Pemberontak Kolombia Bebaskan Sandera di Tengah Kebuntuan Pembicaraan
Friday, 14 September 2018 10:06 WIB | GLOBAL |Global

Satu-satunya kelompok pemberontak Kolombia yang masih eksis hingga saat ini, ELN, telah membebaskan enam orang yang mereka culik bulan lalu.

Para sandera itu, yang terdiri dari tiga polisi, seorang tentara, dan dua pekerja sipil, diserahkan ke sebuah misi kemanusian, Kamis (13/9), di distrik Choco, Kolombia Barat. Misi kemanusian itu mencakup para anggota Komisi Internasional Palang Merah (ICRC).

Presiden Ivan Duque telah menunda pembicaraan perdamaian dengan ELN segera setelah memangku jabatan, dan menuntut agar kelompok itu menghentikan semua aktivitas kriminalnya, termasuk penculikan, dan membebaskan semua sanderanya.

Duque telah berjanji untuk merevisi perjanjian perdamaian yang dinegosiasikan pendahulunya, Juan Manuel Santos, yang mengakhiri 50 tahun perang saudara antara pemerintah dan kelompok pemberontak utama, Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC). ELN yang beranggotakan 1.500 orang menolak menandatangani kesepakatan itu.

Para pemberontak sayap kiri mulai melancarkan perang gerilya pada 1964 untuk menggulingkan pemerintah Kolombia. Lebih dari 220 ribu tewas dalam konflik itu, sementara jutaan lainnya terpaksa

mengungsi. Para pemberontak memanfaatkan penyelundupan narkoba, dan penculikan untuk mendapat tebusan, untuk mendanai perjuangan mereka.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

China Marah karena AS Jual Peralatan Militer ke Taiwan
Wednesday, 26 September 2018 11:30 WIB

China mengatakan, negara itu telah mengajukan protes resmi atas rencana AS menjual peralatan militer ke Taiwan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan di Beijing, Selasa (25/9), bahwa rencana Washington menjual suku-suku cadang untuk jet tempur F-16, pesawat kargo C-130,...

UE Tetapkan Sistem Pembayaran dengan Iran untuk Pertahankan Perdagangan
Wednesday, 26 September 2018 03:44 WIB

Lima pihak yang tersisa dalam perjanjian nuklir dengan Iran telah sepakat untuk membentuk suatu sistem pembayaran khusus yang memungkinkan perusahaan-perusahaan melanjutkan bisnisnya dengan rezim Iran, guna menghindari sanksi-sanksi baru yang diberlakukan Amerika Serikat. Para utusan Inggris, Peran...

Rusia akan Pasok Sistem Misil Pertahanan Terbaru untuk Suriah
Tuesday, 25 September 2018 19:04 WIB

Rusia mengatakan akan memberi Suriah misil pertahanan jenis S-300 yang lebih modern dalam beberapa pekan ke depan, meski mendapat tentangan dari Israel. Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan Presiden Vladimir Putin memerintahkan pemberian misil yang lebih mutakhir itu setelah barisan pe...

Hong Kong Resmi Melarang Partai Pro-Kemerdekaan
Tuesday, 25 September 2018 11:28 WIB

Hong Kong telah melarang sebuah partai politik yang mendukung kemerdekaan dari China. Ini merupakan isyarat lebih jauh tentang menguatnya cengkeraman China daratan terhadap wilayah semiotonom tersebut. Menteri Keamanan, John Lee, Senin (24/9) mengumumkan bahwa Partai Nasional Hong Kong dilarang ber...

Trump Janjikan KTT ke-2 dengan Kim dalam Waktu Sangat Dekat
Tuesday, 25 September 2018 00:02 WIB

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan ia akan mengadakan pertemuan puncak kedua dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un œdalam waktu sangat dekat.™ Trump, yang mengeluarkan pernyataan itu hari Senin di PBB, juga menyebut tentang œkemajuan luar biasa yang dicapai pemerintahannya menge...

ANOTHER NEWS
Indeks berjangka AS naik jelang keputusan suku bunga The Fed
Wednesday, 26 September 2018 16:17 WIB Indeks saham AS berjangka mencatat sedikit kenaikan jelang pembukaan hari Rabu. Sekitar jam 4:45 pagi waktu timur amerika, indeks berjangka Dow naik 43 poin, ini menunjukkan pembukaan positif dari 45,79 poin. Kontrak pada S & P 500 menunjukkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.