AS Berlakukan Sanksi Terhadap Badan Militer China
Saturday, 22 September 2018 02:19 WIB | GLOBAL |Global

China telah meminta Amerika Serikat agar mencabut sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap sebuah badan militer China karena membeli senjata Rusia. China menyatakan apabila sanksi-sanksi itu tidak dicabut, Amerika akan œmenanggung konsekuensinya.

Berbicara kepada wartawan hari Jumat (21/9), juru bicara kementerian luar negeri Geng Shuang mengatakan bahwa Beijing telah mengajukan protes resmi kepada Amerika Serikat.

Geng mengatakan, tindakan Amerika telah serius melanggar prinsip-prinsip dasar hubungan internasional dan sangat merusak hubungan antara kedua negara dan militer kedua negara.

Rusia juga bereaksi hari Jumat (21/9) dengan Deputi Menteri Luar Negeri, Sergei Ryabkov memperingatkan Amerika agar jangan œbermain api.

œKami merekomendasikan agar para operator mesin-mesin sanksi di Washington setidaknya mengenali sejarah kami agar tidak mengulang-ulang hal yang sama tanpa hasil apapun, ujar Ryabkov.

Amerika, Kamis (20/9) memberlakukan sanksi-sanksi terhadap sebuah badan militer China karena membeli senjata Rusia, suatu pelanggaran sanksi-sanksi Amerika terhadap Rusia.

Departemen Luar Negeri Amerika menyatakan akan segera menghukum sebuah unit militer China yang mengawasi teknologi pertahanan negara itu karena bertransaksi dengan Rosoboronexport, eksportir senjata utama Rusia.

China membeli jet-jet tempur Su-25 Sukhoi Rusia dan misil darat-ke-udara S-400, sebut Departemen Pertahanan.

Pembelian itu melanggar undang-undang sanksi Amerika tahun 2017 yang dirancang untuk menghukum Rusia karena mencampuri pemilihan presiden Amerika tahun 2016. Undang-undang itu menyerukan penerapan sanksi terhadap pihak ketiga yang melakukan œtransaksi signifikan dengan industri pertahanan Rusia.

Ini merupakan pertama kalinya bagi Amerika menggunakan sanksi-sanksi untuk menghukum pembeli senjata militer Rusia.

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS

Sejumlah Saksi dan Informan Asing FBI Hilang di AS
Friday, 14 June 2019 23:52 WIB

Puluhan warga asing, yang direkrut Biro Investigasi Federal (FBI) sebagai saksi dan informan, menghilang antara 2015 dan 2017 di Amerika, menurut hasil audit baru. Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman mengatakan dalam audit yang dirilis pada Rabu (12/6) bahwa dalam banyak kasus, FBI gagal melapo...

AS Tuding Iran atas Serangan 2 Tanker Minyak di Teluk Oman
Friday, 14 June 2019 18:41 WIB

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan hari Kamis terhadap dua kapal minyak di Teluk Oman, di lepas pantai Iran. Salah satu tanker itu terbakar dan asap tebal dan hitam yang membubung tampak oleh satelit di antariksa. Pompeo mengatakan AS menuduh Iran berada dibalik...

Senat AS Gagalkan Upaya Blokir Penjualan Senjata AS ke Bahrain, Qatar
Friday, 14 June 2019 11:10 WIB

Senat AS pada hari Kamis (13/6) menolak resolusi untuk membatalkan penjualan senjata bernilai miliaran dolar ke Bahrain dan Qatar, di tengah berlanjutnya penyelidikan intensif kongres atas penjualan senjata kepada sekutu-sekutu AS di Timur Tengah. Senat memberikan suara 43-56 yang menolak resolusi ...

AS Akan Kirim 1.000 Tentara Tambahan ke Polandia
Thursday, 13 June 2019 23:54 WIB

Amerika dan Polandia menandatangani deklarasi bersama yang menegaskan kerja sama erat pertahanan. Presiden AS Donald Trump mengatakan deklarasi itu tidak hanya memperjelas kemitraan strategis, "tetapi juga nilai-nilai dan tujuan bersama yang dalam, dan persahabatan yang sangat kuat dan menghargai." ...

Demo Hong Kong Rusuh, AS Imbau Semua Pihak Tahan Diri
Thursday, 13 June 2019 17:43 WIB

Amerika mengimbau semua pihak agar menahan diri di tengah unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong pada Rabu (12/6) yang berubah menjadi ketika polisi bentrok dengan para demonstran yang menentang RUU ekstradisi yang kontroversial. Petugas mengenakan helm dan membawa perisai berbaris di jalan-jalan, m...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong akhiri pekan ini dengan kerugian lain (Review)
Saturday, 15 June 2019 04:00 WIB Saham-saham Hong Kong jatuh pada Jumat, mengakhiri pekan yang penuh gejolak yang melihat aksi jual tajam dipicu oleh protes keras di kota, sementara investor juga terkejut dengan ketidakpastian perdagangan China-AS. Indeks Hang Seng melemah 0,65...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.