AS Bukukan Ekspor Senjata $55,6 Miliar, Naik 33%
Wednesday, 10 October 2018 17:59 WIB | GLOBAL |

Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika atau Pentagon, Selasa (9/10), mengatakan kepada Reuters bahwa nilai penjualan perlengkapan militer Amerika kepada pemerintah asing naik sebanyak 33 persen menjadi $55,6 miliar atau sekitar 851.38 triliun rupiah (dengan kurs saat ini) pada tahun fiskal yang berakhir 30 September.

Sebagian dari kenaikan itu karena strategi Presiden Donald Trump dalam program œbeli barang Amerika. Program itue melonggarkan aturan penjualan senjata buatan Amerika kepada negara lain dan mendorong pejabat AS untuk memperluas bisnis Amerika di luar negeri.

Bagian integral dari strategi itu ialah mengurangi birokrasi supaya negara lain bisa membeli perlengkapan yang lebih besar dan mematikan dari kontraktor militer Amerika. Peraturan ekspor bagi perlengkapan mulai dari pesawat jet tempur dan drone sampai kapal perang dan artileri sudah diperlonggar.

Para pejabat pemerintahan Trump berargumen semua penjualan itu melindungi kepentingan Amerika dengan membuat negara sekutu makin tangguh dalam membela diri, hingga meminimalkan keterlibatan Amerika.

Beberapa perusahaan senjata terbesar AS, antara lain Boeing, Lockheed Martin, Raytheon, General Dynamics, dan Northrop Grumman.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Anggaran belanja sempat ditolak, Italia capai kesepakatan dengan Uni Eropa
Wednesday, 19 December 2018 19:01 WIB

Italia dan Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa, telah mengumumkan kesepakatan anggaran baru setelah berminggu-minggu perdebatan tentang rencana pengeluaran 2019 negara itu. Pemerintah Italia mengatakan pekan lalu bahwa mereka akan menurunkan target defisit untuk tahun depan menjadi 2,04 persen,...

Dewan IMF Setujui Paket Pinjaman Baru bagi Ukraina
Wednesday, 19 December 2018 14:06 WIB

Dewan eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) hari Selasa memberi persetujuan akhir bagi paket pinjaman baru untuk Ukraina dan merilis 1,4 miliar dolar untuk segera digunakan. IMF menyepakati pinjaman 4 miliar dolar untuk 14 bulan pada pertengahan Oktober lalu tetapi dewan itu menunggu pemerinta...

Rusia Tolak Laporan tentang Tuduhan Campur Tangan Pemilu AS
Wednesday, 19 December 2018 01:54 WIB

Ukuran dan cakupan upaya-upaya Rusia untuk mencampuri pemilihan presiden Amerika tahun 2016 jauh lebih luas dan menyeluruh daripada yang dipahami sebelumnya, sebut dua laporan yang dirilis baru-baru ini. Laporan yang muncul pekan ini mendukung kesimpulan kalangan intelijen Amerika yang diterbitkan ...

IEA: Permintaan Batubara Global Terus Naik Hingga 2023
Tuesday, 18 December 2018 21:07 WIB

Permintaan batubara global akan terus naik hingga 2023 karena dengan meningkatnya pertumbuhan di India dan negara-negara Asia lainnya akan menggantikan penurunan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat, demikian pernyataan Badan Energi Internasional (IEA), Selasa (18/12). Konsumsi bahan ba...

AS Bantah Trump Pertimbangkan Ekstradisi Gulen ke Turki
Tuesday, 18 December 2018 13:16 WIB

Gedung Putih menolak klaim Turki bahwa Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan mengekstradisi Fethullah Gulen, ulama Muslim yang sedang diincar Turki. "Ketika bertemu Presiden Turki Erdogan di KTT G-20 di Buenos Aires, presiden tidak berkomitmen mengekstradisi Fethullah Gulen," ujar seorang p...

ANOTHER NEWS
Anggaran belanja sempat ditolak, Italia capai kesepakatan dengan Uni Eropa
Wednesday, 19 December 2018 19:01 WIB Italia dan Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa, telah mengumumkan kesepakatan anggaran baru setelah berminggu-minggu perdebatan tentang rencana pengeluaran 2019 negara itu. Pemerintah Italia mengatakan pekan lalu bahwa mereka akan menurunkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.