalu, dan memunculkan spekulasi bahwa Kim berkoordinasi dengan China menjelang kemungkinan pertemuan tingkat tinggi kedua Kim dengan Presiden AS Donald Trump.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan, Kim menghabiskan hari terakhirnya di Beijing dengan mengunjungi pabrik obat di sebuah zona ekonomi di luar Beijing, dan kemudian makan siang dengan Presiden Xi sebelum pulang ke Pyongyang.

Kim dan Xi melangsungkan pembicaraan, Selasa (8/1), yang diyakini sebagai hari ulang tahun Kim, tidak lama setelah pemimpin Korea Utara itu tiba di Beijing. Ia kemudian menghadiri jamuan makan malan dengan Xi dan istrinya di Balairung Besar Rakyat. Kim sendiri didampingi istrinya, Ri Sol Ju.

Baik China maupun Korea Utara tidak mengungkapkan rincian mengenai pembicaraan itu. Kedua pihak juga tidak merilis jadwal Kim selama kunjungan tersebut.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Badan Pengawas Media Rusia Peringatkan Facebook dan Twitter
Tuesday, 22 January 2019 05:18 WIB

Badan pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, Senin (21/1) membuka œproses administrasi terhadap Facebook dan Twitter karena tuduhan ketidakpatuhan terhadap undang-undang data negara. Demikian seperti dilaporkan oleh kantor berita Interfax. Kepala Roskomnadzor, Alexander Zharov, mengatakan ba...

Gunakan Senjata Kimia, Rusia dan Suriah Kena Sanksi Uni Eropa
Tuesday, 22 January 2019 00:21 WIB

Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi terkait penggunaan senjata kimia. Sanksi itu dikenakan terhadap sembilan pejabat Rusia dan Suriah, termasuk kepala badan intelijen militer Rusia, GRU. Uni Eropa menuduh mereka yang dijatuhi sanksi itu bertanggung jawab atas serangan senjata kimia di Suriah dan œ...

AS-Tiongkok masih buntu mengenai masalah pencurian kekayaan intelektual
Monday, 21 January 2019 18:24 WIB

Diskusi antara AS dan Tiongkok tentang tuduhan bahwa Tiongkok telah terlibat dalam pencurian kekayaan intelektual dalam beberapa dekade terakhir masih menemui jalan buntu, Bloomberg News melaporkan Senin. Topik itu menjadi agenda utama dalam pembicaraan perdagangan baru-baru ini di antara keduanya,...

Erdogan : Militer Turki Siap Ambil Alih Keamanan di Manbij, Suriah
Monday, 21 January 2019 11:33 WIB

Turki siap untuk mengambil alih keamanan di kota Manbij yang dikuasai Kurdi di Suriah, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan hari Minggu (20/1). Kantor Erdogan mengatakan presiden telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump lewat telepon hari Minggu, beberapa hari setelah sebuah serangan ISIS di k...

Bom Bunuh Diri di Kolombia Tewaskan Sedikitnya 21 Orang
Saturday, 19 January 2019 00:39 WIB

Serangan bom truk bunuh diri di sebuah akademi kepolisian, Kamis (18/1) di Kolombia menewaskan sedikitnya 21 orang dan mencederai sedikitnya 68 orang. Presiden Kolombia Ivan Duque membatalkan pertemuan yang seharusnya dilaksanakan di bagian barat Kolombia dan bergegas kembali untuk mengunjungi loka...

ANOTHER NEWS
Bursa Saham Hong Kong Datar Saat Sesi Pembukaan Hari Selasa
Tuesday, 22 January 2019 09:21 WIB Saham-saham Hong Kong hampir tidak bergerak dalam beberapa menit pertama perdagangan hari Selasa karena pedagang memberikan jeda setelah mengalami kenaikan yang solid selama dua minggu terakhir. Indeks Hang Seng bergerak menurun 7,14 poin ke level...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.