IAEA: Iran Masih Patuhi Perjanjian Nuklir
Tuesday, 13 November 2018 01:40 WIB | GLOBAL |Global

Badan pengawas atom Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan Iran tetap mematuhi perjanjian nuklir 2015, bahkan ketika sanksi baru Amerika meningkatkan kekhawatiran tentang apakah kesepakatan itu dapat bertahan.

Penilaian itu diterbitkan hari Senin (12/11) dalam laporan triwulanan oleh Badan Energi Atom Internasional atau IAEA.

Pekan lalu, Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap Iran yang sebelumnya telah dicabut sebagai bagian dari kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kuat dunia.

Sanksi itu memberlakukan kembali larangan pembelian minyak Iran, yang merupakan bagian utama dari perekonomian negara itu.

Presiden Amerika Donald Trump sebelumnya secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir itu, dengan alasan perjanjian itu tidak memberlakukan standar yang cukup ketat pada Iran.

Negara-negara Eropa menentang keputusan Trump tersebut dan berusaha menyelamatkan kesepakatan itu, tetapi upaya itu akan menjadi lebih rumit, selagi sanksi Amerika diberlakukan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Jelang Pemilu di Uni Eropa, Twitter Perketat Aturan Iklan Politik
Wednesday, 20 February 2019 11:11 WIB

Mengikuti langkah perusahaan teknologi raksasa Google dan Facebook, Twitter hari Selasa (19/2) mengatakan akan memperketat aturan iklan politik di Uni Eropa menjelang pemilihan umum yang akan berlangsung di blok negara itu pada musim semi nanti. Perusahaan media sosial itu mengatakan sedang memperl...

Honda akan Tutup Pabriknya di Inggris
Wednesday, 20 February 2019 01:33 WIB

Produsen mobil Honda berencana menutup pabriknya di Inggris barat pada 2021, sebuah pukulan baru bagi ekonomi Inggris yang sedang mengalami kesulitan menyusul ketidakpastian bisnis terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) bulan depan. Perusahaan itu mengumumkan keputusan tersebut pada sebu...

PM Morrison: Peretas Serang Jaringan Komputer Parpol di Australia
Tuesday, 19 February 2019 11:12 WIB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, partai-partai politik Australia telah diserang oleh sebuah peretasan terhadap jejaring komputer mereka. Pemerintah mengatakan, sistem telah disusupi oleh œaktor negara yang canggih. Badan keamanan dunia maya Australia yakin sebuah pemerintah...

Polandia Batalkan Kunjungan ke Israel Terkait Komentar Rasis
Tuesday, 19 February 2019 03:58 WIB

Perdana Menteri Polandia membatalkan keikutsertaan negaranya dalam pertemuan puncak negara-negara Eropa tengah di Yerusalem, setelah pejabat sementara menteri luar negeri Israel menyatakan bahwa Polandia œberkolaborasi dengan Nazi. Mateusz Morawiecki menyebut pernyataan seperti itu oleh Israel...

Putra Mahkota Saudi Tandatangani Investasi $20 Miliar di Pakistan
Monday, 18 February 2019 17:51 WIB

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada hari Minggu (17/2) menyaksikan penandatanganan kesepakatan investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Pakistan senilai $20 miliar, hanya beberapa jam setelah mendarat di Islamabad dalam kunjungan kenegaraan pertamanya. Perdana Menteri Pak...

ANOTHER NEWS
Indeks berjangka Dow sedikit lebih rendah ditengah pembicaraan dagang AS-Cina
Wednesday, 20 February 2019 17:59 WIB Indeks saham berjangka AS beragam Rabu pagi, dengan para pelaku pasar memantau putaran terakhir pembicaraan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia. Sekitar pukul 3:00 pagi waktu timur AS, Dow Jones Industrial Average berjangka 19 poin lebih...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.