Parlemen Inggris: Pemerintahan PM May Tak Hormati Ketentuan Brexit
Wednesday, 5 December 2018 12:21 WIB | GLOBAL |Global

Pemerintahan Perdana Menteri Inggris, Theresa May telah didapati tidak menghormati Parlemen, karena menolak untuk mengungkapkan alasan hukum di balik rencana Brexit, sebuah kekalahan tipis tetapi bermakna, pada awal perdebatan parlemen selama lima hari tentang manfaat perjanjian itu yang bisa memenangkan atau menjatuhkan kepemimpinannya.

Parlemen dengan suara 311 lawan 293 mendukung langkah itu. Pemerintah Partai Konservatif pimpinan PM May berjanji akan merilis nasihat hukum atas kesepakatan itu hari Rabu (5/12).

Sebelumnya, pemerintahan May telah terpukul juga ketika seorang pejabat-tinggi Uni Eropa di bidang hukum menyarankan, bahwa Inggris bisa menghentikan rencananya keluar dari Uni Eropa dan tetap di dalam Uni Eropa tanpa persetujuan negara-negara anggota lainnya yang secara signifikan memudahkan proses menghentikan Brexit itu.

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS

Keuntungan BMW akan Menurun karena Biaya Produksi dan Ketidakpastian Dagang
Thursday, 21 March 2019 17:50 WIB

Produsen kendaraan bermotor Jerman, BMW, mengatakan, Rabu (20/3), keuntungan mereka pada tahun 2019 akan lebih rendah dari tahun sebelumnya. Mereka mengatakan, penyebab penurunan ini terkait rencana mereka untuk memangkas biaya produksi sebesar 13,6 miliar dolar untuk mengompensasi pengeluaran bagi ...

Japan Times Meminta Maaf untuk 'Gejolak' Seputar Referensi Perang Dunia II
Thursday, 21 March 2019 10:06 WIB

The Japan Times, sebuah surat kabar berbahasa Inggris yang mengubah uraiannya tentang œwanita penghibur dan pekerja paksa tahun lalu, meminta maaf kepada stafnya bulan lalu, tetapi mengancam akan melakukan tindakan hukum terhadap siapa pun yang menemukan informasi rahasia bocor. Dalam catatan ...

Uni Eropa Perketat Sikapnya Terkait Brexit
Thursday, 21 March 2019 02:35 WIB

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan, Rabu (20/3), Uni Eropa tidak terbuka pada kemungkinan perundingan lebih lanjut mengenai keluarnya Inggris dari blok tersebut, dan tidak mungkin memutuskan apakah pekan ini akan memberi Inggris perpanjangan waktu setelah tengat waktu 29 Maret. PM...

Militer AS Bantah Tuduhan Tentang Korban Sipil di Somalia
Wednesday, 20 March 2019 18:19 WIB

Kelompok HAM Amnesty International mengatakan 14 warga sipil tewas dalam lima serangan udara militer Amerika di Somalia dalam dua tahun terakhir. Tuduhan itu dibantah keras Amerika. Laporan Amnesty International yang dikeluarkan Selasa (19/3) juga mencakup pernyataan dari 65 saksi mata, sejumlah fo...

Presiden Kazakhstan Nazarbayev Mendadak Umumkan Pengunduran Diri
Wednesday, 20 March 2019 03:50 WIB

Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev mengatakan ia telah mengundurkan diri dari jabatannya setelah hampir 30 tahun berkuasa di negara di Asia Tengah itu. œSaya telah memutuskan untuk mengakhiri tugas saya sebagai presiden, kata Nazarbayev dalam pidato nasional yang ditayangkan televisi pad...

ANOTHER NEWS
Saham AS Mencoba Bangkit Pasca Pernyataan Dovish The Fed
Thursday, 21 March 2019 20:57 WIB Saham AS dibuka lebih rendah pada hari Kamis tetapi segera memangkas kerugian awal, karena investor mengkaji penurunan prospek ekonomi domestik Federal Reserve untuk 2019, mengutip ekspansi global yang lambat. Seperti yang diharapkan, bank sentral...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.