Pengadilan Eropa: Inggris Dapat Hentikan Proses Penarikan dari Uni Eropa
Tuesday, 11 December 2018 01:25 WIB | GLOBAL |Global

Pengadilan Eropa (ECJ), Senin (10/12) memutuskan bahwa Inggris berhak untuk membatalkan keputusannya untuk meninggalkan Uni Eropa.

œKerajaan Inggris bebas untuk mencabut secara sepihak pemberitahuan tentang niatnya untuk menarik diri dari Uni Eropa, kata ECJ yang berbasis di Luksemburg.

œPencabutan seperti itu, yang diputuskan sesuai dengan persyaratan konstitusi nasionalnya, akan berpengaruh bahwa Inggris tetap berada di UE sesuai syarat-syarat yang tidak berubah, kata pengadilan itu.

Keputusan ECJ itu dikeluarkan ketika Perdana Menteri Inggris Theresa May menunda pemungutan suara di House of Commons (sejenis dewan perwakilan) yang sebelumnya telah ditetapkan akan berlangsung pada Selasa (11/12) mengenai apakah dewan akan menyetujui atau menolak kesepakatan Brexit.

Inggris memilih dalam referendum 2016 untuk meninggalkan blok dengan 28 negara anggota itu, dan minta penggunaan Pasal 50 dari Perjanjian Lisbon pada Maret 2017, untuk memulai proses keluar selama dua tahun.

Karena prospek negara mana pun yang meninggalkan Uni Eropa dianggap tidak hampir mungkin, maka pasal 50 memuat beberapa rincian spesifik tentang proses tersebut.

Namun, sekelompok legislator Skotlandia telah meminta ECJ untuk memutuskan apakah Inggris dapat membalikkan prosedur penarikan dirinya sendiri.

Suara mayoritas pemilih di Skotlandia dalam referendum 2016 tidak setuju meninggalkan Uni Eropa.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Perang Dagang Persulit Bisnis Eropa di China
Tuesday, 21 May 2019 18:31 WIB

Perang dagang AS “ China tidak membuat bisnis jadi mudah untuk perusahaan-perusahaan Eropa di China. Lebih dari sepertiga merasakan dampak langsung terhadap bisnis mereka dan khawatir situasinya akan bertambah buruk dalam minggu-minggu mendatang. œMereka merasa lebih cemas dibanding tahun lalu,...

USS Preble Berlayar Dekat Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan
Tuesday, 21 May 2019 10:53 WIB

Militer Amerika Serikat mengatakan salah satu kapal perangnya di Laut Cina Selatan, Senin (20/5), berlayar di dekat Scarborough Shoal yang disengketakan yang diklaim oleh Cina dan Filipina. Scarborough Shoal atau Karang Scarborough adalah sekelompok pulau kecil dan karang dalam bentuk atol. œUSS ...

Saudi: Pasokan Minyak Dunia Mencukupi dan Cadangan Bertambah
Monday, 20 May 2019 23:58 WIB

Pasokan minyak mencukupi dan cadangan bertambah meskipun terjadi penurunan produksi besar-besaran dari Venezuela dan Iran, ujar gembong OPEC, Arab Saudi, dan produsen utama Uni Emirat Arab (UEA), hari Minggu ,sementara negara-negara pengekspor minyak (OPEC) bertemu di Jeddah. Negara-negara produsen...

Diperkirakan Kalah, PM Morrison Raih Kemenangan Mengejutkan dalam Pemilu Australia
Monday, 20 May 2019 18:22 WIB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pergi ke gereja Pentekosta hari Minggu (19/5) setelah mendapat kemenangan yang tidak diduga dalam pemilihan umum hari Sabtu. Berbagai jajak pendapat menunjukkan Morrison dan pemerintah koalisinya yang konservatif akan pasti kalah dalam pemilihan itu. Namun, ...

Trump Ancam Habisi Iran Bila Iran Serang AS
Monday, 20 May 2019 10:16 WIB

Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran, mengancam akan menghabisinya apabila negara itu menyerang AS atau kepentingan-kepentingan AS. "Apabila Iran melawan, itu akan menjadi akhir bagi Iran," cuit Trump, Minggu (19/5). "Jangan pernah ancam AS lagi!" Baru tiga hari sebelum...

ANOTHER NEWS
Saham AS Dibuka Lebih Tinggi Karena Amerika Sementara Membatasi Pembatasan Huawei
Tuesday, 21 May 2019 20:43 WIB Saham A.S. dibuka lebih tinggi pada hari Selasa, mendapatkan dorongan setelah Departemen Perdagangan mengatakan akan memberikan pengecualian sementara untuk daftar hitam ekspor terhadap perusahaan telekomunikasi China Huawei. Indeks S&P 500...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.