IAEA: Iran Masih Patuhi Perjanjian Nuklir
Tuesday, 13 November 2018 01:40 WIB | GLOBAL |Global

Badan pengawas atom Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan Iran tetap mematuhi perjanjian nuklir 2015, bahkan ketika sanksi baru Amerika meningkatkan kekhawatiran tentang apakah kesepakatan itu dapat bertahan.

Penilaian itu diterbitkan hari Senin (12/11) dalam laporan triwulanan oleh Badan Energi Atom Internasional atau IAEA.

Pekan lalu, Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap Iran yang sebelumnya telah dicabut sebagai bagian dari kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kuat dunia.

Sanksi itu memberlakukan kembali larangan pembelian minyak Iran, yang merupakan bagian utama dari perekonomian negara itu.

Presiden Amerika Donald Trump sebelumnya secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir itu, dengan alasan perjanjian itu tidak memberlakukan standar yang cukup ketat pada Iran.

Negara-negara Eropa menentang keputusan Trump tersebut dan berusaha menyelamatkan kesepakatan itu, tetapi upaya itu akan menjadi lebih rumit, selagi sanksi Amerika diberlakukan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Selain AS, Tiongkok Takut Sebagian Besar Pengaruh Jepang di Laut yang Sengketa
Wednesday, 22 May 2019 23:37 WIB

Jepang membentuk diri sebagai saingan utama China di Laut Cina Selatan yang disengketakan karena memiliki pendekatan berkelanjutan dan multi-cabang dan serangkaian alasan unik untuk menguji pengaruh Beijing yang semakin meningkat, kata para analis. Negara ini telah muncul sejak 2017 sebagai kekuata...

Repsol Keluar dari Venezuela
Wednesday, 22 May 2019 19:06 WIB

Repsol, perusahaan minyak raksasa Spanyol yang punya operasi di Venezuela, meninggalkan negara itu di tengah meningkatnya tekanan sanksi oleh Amerika dan kekacauan yang terus berlangsung di sana. Investasi Repsol di Venezuela berkurang sebanyak 70 persen pada tahun lalu dari total investasi pada 20...

Mencari Dukungan Brexit, Mei Menawarkan Vote pada Referendum Baru
Wednesday, 22 May 2019 00:03 WIB

Dalam sebuah konsesi besar, Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Selasa menawarkan kepada anggota parlemen kesempatan untuk memberikan suara apakah akan mengadakan referendum baru mengenai keanggotaan negara di Uni Eropa - tetapi hanya jika itu mendukung perjanjian Brexit yang ditolaknya se...

Perang Dagang Persulit Bisnis Eropa di China
Tuesday, 21 May 2019 18:31 WIB

Perang dagang AS “ China tidak membuat bisnis jadi mudah untuk perusahaan-perusahaan Eropa di China. Lebih dari sepertiga merasakan dampak langsung terhadap bisnis mereka dan khawatir situasinya akan bertambah buruk dalam minggu-minggu mendatang. œMereka merasa lebih cemas dibanding tahun lalu,...

USS Preble Berlayar Dekat Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan
Tuesday, 21 May 2019 10:53 WIB

Militer Amerika Serikat mengatakan salah satu kapal perangnya di Laut Cina Selatan, Senin (20/5), berlayar di dekat Scarborough Shoal yang disengketakan yang diklaim oleh Cina dan Filipina. Scarborough Shoal atau Karang Scarborough adalah sekelompok pulau kecil dan karang dalam bentuk atol. œUSS ...

ANOTHER NEWS
Emas Berakhir Menguat, Mendorong Naik Perdagangan Elektronik setelah Risalah The Fed
Thursday, 23 May 2019 01:18 WIB Harga emas membukukan kenaikan moderat pada hari Rabu, memulihkan sebagian dari kerugian pada hari sebelumnya karena indeks saham patokan A.S. AS bergerak melemah. Harga kemudian bergerak beberapa sen lebih tinggi dalam perdagangan elektronik...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.