Pasca Kasus Huawei, AS Tetap Tegas Dalam Pembicaraan Dagang
Saturday, 8 December 2018 04:20 WIB | GLOBAL |Global

Gedung Putih akan meneruskan sikap keras dalam pembicaraan perdagangan antara Amerika dengan China, menyusul penahanan eksekutif Huawei, sebuah perusahaan telekomunikasi besar di China.

Beberapa kalangan khawatir hal ini bisa menggagalkan kesepakatan penghentian pertikaian perdagangan selama 90 hari yang dicapai antara Washington dan Beijing minggu lalu di Argentina.

Dalam wawancara dengan VOA, penasihat perdagangan dan ekonomi Gedung Putih, Peter Navarro berulang kali menolak memberi komentar tentang penahanan Meng Wanzhou, CFO atau Eksekutif Finansial Huawei. Bisnis telekomunikasi Huawei kini jadi sumber ketegangan antara China dan Amerika.

Tetapi kata Navarro, pemerintahan Trump œmenuntut dan tidak sekedar minta agar China melakukan perubahan mendasar pada ekonominya.

Navarro tetap optimis bahwa Amerika dan China akan mampu mencapai kesepakatan sebelum tenggat 90 hari ini berlalu. Tetapi dia juga mengingatkan bahwa China punya sejarah panjang tidak menepati janji-janji perdagangannya.

œIni akan menjadi perundingan yang sulit, kata Navarro.œMasalah terbesar adalah kemampuan untuk melakukan verifikasi dan tidak menerima begitu saja, karena kita menyaksikan skenario seperti ini di masa lalu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Badan Pengawas Media Rusia Peringatkan Facebook dan Twitter
Tuesday, 22 January 2019 05:18 WIB

Badan pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, Senin (21/1) membuka œproses administrasi terhadap Facebook dan Twitter karena tuduhan ketidakpatuhan terhadap undang-undang data negara. Demikian seperti dilaporkan oleh kantor berita Interfax. Kepala Roskomnadzor, Alexander Zharov, mengatakan ba...

Gunakan Senjata Kimia, Rusia dan Suriah Kena Sanksi Uni Eropa
Tuesday, 22 January 2019 00:21 WIB

Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi terkait penggunaan senjata kimia. Sanksi itu dikenakan terhadap sembilan pejabat Rusia dan Suriah, termasuk kepala badan intelijen militer Rusia, GRU. Uni Eropa menuduh mereka yang dijatuhi sanksi itu bertanggung jawab atas serangan senjata kimia di Suriah dan œ...

AS-Tiongkok masih buntu mengenai masalah pencurian kekayaan intelektual
Monday, 21 January 2019 18:24 WIB

Diskusi antara AS dan Tiongkok tentang tuduhan bahwa Tiongkok telah terlibat dalam pencurian kekayaan intelektual dalam beberapa dekade terakhir masih menemui jalan buntu, Bloomberg News melaporkan Senin. Topik itu menjadi agenda utama dalam pembicaraan perdagangan baru-baru ini di antara keduanya,...

Erdogan : Militer Turki Siap Ambil Alih Keamanan di Manbij, Suriah
Monday, 21 January 2019 11:33 WIB

Turki siap untuk mengambil alih keamanan di kota Manbij yang dikuasai Kurdi di Suriah, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan hari Minggu (20/1). Kantor Erdogan mengatakan presiden telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump lewat telepon hari Minggu, beberapa hari setelah sebuah serangan ISIS di k...

Bom Bunuh Diri di Kolombia Tewaskan Sedikitnya 21 Orang
Saturday, 19 January 2019 00:39 WIB

Serangan bom truk bunuh diri di sebuah akademi kepolisian, Kamis (18/1) di Kolombia menewaskan sedikitnya 21 orang dan mencederai sedikitnya 68 orang. Presiden Kolombia Ivan Duque membatalkan pertemuan yang seharusnya dilaksanakan di bagian barat Kolombia dan bergegas kembali untuk mengunjungi loka...

ANOTHER NEWS
Bursa Saham Hong Kong Datar Saat Sesi Pembukaan Hari Selasa
Tuesday, 22 January 2019 09:21 WIB Saham-saham Hong Kong hampir tidak bergerak dalam beberapa menit pertama perdagangan hari Selasa karena pedagang memberikan jeda setelah mengalami kenaikan yang solid selama dua minggu terakhir. Indeks Hang Seng bergerak menurun 7,14 poin ke level...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.