PM Inggris Mungkin Minta Bantuan Uni Eropa Terkait Brexit
Friday, 14 December 2018 01:06 WIB | GLOBAL |Global

PM Inggris Theresa May kembali ke Brussel, Kamis (13/12), dalam usaha memperoleh konsensi dalam kesepakatan kontroversial mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa setelah ia lolos dari voting mosi tidak percaya para anggota parlemen partainya sendiri.

May akan bertemu dengan para pemimpin Uni Eropa untuk kedua kalinya pekan ini dalam usaha menyelamatkan kesepakatan Brexit setelah ia membatalkan pemungutan suara parlemen (House of Commons) yang banyak diperkirakan akan membuahkan penolakan atas kesepakatan tersebut.

Sejauh ini, para pemimpin Eropa telah mengungkapkan keinginan mereka untuk membantu Inggris, namun mereka juga telah menegaskan bahwa mereka tidak ingin merundingkan kembali ketentuan-ketentuan yang disepakati kedua pihak selama diskusi berbulan-bulan.

Para pemimpin Eropa kan melangsungkan pertemuan Kamis dan Jumat, dan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan, mereka akan mendengarkan evaluasi May atas situasi sekarang sebelum melangsungkan pembicaraan tanpa May untuk membahas masalah itu dan mencari penyelesaian yang sesuai.

Partai May, yakni Partai Konservatif, dalam pemungutan suara tertutup memutuskan dengan suara 200 setuju dan 117 menentang untuk mempertahankan kepemimpinanan May hingga setahun mendatang,Banyak pengamat menduga, pernyataan May bahwa ia akan mundur sebagai pemimpin Inggris sebelum pemilu 2022, kemungkinan membantunya memperoleh dukungan para sejawat partainya.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Mahkamah Rusia Tolak Permohonan Mantan Marinir AS untuk Bebas dengan Jaminan
Wednesday, 23 January 2019 04:27 WIB

Sebuah pengadilan di Rusia telah menolak permohonan pembebasan dengan jaminan yang diajukan seorang lelaki Amerika, yang ditahan atas dakwaan spionase. Paul Whelan, yang berkewarganegaraan Amerika dan Inggris dan juga mantan anggota Marinir Amerika, ditangkap pada 28 Desember lalu karena apa yang d...

Taliban Buka Perundingan Perdamaian dengan Amerika di Qatar
Tuesday, 22 January 2019 23:59 WIB

Taliban Afghanistan hari Senin (21/1) membuka perundingan perdamaian putaran baru bersama Amerika di Qatar. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan pertemuan dua hari di Doha itu akan dilanjutkan hari Selasa (22/1). Utusan Khusus Amerika untuk Rekonsiliasi Politik Afghanistan Zalmay Kh...

IMF pangkas perkiraan ekonomi dunia untuk 2019
Tuesday, 22 January 2019 20:21 WIB

Dana Moneter Internasional telah memangkas perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini, mengutip meningkatnya ketegangan perdagangan dan kenaikan suku bunga AS sebagai alasannya. IMF mengatakan pada hari Senin bahwa mereka memperkirakan pertumbuhan global tahun ini sebesar 3,5%, turun dari ...

Langgar Privasi Data, Perancis Denda Google 57 Juta Dolar
Tuesday, 22 January 2019 11:23 WIB

Badan pengawas data di Perancis (CNIL) hari Senin (21/1) menjatuhkan denda hampir 57 juta dolar kepada Google. Mesin pencari internet raksasa itu gagal memberikan informasi yang transparan kepada para penggunanya tentang kebijakan-kebijakan data konsumen dan bagaimana informasi pribadi mereka diguna...

Badan Pengawas Media Rusia Peringatkan Facebook dan Twitter
Tuesday, 22 January 2019 05:18 WIB

Badan pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, Senin (21/1) membuka œproses administrasi terhadap Facebook dan Twitter karena tuduhan ketidakpatuhan terhadap undang-undang data negara. Demikian seperti dilaporkan oleh kantor berita Interfax. Kepala Roskomnadzor, Alexander Zharov, mengatakan ba...

ANOTHER NEWS
Ekuitas Asia Turun, Terkait Kekhawatiran Atas Pertumbuhan dan Perang Perdagangan
Wednesday, 23 January 2019 08:43 WIB Saham Asia melemah pada hari Rabu di tengah meningkatnya tanda-tanda perlambatan pertumbuhan global dan kekhawatiran atas perang perdagangan antara Sino-AS yang belum terselesaikan. Indeks Nikkei Jepang turun sebanyak 0,7 persen sementara Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.